Mengenal Kleptomania

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

197

Kleptomania adalah kondisi kambuhan di mana seseorang mengalami kesulitan menahan keinginan untuk mencuri barang yang umumnya tidak dibutuhkan dan yang biasanya tidak terlalu berguna. Kleptomania adalah gangguan kesehatan jiwa serius yang dapat menyebabkan luka batin mendalam bagi Anda dan orang-orang terdekat jika tidak terobati. Banyak orang dengan kleptomania hidup dalam rahasia karena malu dan takut untuk mencari perawatan kesehatan mental. Meskipun tidak ada obat untuk kleptomania, pengobatan psikoterapi mungkin dapat membantu mengakhiri siklus kompulsif untuk mencuri.

Sampai dengan saat ini, penyebab dari kelainan ini belum diketahui dengan pasti. Namun beberapa teori menyatakan bahwa kondisi ini terjadi akibat adanya perubahan di dalam otak penderita. Kondisi ini bisa dikaitkan dengan masalah-masalah kimiawi otak (neurotransmitter) yang terjadi secara alami dinamakann serotonin. Serotonin membantu mengatur suasana hati dan emosi. Kadar serotonin yang rendah biasanya terdapat pada orang-orang yang cenderung atau memiliki kelakuan yang meledak-ledak. Kleptomania juga dikaitkan pada penyimpangan kecanduan, dan pencurian yang bisa melepaskan dopamin. Dopamin menyebabkan perasaan senang, dan beberapa orang mencari perasaan ini terus-menerus. Penelitian lainnya menemukan bahwa kleptomania bia terjadi setelah seseorang mengalami cedera kepala.

Penderita kleptomania berbeda dengan pencuri yang dilandasi motif criminal, yang membedakan yaitu:

  1. Bagi penderita kleptomania selalu gagal menolak dorongan yang kuat untuk mencuri, meski barang yang dicuri adalah sesuatu yang tidak berharga dan tidak mereka butuhkan. Hal ini berbeda dari pencurian kriminal yang mencuri barang berharga dan bernilai tinggi.
  2. Penderita umumnya merasa cemas dan tegang saat hendak melakukan pencurian, lalu timbul rasa senang dan puas setelah berhasil melakukan aksinya. Kemudian, muncul rasa bersalah, menyesal, malu, dan takut tertangkap. Namun demikian, mereka tetap tidak bisa menahan diri untuk mengulangi perbuatannya.
  3. Penderita kleptomania umumnya melakukan aksinya secara spontan dan seorang diri, berbeda dengan pencuri kriminal yang sering melibatkan orang lain, dan menyusun rencana sebelum mencuri. Barang yang dicuri juga jarang digunakan untuk dirinya sendiri. Penderita kleptomania umumnya membuang barang curian tersebut, atau memberikannya ke teman atau keluarga.
  4. Pencurian yang mereka lakukan juga tidak berhubungan dengan respons terhadap delusi atau halusinasi. Bukan juga karena luapan kemarahan atau balas dendam.

Pengobatan kleptomania umumnya melibatkan obat-obatan dan psikoterapi agar dapat mengontrol gejala yang ada. Obat-obatan yang akan diresepkan oleh dokter yaitu jenis selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI). Obat ini bekerja dengan membuat serotonin bekerja lebih efektif. Serotonin yang bekerja efektif dalam otak bisa membantu mengurangi menstabilkan emosi. Dokter juga bisa memberikan obat opioid antagonist yang berfungsi untuk menurunkan dorongan mencuri dan rasa senang yang timbul setelah mencuri. Selain itu jenis psikoterapi yang umumnya digunakan yaitu terapi perilaku kognitif, dimana metode ini, pasien akan diberikan gambaran mengenai perbuatan yang dia lakukan serta akibat yang bisa diterima, seperti berurusan dengan pihak berwajib. Melalui gambaran tersebut, pasien diharapkan bisa menyadari bahwa pencurian yang dia lakukan merupakan tindakan yang salah. Pasien juga akan diajarkan cara melawan atau mengendalikan keinginan kuatnya dalam mencuri, misalnya dengan teknik relaksasi.

Meskipun penyakit ini susah disembuhkan, namun dengan cara pengobatan diatas setidaknya hal tersebut dapat mencegah kleptomania kambuh. Semoga bermanfaat dan salam sehat. (RA/STE)

Daftar Pustaka

https://hellosehat.com/penyakit/kleptomania/
https://doktersehat.com/definisi-psikologis-kleptomania/


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store