Mengenal Kista Ovarium

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

158

Tiap wanita pasti takut jika mendengar penyakit bernama kista ovarium. Penyakit ini menjadi hal yang menakutkan karena kehadirannya di tubuh bisa berkembang menjadi kanker dan bersifat mematikan.

Pada awalnya, kista ovarium tidaklah berbahaya. Yang membuatnya berkembang menjadi ganas adalah ketika kista ovarium tersebut pecah, ukurannya sangat besar, atau menghalangi suplai darah ke ovarium atau indung telur perempuan.

Cukup banyak wanita yang pernah memiliki kista ovarium. Namun, kista umumnya tidak menyebabkan gejala dan dapat hilang sendiri dalam beberapa bulan. Meskipun demikian, kista yang berukuran besar atau pecah berisiko mengakibatkan gejala serius sehingga perlu ditangani melalui operasi.

Gejala-gejala kista ovarium yang perlu diwaspadai antara lain perdarahan yang lebih banyak daripada biasanya pada saat haid, siklus haid tidak teratur, sulit hamil, rasa nyeri pada tulang panggul, nyeri saat berhubungan seksual, serta kesulitan buang air besar atau buang air kecil.

Jika kista ovarium menyebabkan gejala, Anda kemungkinan akan dirujuk ke dokter spesialis ginekologi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan adalah pemeriksaan organ intim, USG, atau tes darah. Pemeriksaan tersebut dilakukan guna memastikan diagnosis, karena gejala yang terjadi pada kista ovarium dapat pula terjadi pada jenis penyakit organ reproduksi yang lain.

Tidak semua kista memerlukan penanganan medis. Ada jenis kista yang dikenal sebagai ‘kista fungsional’. Kista fungsional berkaitan dengan siklus haid dan umumnya tidak berbahaya. Kista jenis ini dapat hilang dengan sendirinya dalam dua hingga tiga siklus haid. Dengan pemeriksaan yang lengkap, dokter dapat mencari tahu jenis kista yang Anda alami. Dokter juga dapat membantu Anda menilai risiko kista tesebut untuk berkembang menjadi kanker ovarium atau tidak. Bila terdapat risiko, dokter akan menganjurkan Anda untuk melakukan modifikasi faktor risiko yang dapat diubah, misalnya gaya hidup.

Umumnya, kista akan ditindaklanjuti secara medis jika ukurannya besar, menyebabkan nyeri, sering buang air kecil, dan menstruasi terganggu, atau jika dokter merasa kista berisiko bersifat kanker. Beberapa faktor yang menyebabkan kista berpotensi untuk berubah menjadi kanker ovarium antara lain:

  • Telah memasuki masa menopause.
  • Berusia antara 50-60 tahun.
  • Memiliki gen mutasi BRCA1 dan BRCA2.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit kanker ovarium.
  • Menderita kanker payudara.
  • Pernah menjalani terapi hormon setelah menopause.
  • Merokok.
  • Menderita sindrom ovarium polikistik.
  • Pernah mengonsumsi obat untuk meningkatkan kesuburan.
  • Belum pernah hamil.

Jika karena alasan tertentu Anda khawatir akan adanya kista ovarium di dalam tubuh, periksakan diri Anda ke dokter. Dengan diagnosis dini, kista bisa ditangani dengan baik dan risiko komplikasi pun lebih rendah. (EDA/STE)

Sumber:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store