Mengenal Gajala Penyakit HIV/AIDS

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

165

HIV merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang dan merusak sIstem kekebalan tubuh manusia, sehingga tubuh manusia tidak dapat bertahan terhadap penyakit-penyakit yang menyerang. Apabila tubuh manusia kekebalan tubuhnya sudah rusak atau lemah, maka tubuh manusia akan dengan mudahnya terserang berbagai penyakit yang ada di sekitar kita seperti TBC, diare, sakit kulit, dan lain-lain. Kumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh kita itulah yang disebut AIDS.

Virus ini dapat hidup dalam cairan tubuh seperti darah, cairan vagina, cairan sperma, dan ASI. Cara penularannya melalui hubungan seks dengan orang yang menderita HIV/AIDS, terpapar dengan darah seorang yang menderita HIV, menggunakan jarum suntik secara bergantian dengan orang yang sudah terinfeksi HIV dan ASI dari ibu yang terinfeksi HIV.

Tanda-tanda atau gejala orang yang terinfeksi HIV yaitu pada tahap pertama ketika seorang terinfeks virus HIV, penderita tidak menyadarinya. Hal ini disebabkan karena gejala yang muncul mirip dengan gejala penyakit flu yang dapat hilang kemudian kambuh kembali. Pada tahap ini, jumlah virus di aliran darah cukup tinggi. Oleh karena itu, penyebaran infeksi lebih mudah terjadi pada tahap ini.

Pada tahap infeksi akut, gejalanya bisa ringan hingga berat yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu. Gejalanya seperti demam, muncul ruam di kulit, muntah, nyeri pada sendi dan otot, pembengkakan pada kelenjar getah bening, sakit kepala, sakit perut, sakit tenggorokan dan sariawan.

Tahap berikutnya yaitu infeksi tahap laten. Pada tahap ini, dapat berlangsung hingga beberapa tahun atau dekade. Pada tahap ini, virus HIV semakin berkembang dan merusak kekebalan tubuh. dengan gejala yang ditimbulkan yaitu berat badan turun, berkeringat di malam hari, demam, diare, mual dan muntah, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit kepala, tubuh terasa lemah.

Pada tahap akhir virus HIV akan semakin berkembang dan membuat sistem kekebalan tubuh sudah rusak parah sehingga membuat penderita lebih mudah terserang infeksi lain yang disebut AIDS. Gejala yang ditimbulkan berupa berat badan turun tanpa diketahui sebabnya, berkeringat di malam hari, bercak putih di lidah, mulut, kelamin, dan anus, bintik ungu pada kulit yang tidak bisa hilang, demam yang berlangsung lebih dari 10 hari, diare dalam jangka waktu yang lama, gangguan saraf, seperti sulit berkonsentrasi atau hilang ingatan, mudah marah dan depresi, ruam atau bintik di kulit, sesak napas, tubuh selalu terasa lemah.

HIV/AIDS dapat dideteksi dini dengan pemeriksaan laboratorium yang spesifik. Dengan deteksi dini, pengobatan HIV/AIDS juga dapat dilakukan lebih dini saat sistem kekebalan tubuh penderita HIV/AIDS belum terlalu rendah. Pengobatan tersebut akan mengontrol jumlah virus yang menggandakan diri serta mencegah virus merusak sistem kekebalan tubuh lebih lanjut. Sehingga seseorang dengan HIV/AIDS bias hidup normal seperti orang lain tanpa sakit-sakitan. Itulah mengapa, penting untuk kita segera memeriksakan diri, apabila gejala awal dari HIV/AIDS muncul pada tubuh kita, yaitu ditandai dengan sakit ringan (misalnya flu atau diare) yang berulang dan tak kunjung sembuh. (RA/STE)

Daftar pustaka

  1. https://doktersehat.com/apa-itu-hiv-aids/
  2. https://alodokter.com/hiv-aids/gejala

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store