Mengenal Kemoterapi, Pengobatan Untuk Kanker

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

16

Anda punya keluarga atau teman yang menderita sakit kanker? Pastilah Anda sudah pernah mendengar istilah kemoterapi. Kemoterapi adalah terapi yang menggunakan obat-obatan untuk mengobati penyakit kanker. Seringkali hanya disebut dengan istilah “kemo” mungkin untuk memudahkan dalam pelafalan dengan singkat. Ini merupakan salah satu dari banyak jenis pengobatan kanker seperti operasi dan terapi radiasi.

Terapi kanker dengan operasi dan radiasi akan membunuh, atau merusak sel-sel kanker pada daerah tertentu saja pada tubuh, sedangkan kemo dapat mencapai seluruh area tubuh. Kemoterapi dapat membunuh sel-sel kanker yang telah menyebar atau metastase, di mana kanker sudah menyebar jauh dari asal tumornya (tumor primer).Jenis pengobatan kemoterapi tentunya tergantung pada jenis dan lokasi kanker serta apakah kanker telah menyebar ke organ lain. Pengobatan kemoterapi juga bergantung pada faktor apakah Anda memiliki masalah kesehatan tertentu.

Kemoterapi merupakan salah satu jenis pengobatan yang digunakan untuk menghancurkan sel kanker yang berbahaya bagi tubuh. Cara kerjanya adalah dengan menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker yang berkembang dan membelah diri dengan cepat. Tergantung kepada jenis kanker dan sudah sampai di stadium berapa.

Adapun manfaat kemoterapi, yaitu:

  • Meringankan gejala

Kemoterapi dapat memperkecil tumor yang mengakibatkan rasa sakit.

  • Mengendalikan
    Kemoterapi dapat mencegah penyebaran, memperlambat pertumbuhan, sekaligus menghancurkan sel kanker yang berkembang ke bagian tubuh yang lain.
  • Menyembuhkan
    Kemoterapi dapat menghancurkan semua sel kanker hingga sempurna dan ini mencegah kekambuhan atau berkembangnya kanker di dalam tubuh kembali.

Beberapa Efek Samping yang dapat Muncul pada saat Kemoterapi

Kemoterapi merupakan pengobatan kanker yang efektif. Terbukti telah menyelamatkan jutaan jiwa. Namun, kemoterapi memiliki efek samping yang tidak kecil. Sulit untuk memprediksi seberapa berat seseorang akan mengalami efek samping dari kemoterapi, sebab tiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap pengobatan tersebut.

Efek samping kemoterapi muncul karena obat-obatan tersebut tidak memiliki kemampuan membedakan sel kanker yang berkembang pesat secara abnormal dengan sel sehat yang secara normal juga memiliki perkembangan pesat. Misalnya sel darah, sel kulit, serta sel-sel yang ada di dalam perut akan mengalami efek negatif akibat kemoterapi. Berikut adalah efek samping yang bisa terjadi akibat kemoterapi:

  • Rambut rontok
  • Nyeri.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Mual dan muntah.
  • Sesak napas dan kelainan detak jantung akibat anemia.Kulit kering dan terasa perih.
  • Pendarahan seperti mudah memar, gusi berdarah, dan mimisan.
  • Sering terkena infeksi.
  • Sulit tidur.
  • Gangguan psikologis seperti depresi, stres, dan cemas.
  • Gairah seksual menurun dan gangguan kesuburan (infertiltas).
  • Rasa lelah dan lemah sepanjang hari.
  • Konstipasi atau diare.
  • Sariawan.

Yang penting untuk diketahui, efek samping kemoterapi tersebut akan segera hilang setelah pengobatan selesai.

Selain itu, efek kemoterapi tidak akan menimbulkan akibat yang berbahaya bagi kesehatan. Meski pada beberapa kasus, efek samping kemoterapi bisa lebih serius dibandingkan yang lain. Misalnya tingkat sel darah putih yang menurun dengan cepat sehingga dapat meningkatkan risiko infeksi.

Sedapat mungkin hindari diri Anda dari orang-orang yang sakit atau terkena infeksi selama menjalani kemoterapi. Jika mengalami gejala seperti demam, diare, muntah-muntah, sulit bernapas, sakit dada atau pendarahan saat menjalani kemoterapi, segera temui dokter. (EDA)

Sumber :


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store