Mengenal Penyakit Batu Kandung Kemih

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

14

Batu kandung kemih atau bladder calculi adalah batu yang terbentuk dari endapan mineral yang ada di dalam kandung kemih. Ukuran batu kandung kemih sangat bervariasi dan semua orang punya resiko untuk menderita kondisi ini. Namun, laki-laki lanjut usia (biasanya diatas usia 52 tahun) lebih sering mengalaminya, terutama mereka yang menderita pembesaran prostat.

Saluran kencing bisa tersumbat oleh batu kandung kemih. Terhalangnya saluran kencing tersebut bisa menyebabkan penderita merasakan nyeri saat berkemih, kesulitan berkemih, atau tidak bisa berkemih sama sekali. Biasanya, penderita memerlukan bantuan dokter untuk mengeluarkan batu kandung kemih dari tubuh. Namun, jika batu tersebut berukuran kecil, dapat keluar dengan sendirinya bersama kencing.

Batu kandung kemih disebabkan karena pengosongan kandung kemih yang tidak baik, sehingga kencing tertinggal dalam kandung kemih. Akibatnya mineral dalam kencing (terutama kencing yang pekat) dapat saling menempel dan mengeras hingga membentuk kristal dan akhirnya batu. Keadaan medis yang meningkatkan faktor resiko pembentukan batu kandung kemih, seperti:

  • Pembesaran prostat
  • Neurogenic bladder(kerusakan saraf yang menyebabkan pengosongan kandung kemih kurang baik)
  • Kelemahan pada dinding kandung kemih
  • Diverticula kandung kemih (pembentukan ’kantung’ pada dinding kandung kemih)
  • Diet (pola makan tinggi lemak, gula dan garam juga rendah vitamin A dan B)
  • Kurang minum (menyebabkan kencing pekat)

Batu kandung kemih dapat dirasakan oleh penderitanya ketika batu tersebut menyumbat saluran kencing atau melukai dinding kandung kemih. Beberapa gejala yang mungkin timbul, seperti:

  • Rasa nyeri saat buang air kecil
  • Darah dalam kencing
  • Kencing terlihat lebih pekat dan gelap
  • Kesulitan buang air kecil
  • Merasa ingin selalu buang air
  • Buang air kecil tidak lancar atau tersendat-sendat
  • Perut bagian bawah terasa nyeri

Untuk penanganan batu kandung kemih, ada dua jenis pengobatan yang bisa dilakukan, yaitu:

  1. Obat-obatan. Dokter dapat memberikan obat jenis basa agar dapat melarutkan batu yang bersifat asam.
  2. Pembedahan. Dilakukan pada kasus dengan batu yang terlalu besar, terlalu keras, ataupun saluran kemih yang kecil (misalnya pada anak-anak).

Untuk mencegah terbentuknya batu kandung kemih, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Berkemih secara teratur, jangan menahan BAK
  • Jika berkemih terasa tidak tuntas, jangan ragu untuk kembali mencoba buang air kecil 10–20 detik setelah usaha berkemih yang pertama
  • Hindari sembelit / konstipasi
  • Minum setidaknya 2 – 3 liter cairan perhari untuk mengurangi kepekatan kencing.

Karena air putih mampu melarutkan endapan mineral dalam kandung kemih, sangat disarankan agar banyak minum air putih untuk mencegah pembentukan batu kandung kemih. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui jumlah konsumsi air yang cukup, sesuai dengan ukuran tubuh, aktivitas, usia, serta kondisi kesehatan. (REG)

Daftar Pustaka

  1. Bladder stones. 2018. Available at https://www.nhs.uk/conditions/bladder-stones/
  2. Basler J. Bladder stones treatment and management. 2017. Available at https://emedicine.medscape.com/article/2120102-treatment

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store