MENGENAL NARKOBA SINTETIS BLUE SAFIR

46

Blue safir adalah senyawa sintetis (buatan manusia) dari narkoba jenis katinon. Katinon sendiri yaitu senyawa bersifat stimulan yang ditemukan pada tanaman semak bernama khat. Tanaman semak ini tumbuh di daerah padang rumput di Afrika bagian timur dan di negara-negara Arab bagian selatan. Di daerah asalnya, daun khat sering dikunyah untuk mendapatkan efek stimulan, mirip seperti tradisi menyirih di Indonesia.

Katinon ini akan diracik lagi dengan bahan-bahan kimia lainnya di laboratorium sehingga menghasilkan zat psikoaktif sintetis baru bernama 4-klorometkatinon (4-CMC) yang dipasarkan dengan nama blue safir. Produk sintetis ini justru lebih berbahaya dari katinon sederhana yang terkandung dalam tanaman khat. Narkoba sintetis jenis katinon akhir-akhir ini semakin marak beredar karena harganya relatif lebih murah dari narkoba pada umumnya.

Untuk menghindari distribusi dan penggunaan narkoba baru ini, Anda harus paham seperti apa ciri-cirinya. Menurut BNN, blue safir biasanya diedarkan dalam botol dalam bentuk cairan yang warnanya biru seperti batu safir. Namun, BNN juga menemukan variasi lain narkoba 4-CMC dalam bentuk cairan berwarna bening, cokelat, dan kuning. Sejauh ini, pengedar narkoba menjual produk ini dengan cara mencampurkannya ke dalam minuman. Baik itu minuman beralkohol maupun tidak. Minuman dengan campuran 4-CMC dikenal dengan sebutan Snow White.

Selain berbentuk cairan biru, narkoba sintetis 4-CMC juga mungkin beredar dalam bentuk serbuk kristal putih yang sangat mirip seperti garam mandi. Bentuk aslinya yaitu bongkahan kristal seperti sabu (meth).

Blue safir adalah obat stimulan psikoaktif yang bisa memberikan efek mirip dengan sabu. Pengedar mungkin menjanjikan efek yang menyenangkan seperti lebih bersemangat, lebih berenergi, dan bisa membuat Anda merasa lebih ringan. Jika dikonsumsi, obat terlarang ini akan menimbulkan efek sebagai berikut:

  • Euforia
  • Halusinasi
  • Paranoia (ketakutan berlebihan)
  • Kegelisahan
  • Serangan panik
  • Semangat dan aktif
  • Percaya diri
  • Takikardi (jantung berdebar cepat)

Blue safir juga sangat mengancam nyawa karena bisa menyebabkan tekanan darah melonjak naik, kegagalan fungsi hati, gagal ginjal, dehidrasi, kejang, hingga koma. Obat ini juga diketahui dapat memunculkan keinginan untuk bunuh diri. Di seluruh dunia, termasuk Indonesia, blue safir telah menelan banyak korban tewas.

Jika Anda atau orang terdekat Anda menyalahgunakan narkoba sintetis ini, segera cari bantuan petugas medis atau kunjungi panti rehabilitasi terdekat agar segera mendapat penanganan yang lebih tepat. (RD)

Sumber:

  1. Badan Narkotika Nasional (BNN). 4-chloromethcathinone (Clephedrone). Available athttp://dedihumas.bnn.go.id/read/section/faq-dedi/2017/02/14/2396/4-chloromethcathinone-clephedrone
  2. Synthetic cathinones “bath salts”. 2018. Available at https://www.drugabuse.gov/publications/drugfacts/synthetic-cathinones-bath-salts
  3. Effects of cathinones abuse. Available at http://www.narconon.org/drug-abuse/cathinones-effects.html