Mengatasi Sembelit Tanpa Obat

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

424

Sembelit atau konstipasi adalah suatu kondisi di mana buang air besar lebih jarang dari biasanya karena feses atau tinja kering dan keras sehingga susah dikeluarkan dan menimbulkan rasa sakit saat buang air besar. Pada orang dewasa disebut sembelit jika tidak buang air besar selama tiga hari berturut-turut atau kurang dari tiga kali dalam seminggu, sedangkan pada anak apabila tidak buang air besar selama lima hari atau lebih. Penyebab penyakit ini dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti pola makan yang buruk (kurang serat dan jarang minum air), kurang aktif dan berolahraga, menahan rasa ingin buang air besar, kekurangan atau kelebihan berat badan, kondisi medis (diabetes, penyumbatan usus, kanker usus, stroke, penyakit tiroid/gondok), dan efek samping obat-obatan tertentu.

Untuk mengatasi sembelit ini, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Biasanya penderita ingin cara yang instan dengan menggunakan obat-obatan. Akan tetapi, ada baiknya jika memulai pengobatan dengan cara alami untuk menghindari efek samping obat sembelit seperti sakit perut yang berlebihan.

Berikut ini beberapa tips untuk mengatasi sembelit.

  1. Perbanyak minum air putih

Air putih dapat membantu melunakkan tinja. Untuk mendapatkan manfaat ini, Anda perlu minum air putih minimal 8 gelas sehari.

  1. Banyak makan makanan berserat

Pilihlah makanan berserat seperti buah-buahan yang mudah diperoleh seperti papaya, semangka, pisang masak, dan apel. Tidak lupa juga masukkan sayuran sebagai menu wajib pendamping nasi.

  1. Menghindari olahan keju dan susu

Keju dan susu mengandung laktosa yang membuat perut terasa kembung dan menyebabkan sembelit.

  1. Meminum minyak jarak

Minyak jarak dapat merangsang usus dan melumasinya sehingga tinja mudah dikeluarkan.

  1. Konsumsi yogurt untuk diet harian

Yogurt mengandung kultur bakteri hidup atau prebiotik. Prebiotik ini dapat menyehatkan system pencernaan kita dan melancarkan BAB.

  1. Perbanyak olahraga

Ketika Anda kurang berolahraga maka gerakan usus cenderung lebih lambat sehingga tinja menjadi sulit dikeluarkan. Lakukan gerakan olahraga terattur minimal 3-4 kali seminggu.

  1. Posisi nyaman dan benar saat buang air besar

Posisi Anda ketika BAB juga dapat membantu untuk melancarkan BAB. Jika Anda menggunakan toilet duduk maka dapat dibantu dengan menggunakan bangku untuk menyangga kaki Anda. Posisi ini dapat meningkatkan tekanan ke usus dan mempermudah tinja keluar. Jangan biasakan duduk terlalu lama di toilet, hal tersebut dapat memicu timbulnya Haemmorhoid.

Walaupun konstipasi terlihat ringan, namun Anda juga harus waspada. Untuk jangka panjang, dapat menyebabkan wasir/hemoroid, serta terjadinya penumpukan feses yang mengeras pada bagian rectum. Bahaya lainnya seperti sobeknya kulit pada bagian anus hingga ada bagian akhir dari rectum yang mencuat keluar karena terlalu keras saat mengejan dapat terjadi juga apabila Anda tidak segera mengatasi keluhan ini.  (BR/CM)

DAFTAR PUSTAKA

  1. Hadi, S. 2001. Psikosomatik pada Saluran Cerna Bagian Bawah, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II, Edisi ke-3. Jakarta: Gaya baru.
  2. Blenkinsopp, A., P. Paxton, and J. Blenkinsopp. 2014. Symptoms in the Pharmacy: A Guide to the Management of Common Illness. 7th Edition. United Kingdom: Blackwell Publishing

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store