Mengenal Gangguan Psikosomatik

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

207

Rasa cemas atau stres adalah sesuatu yang wajar dialami oleh setiap orang. Namun bila stres atau rasa cemas ini sampai menimbulkan gangguan fisik seperti nyeri hebat pada bagian tubuh tertentu, inilah yang disebut sebagai gangguan psikosomatik.

Gangguan psikosomatik sendiri adalah keluhan fisik yang disebabkan atau diperparah oleh faktor psikologis seperti stres atau rasa cemas. Sebelum pasien ditetapkan dengan diagnosa gangguan psikosomatik, terlebih dahulu akan dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang secara menyeluruh. Apabila hasil dari pemeriksaan ini tidak terdapat masalah apapun, dan pasien masih mengeluhkan hal yang sama maka kemungkinan hal tersebut adalah gangguan psikosomatik.

Gangguan psikosomatik tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tapi juga anak-anak. Penyebab utama gangguan psikosomatik pada anak berawal dari sikap dan hubungan orang tua dengan anak. Kadang kala orang tua kurang memahami hal ini dan tidak menyadari bahwa anaknya mengalami gangguan psikosomatik. Beberapa gejala fisik yang dapat muncul akibat faktor psikologis yaitu :

  1. Sakit perut atau nyeri ulu hati
  2. Sesak napas
  3. Sakit kepala
  4. Jantung berdebar-debar
  5. Gemetar (tremor)
  6. Keringat dingin
  7. Sulit tidur
  8. Tidak nafsu makan

Penderita gangguan psikosomatik umumnya suka “shopping doctor” yaitu suka berganti-ganti dokter sampai benar-benar menemukan dokter yang cocok, mau mengerti dan mendengarkan keluhannya. Pasien tidak terima jika dikatakan dirinya baik-baik saja dan tidak bermasalah, sehingga mencari dokter lain yang dapat memahami kondisi pasien.

Cara membedakan psikosomatis dengan penyakit biasa adalah biasanya gejala psikosomatik dirasakan berulang-ulang dan sering muncul saat orang tersebut memiliki beban pikiran yang berlebihan. Orang dengan psikosomatik, cenderung memiliki keluhan fisik disertai rasa khawatir berlebih atau bahkan kurang terhadap apa yang dikeluhkannya.

Gangguan psikosomatik dapat diatasi atau diringankan dengan beberapa metode terapi dan pengobatan, seperti:

  1. Psikoterapi, salah satunya dengan metode terapi kognitif perilaku.
  2. Latihan relaksasi atau meditasi.
  3. Olahraga
  4. Rajin beribadah
  5. Obat-obatan, seperti antidepresan atau obat penghilang rasa sakit yang diresepkan dokter.

Dalam metode terapi kognitif perilaku, penderita gangguan psikosomatik akan diminta untuk mencari tahu hal apa saja yang dapat memperburuk gejala. Terapi ini bisa membantu meredakan pikiran yang berlebihan, serta menangani perasaan dan perilaku yang berkaitan dengan gejala penyakit yang dialami.

Gangguan psikosomatik adalah gangguan yang berhubungan dengan koneksi antara pikiran dan tubuh. Setiap sel-sel di tubuh kita akan mendengarkan perintah dari pikiran kita, sehingga menjaga hati dan pikiran yang baik tentu akan memberikan kesehatan juga pada tubuh Anda. (RH)

Daftar Pustaka

  1. Mayo clinic staff. 2018. Somatic symptom disorder. Available at https://mayoclinic.org/diseases-conditions/somatic-symptom-disorder/diagnosis-treatment/drc-20377781/
  2. Parekh R, MD, MPH. 2016. What Is Somatic Symptom Disorder. Available at https://psychiatry.org/patients-families/somatic-symptom-disorder/what-is-somatic-symptom-disorder/

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store