MENGENAL PENYAKIT GINJAL POLIKISTIK

34

Penyakit ginjal polikistik (Polycystic Kidney Disease) adalah suatu kelainan genetik yang menyebabkan banyaknya kista yang tumbuh di ginjal. Kista ginjal adalah kantung abnormal yang berisi cairan. Kondisi ini dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis yang akan menyebabkan penurunan fungsi ginjal dari waktu ke waktu dan dapat menyebabkan gagal ginjal.

Banyak orang hidup dengan penyakit polikistik ginjal selama bertahun-tahun tanpa mengalami gejala apa pun. Biasanya, gejala yang muncul juga bergantung pada ukuran kista. Gejala umumnya muncul setelah kista bertumbuh sebesar 1 sentimeter atau lebih. Beberapa gejala umum yang dikaitkan dengan penyakit ini, meliputi:

  • Nyeri atau sakit di perut
  • Darah dalam urin
  • Sering buang air kecil
  • Nyeri di samping tubuh
  • Infeksi saluran kemih
  • Batu ginjal
  • Nyeri atau berat di punggung
  • Kulit yang mudah memar
  • Warna kulit pucat
  • Kelelahan
  • Nyeri sendi

Kelainan gen merupakan penyebab terjadinya penyakit ini. Dengan kata lain, penyakit ini menurun dalam keluarga. Meski jarang terjadi, mutasi genetik dapat menjadi penyebab kista ginjal polikistik. Terdapat dua jenis utama penyakit ginjal polikistik, yang disebabkan oleh kelainan genetik yang berbeda, yaitu:

  1. Autosome Dominant Polycystic Kidney Disease (ADPKD)

Tanda dan gejala ADPKD sering muncul diantara usia 30 – 40 tahun. Hanya dibutuhkan salah satu orangtua yang memiliki penyakit ini sehingga bisa menurunkan kepada anak-anaknya. Kemungkinan anak terkena penyakit ini apabila salah satu orangtua memilikinya adalah sebesar 50%. Jenis ini berkontribusi sebesar 90% terhadap terjadinya penyakit ginjal polikistik.

  • Autosome Recessive Polycystic Kidney Disease (ARPKD)

Jenis ini jauh lebih jarang terjadi dibandingkan ADPKD. Tanda-tanda dan gejalanya sering muncul segera setelah kelahiran. Terkadang, gejala tidak muncul hingga akhirnya masa kanak-kanak atau remaja.

Untuk mendiagnosis penyakit ini, tes-tes tertentu dapat mendeteksi ukuran dan jumlah kista ginjal dan dapat mengevaluasi jumlah jaringan ginjal yang sehat. Beberapa tes yang dapat dilakukan, seperti pemeriksaan USG, CT scan maupun MRI.

Tujuan dari dilakukannya pengobatan polikistik ginjal adalah mengatasi gejala yang muncul dan mencegah komplikasi. Beberapa pilihan pengobatan dapat meliputi pemberian obat anti nyeri, antibiotik, diuretik (pil air) untuk membantu mengeluarkan kelebihan cairan dalam tubuh, melakukan diet rendah garam serta prosedur operasi. Untuk stadium lanjut yang menyebabkan gagal ginjal, mungkin diperlukan dialisis dan transplantasi ginjal.

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit polikistik ginjal adalah melalui pola makan. Orang dengan penyakit ginjal jenis apa pun, termasuk penyakit ginjal polikistik, harus berkonsultasi pada ahli gizi mengenai makanan yang boleh dan yang menjadi pantangan. Selalu konsultasikan mengenai penyakit Anda dengan dokter untuk mendapat solusi terbaik. (RD)

Sumber:

  1. Polycystic kidney disease. 2018. Available at http://www.healthline.com/health/polycystic-kidney-disease#Overview1
  2. Polycystic kidney disease. Available at http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/polycystic-kidney-disease/basics/tests-diagnosis/con-20028831