Mengenal Melasma Lebih Dekat

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

184

Macam-macam warna kulit manusia dipengaruhi oleh zat pigmen tubuh yang disebut melanin. Melanin juga turut berperan dalam memberi warna rambut dan mata. Jika melanin dalam tubuh terlalu banyak, maka warna tubuh akan semakin gelap. Begitu pula sebaliknya, jika tubuh memproduksi sedikit melanin maka warna kulit pun menjadi lebih pucat.

Salah satu bentuk gangguan pigmentasi kulit yang disebabkan oleh peningkatan produksi melanin adalah melasma. Melasma adalah masalah kulit ketika timbul bercak-bercak hitam di kulit pipi, dahi, batang hidung, dagu, leher, dan tangan. Melasma bisa muncul di area tubuh yang sering terkena sinar matahari, dan lebih umum terjadi pada wanita, meskipun bisa juga terjadi pada pria.

Hingga saat ini penyebab pasti melasma belum diketahui secara jelas. Beberapa dugaan menyebutkan bahwa melasma disebabkan oleh:

  • Paparan sinar matahari

Radiasi sinar ultraviolet pada matahari akan menstimulasi produksi sel-sel pigmen atau melanosit di kulit. Hal ini akan menyebabkan proses pembentukan melanin sehingga terjadi hiperpigmentasi.

  • Pengaruh hormonal

Wanita hamil, pengguna kontrasepsi hormonal seperti kb pil, ataupun pasien yang menjalani terapi hormonal diketahui lebih mungkin mengalami melasma.

  • Stres

Pelepasan hormon yang menstimulasi melanosit akibat pengaruh stres, menguatkan dugaan jika melasma juga dipengaruhi stres.

  • Kosmetik dan obat-obatan yang mengandung agen fototoksik seperti pada obat-obatan anti-epilepsy

Adapun gejala melasma pada kulit wajah yaitu:

  • Berada pada lokasi tertentu (predileksi)

Umumnya terdapat pada wajah ataupun bagian tubuh lain yang sering terpapar sinar matahari.

  • Perubahan warna

Bercak yang muncul berwarna lebih gelap daripada warna kulit aslinya.

  • Tidak nyeri

Perubahan warna ini tidak menimbulkan rasa nyeri atau tak nyaman secara fisik, namun pasien cenderung merasa tidak percaya diri.

Penanganan Melasma

Pada beberapa wanita, melasma bisa hilang dengan sendirinya. Kondisi ini terjadi ketika melasma disebabkan karena kehamilan atau pil KB. Namun adapula pasien yang perlu waktu lama untuk bisa benar-benar sembuh dari gangguan kulit ini.

Pengobatan melasma dapat dilakukan dengan:

  1. Obat-obat topical.

Obat topikal atau yang digunakan secara lokal pada daerah tertentu, berfungsi untuk menghambat pembentukan pigmen dan mengangkat melanin. Beberapa obat yang digunakan untuk menangani melasma, adalah: Hidrokuinon, Arbutin, Asam Azeleik, ataupun Retinoid.

  1. Chemical peeling

Cara ini merupakan suatu prosedur menggunakan suatu zat kimia tertentu untuk mengelupas lapisan luar kulit yang terkena melisma.

  1. Laser

Berkembangnya teknologi laser menyebabkan banyak kelainan hiperpigmentasi pada kulit dapat diobati. Pengobatan dengan laser dapat mengenai langsung jaringan target tanpa merusak jaringan sekitar.

Selain beberapa jenis pengobatan diatas, cara sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi gejala adalah dengan menggunakan tabir surya, menghindari stres dan sebisa mungkin menghentikan penggunaan obat-obatan hormonal. Merawat kulit sangat disarankan agar kesehatannya tetap terjaga. Jika di kulit Anda tiba-tiba muncul bercak hitam atau putih dengan ukuran yang cepat meluas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (RH/STE/CM)

Daftar Pustaka

  1. Lyford W.H. 2018. Melasma. Available at https://emedicine.medscape.com/article/1068640-overview
  2. Nicolaidou E, Katsambas AD. Pigmentation disorders: hyperpigmentation and hypopigmentation. Clinics in Dermatology 2014; 32: 66-72.

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store