Mengenal Penyakit Anthrax

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

152

Anthrax adalah penyakit serius dan langka yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Biasanya bakteri ini menjangkiti hewan ternak dan hewan-hewan yang dipakai dalam permainan, seperti rodeo, karapan sapi, atau adu domba. Bakteri B. anthracis memproduksi spora yang dapat menyebarkan infeksi.

Penularan kepada manusia dapat terjadi dengan menghirup spora anthrax atau mengonsumsi daging hewan berpenyakit anthrax. Sampai saat ini tidak ada bukti medis yang menunjukkan bahwa bakteri penyebab anthrax dapat menular antar manusia. Namun orang yang sehat memiliki kemungkinan tertular jika dia memiliki luka di kulit yang bersentuhan secara langsung dengan luka yang ada pada kulit penderita anthrax.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terinfeksi anthrax adalah:

  • Bersentuhan dengan kulit atau bulu hewan di kawasan berisiko anthrax.
  • Melakukan studi yang berkaitan dengan anthrax di laboratorium.
  • Mengurusi hewan-hewan (rodeo, karapan sapi, adu domba).
  • Menggunakan narkoba suntik, seperti heroin.
  • Memiliki pekerjaan sebagai dokter hewan, khususnya yang menangani hewan ternak.
  • Beraktivitas di kawasan yang berisiko tinggi terpapar anthrax.

Gejala penyakit antraks tergantung tipe infeksi dan dapat dimulai kapan saja, dari 1 hari hingga lebih dari 2 bulan untuk muncul. Penyakit sapi gila ini bisa terbagi dalam 3 jenis infeksi.

  1. Penyakit anthrax kulit

Penyakit anthrax jenis ini menyerang kulit. Bakteri biasanya memasuki tubuh melalui kulit terbuka atau luka. Benjolan merah kecoklatan yang gatal dan tidak nyeri muncul 1-12 hari setelah paparan.

Kebanyakan benjolan muncul di daerah wajah, leher, lengan, atau tangan. Benjolan ini membentuk lenting yang akhirnya pecah dan membentuk koreng hitan dengan bengkak di sekitarnya. Kelenjar getah bening terdekat dapat membesa dan terasa sakit. Penderita juga terkadang megalami nyeri otot, sakit kepala, demam, mual dan muntah.

  1. Penyakit anthrax inhalasi

Anthrax jenis ini menyerang paru-paru. Bakteri dapat memasuki paru-paru saat Anda menghirup spora. Gejala awalnya mirip dengan flu namun akan memburuk dengan cepat.

  • Demam dan menggigil
  • Berkeringat (sering basah)
  • Nyeri badan
  • Lelah berlebih
  • Sakit kepala, pusing, atau pening
  • Rasa tidak nyaman pada dada, seperti sesak dan batuk
  • Mual, muntah atau nyeri perut

Jika tidak diterapi, anthrax jenis ini sangat fatal. Jika Anda mengalami gejala di atas, hubungi dokter Anda segera.

  1. Penyakit anthrax Gastrointestinal

Anthrax gastrointestinal jarang terjadi. Anthrax ini menyerang sistem pencernaan. Anda dapat terkena anthrax ini dengan makan daging yang terkontaminasi. Gejala anthrax gastrointestinal yaitu:

  • Leher atau kelenjar di leher membengkak
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri menelan
  • Suara serak
  • Mual dan muntah, khususnya muntah darah
  • Diare atau BAB berbdarah
  • Nyeri perut
  • Perut membesar

Dapatkah anthrax dicegah?

Untuk mencegah tertular anthrax, disarankan untuk mengonsumsi daging yang dimasak matang dan menghindari kontak dengan hewan yang terinfeksi. Anthrax juga dapat dicegah dengan pemberian vaksin anthrax. Namun vaksin ini tidak diperuntukan bagi umum, serta tidak disarankan untuk anak-anak dan lanjut usia. Hingga saat ini, vaksin ini hanya direkomendasikan untuk anggota militer, para ilmuwan yang meneliti tentang anthrax, dan orang-orang dengan profesi yang berisiko tinggi terkena penyakit ini. (EDA)

Sumber:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store