Mengenal Nyeri Ovulasi

18

Nyeri saat haid mungkin sudah biasa dialami oleh setiap wanita, namun bagaimana jadinya bila nyeri tersebut dialami bukan saat haid melainkan saat masa subur? Ya, nyeri saat ovulasi atau saat sel telur dilepaskan oleh indung telur selama masa subur dapat terjadi.

Mittelschmerz merupakan istilah dalam bahasa Jerman yang berarti sakit di tengah. Istilah ini dipakai untuk menggambarkan rasa sakit di tengah-tengah siklus haid, yaitu sekitar 14 hari sebelum dimulai. Rasa nyeri ini biasanya muncul di perut bagian bawah, di salah satu sisi perut atau panggul saja. Lokasi nyeri biasanya bergantung pada indung telur mana yang melepaskan sel telur selama siklus berlangsung.

Saat ovulasi, indung telur akan membengkak dan satu sisinya akan pecah untuk melepaskan sel telur. Kondisi ini biasanya dipicu oleh Luteinizing Hormone (LH) dalam tubuh. Setelah sel telur dilepaskan, tuba fallopi atau saluran dari indung telur ke rongga rahim akan berkontraksi untuk menangkap sel telur ini. Pada saat salah satu sisi indung telur pecah, darah dan cairan dari indung telur yang pecah ini bisa masuk ke rongga perut dan panggul. Kondisi ini bisa membuat rongga perut dan panggul mengalami iritasi yang memicu munculnya rasa sakit saat ovulasi. Selain itu, ada juga masalah kesehatan lain yang bisa memicu nyeri ovulasi contohnya seperti kista ovarium, endometriosis, infeksi dan penyakit menular seksual, serta kehamilan diluar kandungan (ektopik).

Untuk mengetahui apakah yang Anda alami adalah mittelschmerz atau bukan, buatlah catatan khusus kapan rasa nyeri ini datang. Jika terjadi di tengah siklus haid dan hilang tanpa pengobatan, kemungkinan besar hal ini adalah nyeri ovulasi. Tanda dan gejala nyeri ovulasi meliputi:

  • Demam
  • Kram dan nyeri di perut bagian bawah
  • Nyeri terjadi tiba-tiba dan terasa seperti ditusuk-tusuk
  • Keputihan atau perdarahan vagina ringan
  • Mual dan muntah

Nyeri akibat ovulasi biasanya akan hilang dalam waktu 24 jam. Karena itu, sebenarnya tidak memerlukan perawatan khusus untuk kondisi ini. Obat-obatan penghilang rasa sakit yang dijual bebas di pasaran, seperti ibuprofen dan acetaminophen biasanya cukup efektif untuk membantu meredakan nyeri. Mengompres perut dengan air hangat juga bisa membantu mengurangi rasa nyeri. Selain itu, bisa juga dengan berendam atau mandi air hangat untuk merilekskan perut yang terasa nyeri.

Ingatlah bahwa sangat penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai sakit yang dialami. Karena itu, segeralah periksakan diri ke dokter apabila nyeri yang dirasakan sudah tidak tertahankan dan disertai dengan bebrapa gejala, seperti demam, muntah, ruam pada daerah perut serta nyeri saat BAK. Hal ini untuk menghindari masalah kesehatan lain yang mungkin terjadi selain hanya sekedar nyeri ovulasi biasa. (RD/STE)

Sumber:

  1. Painful Ovulation (Mittelschmerz). 2018. Available at https://www.webmd.com/women/guide/mittelschmerz-pain#1
  2. Why Ovulation Pain Shouldn’t Be Ignored. 2018. Available at https://www.healthline.com/health/pregnancy/ovulation-pain