Mengenal Migraine

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

137

Migraine merupakan gangguan nyeri kepala berulang, serangan berlangsung selama 4 – 72 jam dengan ciri khas berlokasi disalah satu sisi kepala, nyeri terasa berdenyut, intensitas sedang atau berat, diperberat oleh aktivitas fisik rutin, dan dapat disertai dengan mual.

Banyak faktor yang dapat menjadi pemicu serangan migraine, seperti faktor hormonal (menstruasi, ovulasi, dan kontrasepsi oral), terlalu banyak konsumsi alkohol, daging berlemak, makanan dengan monosodium glutamate, cokelat, keju yang sudah lama/basi, tidak makan sama sekali, puasa, minum minuman mengandung kafein, kondisi psikologis (stres, kondisi setelah stress, liburan akhir minggu, cemas, takut, dan depresi), lingkungan fisik (cahaya menyilaukan, cahaya terang, sinar berpijar, bau yang kuat, perubahan cuaca, suara bising, dan ketinggian). Faktor lain juga yang dapat berkontribusi adalah kurang tidur, terlalu banyak tidur, konsumsi obat-obatan tertentu, trauma kepala, serta kelelahan.

Bagaimana cara migraine ditangani?

Manajemen migraine secara umum dibedakan menjadi terapi obat-obatan dan nonobat-obatan. Tidak perlu resep obat dokter bila serangan migraine jarang-jarang dan dengan mudah dihilangkan dengan tidur. Studi terbaru juga menunjukkan bahwa makanan sehat dapat membantu untuk mengurangi migraine. Makanan alami yang tidak mengandung bahan pengawet atau perasa buatan ialah solusi Anda mengurangi sakit kepala sebelah.

Namun, adapula makanan yang dapat memicu migraine. Anda penderita migraine harus membatasi konsumsi makanan seperti telur, tomat, bawang, produk susu, gandum termasuk pasta dan roti, buah yang masam, makanan yang mengandung kafein, makanan yang mengadung MSG, makanan yang mengandung aspartam, cokelat, serta keju. Sedangkan makanan untuk menghilangkan migraine termasuk labu, ubi jalar, wortel, bayam, air mineral, beras merah, ceri, serta pemanis atau rasa alami seperti sirup maple dan ektra vanili.

Migraine tergolong penyakit yang umum terjadi sehingga kerap kali dianggap sebagai penyakit yang tidak perlu ditangani secara khusus. Meski begitu, Anda tetap disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter jika mengalami serangan migraine lebih dari lima hari dalam sebulan atau jika rasa sakit yang ditimbulkan sudah tidak dapat ditangani dengan obat-obatan yang dijual bebas di pasaran. Tidak disarankan untuk mengonsumsi terlalu banyak obat pereda rasa sakit secara terus-menerus karena nantinya dapat mempersulit penyembuhan sakit kepala.

Sakit kepala tertentu juga dapat merujuk kepada penyakit serius lainnya, seperti stroke atau meningitis. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Sakit kepala sangat parah yang terjadi secara tiba-tiba dan belum pernah dirasakan sebelumnya.
  • Lengan dan/atau satu sisi wajah atau seluruh wajah, terasa lemas, atau lumpuh.
  • Sakit kepala yang bersamaan dengan demam, leher kaku, kebingungan, kejang, penglihatan ganda, dan ruam kulit.
  • Bicara dan gerak bibir yang sulit dimengerti.

Jika Anda mengalami atau melihat seseorang mengalami gejala-gejala di atas, segera bawa ke rumah sakit atau hubungi ambulans. (EDA/STE)

Smber:

  • Anurogo D. Penatalaksanaan Migraine. CKD-198/vol.39 no.10. 2012
  • Suharjanti I. Strategi Pengobatan Akut Migraine. Continuing Medical Education. Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya.
  • Migraine. https://www.alodokter.com/migraine

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store