Mengenal Bell’s Palsy, Penyakit Yang Membuat Wajah Lumpuh Sebagian

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

216

Mengalami kelumpuhan wajah sebagian sering diartikan Anda telah mengalami stroke. Namun kelumpuhan wajah pada satu sisi belum tentu sebagai gejala stroke, bisa saja Anda mengalami penyakit Bell’s palsy.

Bell’s palsy adalah kelumpuhan saraf wajah akibat peradangan dan pembengkakan saraf yang mengontrol otot wajah. Hal ini menyebabkan perubahan bentuk pada salah satu sisi wajah, di mana wajah akan terlihat “melorot”. Kondisi ini dapat datang secara tiba-tiba dan bagi kebanyakan orang bersifat sementara.

Siapapun bisa terkena penyakit ini, tapi biasanya muncul antara umur 15 – 50 tahun. Gejala penyakit ini biasanya muncul secara mendadak dan dapat membaik dalam beberapa minggu, dengan pemulihan total sekitar 6 bulan. Beberapa gejala paling umum yang bisa terjadi adalah:

  • Kulit wajah tampak “melorot” di satu atau kedua sisi wajah
  • Mengeluarkan air liur
  • Sensitif terhadap suara
  • Nyeri pada rahang atau di belakang telinga
  • Sakit kepala
  • Kemampuan indra perasa yang berkurang
  • Kesulitan menunjukkan ekspresi pada wajah dan bahkan kesulitan menutup mata atau tersenyum
  • Lumpuh total pada salah satu sisi wajah

Walaupun penyebab penyakit belum dipastikan, tapi beberapa studi menunjukkan bahwa penyakit ini biasanya terkait dengan paparan virus. Beberapa virus yang dapat menyebabkan bell’s palsy adalah:

Beberapa pilihan pengobatan untuk bell’s palsy adalah:

  • Obat dapat digunakan untuk mengurangi gejala yang parah. Obat golongan kortikosteroid berguna untuk mengurangi radang (pembengkakan) saraf.
  • Fisioterapi. Terapi sinar dan latihan otot wajah seperti tersenyum, bersiul atau mengangkat alis secara manual dengan keempat jari mampu membantu memperbaiki kelumpuhan otot wajah yang terjadi sehingga memungkinkan bisa kembali optimal.
  • Umumnya pasien dengan gejala gejala yang ringan akan membaik tanpa pengobatan. Namun, dalam beberapa kasus langka pasien yang tidak dapat pulih total harus menjalani operasi untuk meredakan tekanan pada permukaan saraf atau meningkatkan pergerakan permukaan.

Beberapa hal yang mungkin dapat mencegah terjadinya Bell’s palsy, antara lain:

  • Makan makanan bergizi seperti buah-buahan dan sayuran
  • Berolahraga rutin setiap pagi hari minimal 3 kali seminggu
  • Beristirahat cukup
  • Menghindari terkena angin terus menerus atau dingin pada salah satu sisi wajah, misal saat di dalam kendaraan disebelah jendela, tidur di lantai, terkena kipas angin atau AC.

Jika Anda mengalami kelumpuhan wajah secara tiba-tiba, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Pengobatan bell’s palsy efektif jika dilakukan 3 hari pertama setelah gejala muncul. Pengobatan yang dilakukan diperlukan untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah munculnya komplikasi. (REG)

Daftar Pustaka

  1. Conrad M. Bell’s palsy. 2017. Available at https://emedicinehealth.com/bell_palsy/article_em.htm#what_is_bells_palsy
  2. Lava N. What is bell’s palsy. 2016. Available at https://webmd.com/brain/understanding-bells-palsy-basics

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store