Mengenal Andropause, “Menopause” Pada Pria

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

84

Andropause adalah kondisi pria usia tengah baya yang mempunyai gejala-gejala dan keluhan yang mirip dengan menopause pada wanita. Istilah andropause berasal dari bahasa Yunani, Andro artinya pria sedangkan Pause artinya penghentian. Jadi secara harfiah, andropause adalah berhentinya fungsi fisiologis pada pria. Berbeda dengan wanita yang mengalami menopause, dimana produksi sel telur dan hormon estrogen serta siklus haid berhenti dengan cara yang relatif mendadak. Pada pria, penurunan produksi spermatozoa, hormon testosteron, dan hormon lainnya terjadi secara perlahan.

 

Mekanisme terjadinya andropause adalah karena menurunnya fungsi sistem reproduksi pria yang menyebabkan penurunan kadar testosteron sampai dibawah angka normal. Hormon yang turun pada pada andropause ternyata tidak hanya testosteron saja, melainkan penurunan multi hormonal yaitu hormon DHEA, DHEAS, Melantonin, Growth Hormon, dan IGFs (insulin like growth factors). Oleh karena itu, banyak pakar yang menyebut andropause dengan sebutan lain seperti adrenopause (kekurangan hormon DHEA/ DHEAS), somatopause (kekurangan GH/insulin like growth factor), PTDAM (Partial Testosteron Deficiency in Aging Male), PADAM (Partial Androgen Deficiency in Aging Male), Viropause, Climacterium pada pria, dan sebagainya.

 

Ada beberapa gejala yang bisa Anda lihat pada suami yang mengalami Andropause :

  • Penurunan libido atau hasrat seksual
  • Disfungsi ereksi atau sulit ereksi
  • Sering buang air kecil
  • Susah tidur
  • Mudah lelah
  • Mudah marah walaupun untuk hal kecil atau marah tanpa sebab
  • Sering tidak percaya atau curiga pada orang lain, termasuk pada pasangan
  • Kinerja menurun, sering tidak fokus
  • Sering pusing
  • Tiba-tiba merasa panas tanpa aktivitas berat
  • Sering sulit bernapas
  • Perut dan paha makin besar
  • Berat badan naik
  • Nyeri punggung
  • Keringat berlebih

 

Bagaimana cara mengatasi andropause?

Bila wanita bisa menjalani terapi sulih hormon estrogen, estrogen replacement therapy atau ERT untuk meningkatkan kualitas hidup pascamenopause. Pria andropause pun bisa menjalani terapi sulih hormon testosterontestosterone replacement therapy atau TRT, yang kini mudah dilakukan di berbagai klinik dan rumah sakit di Indonesia. Namun, seperti halnya ERT, hingga kini TRT pun masih menuai kontroversi. Sebagian dokter masih melarangnya, karena dianggap bisa memicu stroke dan kanker prostat.

 

Jika pasangan Anda mulai menunjukkan gejala menopause yang terjadi pada pria ini, hal itu wajar dan tidak bisa dicegah. Yang harus diperhatikan adalah pola makan yang harus lebih teratur, mulai kurangi atau hentikan kebiasaan merokok dan olahraga teratur, misalnya berjalan 30 menit setiap pagi. Beberapa pria lebih sensitif dan mudah marah pada masa ini, karena itu sabar adalah kunci menghadapi pria yang sedang mengalami andropause. (EDA)

 

Sumber:

Tanda-tanda Pria Andropause atau Menopasue pada  Pria. Available at : https://doktersehat.com/tanda-tanda-andropause-atau-menopause-pada-pria/


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store