Mengenal Obat Untuk Jerawat

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

138

Hampir semua orang mungkin pernah punya jerawat. Sebenarnya, apa sih jerawat itu? Jerawat yang dalam bahasa medis disebut dengan acne vulgaris, adalah suatu kondisi kulit yang terjadi saat folikel rambut Anda tersumbat dengan kulit mati dan minyak, yang dapat mengakibatkan peradangan.

Jerawat sangat sering terjadi dan dapat terjadi pada semua usia. Seringnya, jerawat terjadi pada remaja yang sedang mengalami pubertas. Meski begitu, jerawat saat dewasa juga sering terjadi. Hal ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Jangan sembarang pilih obat jerawat sebelum Anda berkonsultasi dengan untuk mengetahui informasi lebih lanjut.

Apa saja pilihan obat jerawat yang bisa saya gunakan?

Biasanya, obat jerawat akan diberikan sesuai dengan masing-masing kondisi. Obat jerawat diberikan dalam sebuah terapi yang memiliki jangka waktu dan aturan tertentu. Terkadang dokter Anda akan menggabungkan beberapa pendekatan untuk mengobati secara efektif dan menghindari “toleransi obat”, karena bakteri pada obat jerawat dapat kebal obat. Anda dapat mengobati jerawat dengan menggunakan krim dan obat.

Jerawat ringan

Untuk jerawat yang ringan (whiteheads, blackheads, atau bintil merah kecil), terapi yang dapat dilakukan yaitu:

  • Cuci muka Anda dengan air hangat dan pembersih muka ringan
  • Gunakan pelembap yang mengandungbenzoyl peroxide
  • Gunakan pelembap yang mengandungasam salisilat

Jika metode di atas tidak berpengaruh, Anda harus menjumpai dokter. Dokter Anda akan meresepkan obat–obatan yang lebih kuat untuk kulit Anda. Dokter Anda dapat meresepkan krim topikal atau antibiotik oral untuk mengobati jerawat Anda.

Jerawat dengan tanda radang

Untuk jerawat yang merah, bengkak, dan terasa nyeri, Anda dapat:

  • Menggunakan benzoyl peroxide.
  • Tanyakan dokter Anda jika Anda memiliki jerawat kistik atau bernanah.
  • Menggunakan krim antibiotik atau dari resep dokter.
  • Menggunakan retinoid.
  • Menggunakan asam azelaic.
  • Antibiotikoral atau retinoid (isotretinoin) dari resep dokter. Inilah terapi yang biasanya digunakan jika metode di atas tidak efektif. Karena retinoid dan antibiotik memiliki efek samping, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi obat ini tanpa anjuran dokter.

Terkadang jerawat harus diobati dengan obat–obatan poten atau kombinasi topikal dan oral. Masalah kulit ini sering meninggalkan bekas. Oleh karena itu, dokter Anda dapat meresepkan kombinasi obat krim dan oral untuk mencegah bekas jerawat.

Ada beberapa metode untuk menghilangkan bekas jerawat seperti terapi laser dan obat salep. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut dan terapi yang tepat untuk bekas jerawat.

Sebagian besar terapi jerawat dilakukan selama 6-8 minggu. Beberapa metode dapat memperburuk jerawat Anda sebelum sembuh. Beberapa pil KB dipercaya dapat menjadi obat jerawat yang ampuh, karena membantu mengontrol jerawat. Pil KB mengendalikan kadar androgen dalam tubuh Anda, hormon yang menyebabkan jerawat. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk terapi yang tepat bagi Anda.

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi jerawat:

  • Mengonsumsi makanan sehat, olahraga teratur, dan minum banyak air (minimal 1.5 liter/hari) dapat membantu pengeluaran cairan subkutan dan meningkatkan metabolisme tubuh.
  • Bersihkan wajah Anda dengan lembut minimal 2 kali/hari dengan pembersih khusus.
  • Tidur cukup untuk mempertahankan hormon Anda.
  • Menjaga kebersihan tangan untuk menghindari penyebaran bakteri dan kotoran dari tangan ke jerawat, mencegah jerawat semakin memburuk.
  • Obat – obatan atau krim dari dokter Anda.
  • Menghindari kosmetik iritan. Anda harus menggunakan kosmetik yang sesuai, sunscreen, dan shampo yang tidak mengandung minyak dan tertulis tidak menyebabkan jerawat pada labelnya.
  • Jika Anda teriritasi oleh sinar matahari, solusi terbaik yaitu menghindari paparan sinar matahari secara langsung pada jerawat Anda. Anda harus menggunakan sunscreen bebas minyak. Anda dapat menanyakan pada apoteker atau dokter mengenai krim yang sesuai untuk jerawat Anda.
  • Jangan memencet jerawat karena hal ini dapat meyebabkan bekas atau menyebarkan radang. Dokter Anda akan membantu mengeluarkan jerawat Anda saat dibutuhkan.
  • Pergi ke dokter jika jerawat bertambah buruk atau meninggalkan bekas setelah diterapi. (EDA/STE/CM)

Sumber:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store