MENGENAL DEPRESI PASCA MELAHIRKAN

1

Depresi adalah gangguan suasana hati (mood) yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan rasa tidak peduli.Depresi lebih banyak terjadi pada wanita, sebab wanita memiliki sifat lebih perasa dan lebih sering mengalami perubahan hormon, misalnya saat menstruasi atau hamil.

Depresi pasca-melahirkan atau postpartum depression adalah jenis depresi yang banyak dialami oleh wanita setelah melahirkan, biasanya terjadi pada enam minggu pertama setelah melahirkan.

Apa Saja Gejalanya?

Mengenali gejala depresi ini tidak hanya penting bagi calon ibu, tetapi juga bagi para kerabat dan sahabat dekat. Gejala-gejala yang patut diwaspadai antara lain:

  • Perasaan sedih atau tidak bersemangat yang menetap.
  • Sulit untuk dekat dan akrab dengan bayi.
  • Terus-menerus merasa sedih dan menangis tanpa alasan jelas.
  • Mengabaikan diri sendiri, misalnya tidak mau makan, tidak mengganti baju atau mandi.
  • Kehilangan rasa humor dan minat pada hal yang selama ini disukai.
  • Terus-menerus merasa khawatir bahwa ada sesuatu yang salah pada bayi.
  • Gelisah atau suasana hati cepat berubah dan mudah tersinggung.
  • Kerap merasa kelelahan dan tidak bertenaga.
  • Tidak percaya diri, merasa bersalah, ingin menyakiti diri sendiri, atau bahkan timbul keinginan untuk bunuh diri.
  • Sulit tidur.
  • Sulit berkonsentrasi atau membuat keputusan.

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, sebagian ibu berpikir untuk menyakiti bayi mereka. Gejala-gejala ini dapat menjadi sangat serius sehingga membuat penderita depresi ini tidak dapat menjalin hubungan dengan orang lain, tidak dapat merawat bayi mereka, dan enggan bepergian jauh. Gejala depresi pasca-melahirkan dan baby blues sepintas terlihat mirip. Namun biasanya gejala baby blues cenderung lebih ringan dan akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu, sedangkan depresi pasca-melahirkan memiliki gejala yang lebih berat, cenderung menetap  dan dapat memberi dampak negatif dalam kehidupan ibu dan anak jika tidak ditangani.

Apa Penyebab Depresi Pasca-Melahirkan?

Para ahli belum dapat mengidentifikasi secara pasti dan jelas apa yang menyebabkan sebagian ibu mengalami depresi pasca-melahirkan, sementara sebagian besar ibu yang lainnya tidak mengalaminya. Umumnya, kondisi ini disebabkan perpaduan berbagai faktor. Meski tidak dominan, faktor genetik diduga ikut berperan. Wanita yang anggota keluarganya memiliki riwayat depresi lebih beresiko mengalami depresi pasca-melahirkan.

Jika terdapat gejala depresi yang disertai pikiran atau perasaan ingin bunuh diri, halusinasi, dehidrasi karena tidak mau makan atau minum berhari-hari, tidak bisa tidur selama berapa hari hingga Anda kurang energi, pikiran atau percobaan untuk menyakiti bayi, segeralah berkonsultasi dengan psikiater untuk mendapatkan penanganan karena kondisi tersebut adalah gejala dari depresi berat yang dapat membahayakan. (PK)

Sumber:

NHS Choices UK. Postnatal depression. 2016.

Albert, PR. Why is Depression MorePrevalent in Women? Journal of Psychiatry & Neuroscience. 2015