MENGENAL DAN MENCEGAH ANAK KURANG GIZI

19

Anak membutuhkan gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Di masa kanak-kanak, ia membutuhkan banyak nutrisi untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan. Kurang gizi merupakan dampak dari tidak terpenuhinya kebutuhan gizi anak yang berlangsung lama, bahkan dapat dimulai semenjak bayi masih dalam kandungan. Kurangnya nafsu makan, kurangnya ketersediaan makanan, dan gangguan pada proses pencernaan dapat menjadi penyebab kurang gizi. Kurang gizi ini dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan (termasuk perkembangan otak) anak, yang nantinya dapat berdampak pada kehidupan anak selanjutnya. Biasanya anak kurang gizi mempunyai berat badan kurang (gizi kurang), sangat kurus, pendek, serta kekurangan vitamin dan mineral.

Anak yang kurang gizi dapat dilihat dari tanda-tandanya, sebagai berikut:

  • Mengalami kegagalan dalam pertumbuhannya. Kegagalan pertumbuhan ini dapat dilihat dari berat badan, tinggi badan, atau keduanya yang tidak sesuai dengan umurnya. Sehingga, biasanya anak kurang gizi mempunyai tubuh yang kurus, atau pendek, atau kurus-pendek.
  • Anak sangat mudah untuk marah, terlihat lesu, dan dapat menangis berlebihan. Anak juga mengalami kecemasan dan kurang perhatian terhadap lingkungan sekitar.
  • Kulit dan rambut anak kering, bahkan rambut anak rontok.
  • Kehilangan kekuatan ototnya.

Selain gizi makro seperti protein dan karbohidrat, gizi mikro seperti vitamin dan mineral pun turut berperan penting. Anak dengan berat normal pun bisa kekurangan vitamin dan mineral. Jika anak Anda mengalami kekurangan vitamin dan mineral, walaupun memiliki berat badan yang normal, biasanya anak akan menunjukkan tanda-tanda, seperti:

  • Masalah pada kulit
  • Lidah bengkak
  • Penglihatan anak kurang pada malam hari atau pada kondisi cahaya redup
  • Merasa kesulitan dalam bernapas dan lelah sepanjang waktu
  • Anak merasa nyeri pada tulang dan ototnya.

Sebagai orangtua kita harus berusaha memenuhi kebutuhan gizi anak. Ingat, anak sedang dalam masa pertumbuhan, jadi kebutuhan gizinya cukup tinggi. Berikan selalu anak makanan dengan gizi seimbang yang terdiri dari empat kelompok makanan utama, yaitu:

  • Makanan sumber karbohidrat, yaitu nasi, kentang, roti, pasta, dan sereal.
  • Makanan sumber protein, yaitu daging, telur, ayam, ikan, kacang-kacangan dan produknya.
  • Buah-buahan dan sayuran, setidaknya berikan anak 5 porsi per hari.
  • Susu dan produk susu, seperti keju dan yogurt.

Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan anak Anda serta memantau pertumbuhan dan perkembangannya. Bawa anak ke Posyandu, Puskesmas, atau klinik setiap bulan untuk melakukan penimbangan. Berikan imunisasi lengkap pada anak untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak sehingga anak terhindar dari penyakit infeksi. Berikan juga kapsul vitamin A setiap bulan Februari dan Agustus sampai anak berusia 5 tahun. (EM)

Daftar Pustaka:

  1. WHO. Essential nutrition actions improving maternal-newborn-infant and young children health and nutrition. Evidence for essential nutrition actions. 2011. 
  2. Rice AL, Sacco L, Hyder A, Black RE. Malnutrition as an underlying cause of childhood deaths associated with infectious diseases in developing countries. Bulletin of the World Health Organization, 2000, 78(10).
  3. NHMRC. Eat for health infant feeding guidelines. Information for health workers. Canberra: National health and Medical Research Council, 2012.