Mengenal Lebih Dekat Insomnia

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

164

Siapa yang tidak pernah mengalami susah tidur? Sepertinya, hampir semua orang di dunia ini pernah mengalami susah tidur. Namun apakah semua keluhan susah tidur perlu diwaspadai?

Gangguan tidur atau dalam bahasa medis lebih dikenal sebagai insomnia, merupakan ketidakmampuan seseorang untuk memperoleh tidur yang baik. Gangguan dalam hal ini tidak terbatas pada ketidakmampuan untuk memulai tidur saja, tetapi juga dapat berbentuk gejala sering terbangun saat tidur, serta kualitas tidur yang tidak nyenyak, sehingga membuat tubuh semakin lelah saat terbangun.

Bila saya memiliki gejala di atas, apakah saya bisa disebut memiliki insomnia?

Seseorang baru dikatakan memiliki insomnia apabila seseorang tersebut mengalami satu dari tiga gelaja di atas selama minimal satu bulan. Selain itu, seseorang dikatakan mengalami insomnia apabila gejala di atas telah mempengaruhi atau mengganggu fungsi sosialnya seperti mengganggu pekerjaan saat pagi dan siang hari akibat mengantuk dan lelah karena kesulitan tidur di malam hari.

Mengapa insomnia dapat terjadi?

Banyak rumor mengatakan bahwa insomnia sangat berhubungan dengan konsumsi kopi atau minuman kafein. Ada juga orang yang mengaitkan insomnia dengan beban pikiran atau stres. Namun, apa saja faktor risiko seseorang dapat mengalami insomnia?

  1. Gangguan fungsi organ seperti jantung dan ginjal

Pada orang dengan penyakit jantung atau ginjal, mereka seringkali terbangun akibat gejala dari kedua penyakit tersebut. Pada penderita penyakit jantung misalnya, sering terbangun akibat sesak saat berbaring, sehingga memerlukan bantal tinggi agar dapat tidur tanpa rasa sesak. Pada penderita penyakit ginjal fase awal, penderita akan seringkali terbangun malam hari karena keinginan kencing meningkat dan ketidakmampuan menahan kencing.

2. Gangguan psikiatrik seperti gangguan psikotik, gangguan depresi, gangguan cemas, atau akibat zat psikoaktif.

3. Jadwal tidur yang tidak stabil

Tubuh memiliki kemampuan untuk beradaptasi pada keadaan yang ada. Akan tetapi, tubuh memerlukan waktu agar dapat membentuk pola tidur yang teratur dan baik. Jadwal tidur atau beristirahat yang berantakan, misalnya akibat jadwal pekerjaan pagi dan malam, seringkali menjadi pemicu terjadinya insomnia.

4. Penggunaan alkohol, kafein, atau zat adiktif lain yang berlebihan

Tenyata mengonsumsi kopi atau teh yang mengandung kafein juga bisa menjadi faktor risiko seseorang mengalami insomnia. Apabila Anda ingin sembuh atau terhindar dari insomnia, Anda dapat mencoba mengurangi konsumsi minuman atau makanan penyebab insomnia. Atau, apabila Anda masih ingin mengonsumsi makanan atau minuman di atas, sebaiknya Anda tidak mengonsumsinya kurang dari dua jam sebelum Anda tidur, agar tidak menimbulkan efek yang mengganggu tidur Anda. Anda juga dapat menggantinya dengan segelas susu yang hangat, yang terbukti dapat memberikan rasa nyaman dan membantu mempercepat proses memulai tidur.

5. Efek samping obat atau penyakit lain yang lebih serius seperti infeksi pada otak, stroke, dan penyakit Alzheimer.

Apabila Anda ragu, apakah obat yang Anda konsumsi atau penyakit yang Anda miliki saat ini berpengaruh dengan insomnia yang Anda alami, Anda dapat menanyakannya kepada Dokter agar memperoleh penanganan yang sesuai.

Apakah insomnia dapat disembuhkan?

Insomnia merupakan penyakit yang dapat diobati dan disembuhkan. Mulai dari melakukan sleep hygiene atau persiapan tidur agar tidur menjadi lebih nyaman, hingga konsumsi obat-obatan yang dapat memicu kantuk untuk sementara waktu. Sleep hygiene yang dapat Anda coba lakukan di rumah antara lain:Membatasi tidur siang hari hanya 30 menit saja

  1. Hindari konsumsi kopi (kafein) dan rokok (nikotin) menjelang waktu tidur
  2. Berolahraga ringan, 10 menit setiap hari
  3. Hindari makanan yang berat dan berlemak seperti gorengan, hidangan pedas, buah jeruk, serta minuman bersoda
  4. Menetapkan rutinitas tidur santai yang teratur, misalnya tidur setelah mandi air hangat, atau peregangan ringan
  5. Hindari membaca buku atau bermain handphone sambil berbaring saat tidak dapat tidur, karena aktivitas tersebut dapat meransang otak untuk tetap terjaga
  6. Menggunakan kasur hanya untuk tidur, tidak untuk melakukan aktivitas seperti belajar, menyelesaikan pekerjaan, atau aktivitas lain yang membuat terjaga
  7. Memastikan lingkungan tidur menyenangkan seperti menjaga kamar tetap rapi, membuat udara menjadi sejuk, mematikan lampu, mematikan handphone atau menjauhkan handphone

Apabila Anda masih merasakan gejala insomnia setelah mencoba melakukan sleep hygiene, Anda dapat melakukan konsultasi pada Dokter untuk penanganan yang terbaik. (MEG/STE)

Sumber:

  • Panduan Pelayanan Kesehatan Primer.2017.Sub bab Insomnia. Jakartaa: Kementrian Kesehatan

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store