MENGENAL PENYAKIT MOLUSKUM KONTAGIOSUM

14

Moluskum kontagiosum adalah infeksi pada lapisan atas kulit yang disebabkan oleh virus pox. Virus ini merupakan virus yang serupa namun tak sama dengan virus penyebab cacar. Penyakit ini biasanya ditandai dengan tumbuhnya bintil seukuran biji kacang hijau pada permukaan kulit. Bintil ini biasanya terasa agak keras.

Moluskum kontagiosum dapat terjadi pada siapa saja, akan tetapi kelompok usia yang paling rentan terkena moluskum kontagiosum adalah anak-anak dan remaja. Orang dewasa yang aktif secara seksual pun berisiko terkena kondisi ini, karena virus penyebab penyakit ini dapat menular melalui hubungan seksual.

Tidak hanya itu, moluskum kontagiosum juga dapat dialami oleh orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah misalnya orang – orang yang memiliki HIV/AIDS, kanker, atau sedang dalam pengobatan obat – obat yang menurunkan sistem pertahanan tubuh. Mouskum kontagiosum juga dapat terjadi pada mereka yang memiliki kondisi kulit yang mendasari, seperti dermatitis atopik atau alergi yang ditandai dengan ruam kemerahan pada kulit akibat paparan zat atau makanan tertentu.

Lesi pada moluskum kontagiosum dikenal sebagai moluska, merupakan lesi berbentuk kubah yang timbul pada kulit. Lesi ini dapat berwarna putih, merah muda atau serupa dengan warna kulit, dan disertai dengan adanya lesung atau lubang pada bagian tengahnya. Lesi moluska ini umumnya berukuran kecil dengan diameter sekitar 2 hingga 5 milimeter.

Gejala penyakit moluskum kontagiosum antara lain: 

  • Munculnya bintil-bintil pada permukaan kuli.
  • Umumnya bintil tersebut kecil (seukuran biji kacang hijau)
  • Puncak bintil terlihat seperti cekungan, bahkan ada yang seperti memiliki titik
  • Beberapa bintil ada yang terasa gatal
  • Bintil mudah menyebar ke area kulit lainnya dan mudah menular pada orang lain
  • Jika pecah, akan keluar cairan putih kekuningan. Cairan ini dapat menularkan penyakit ini
  • Kadang-kadang ketika akan sembuh, bintil bisa menyebabkan kulit menjadi kemerahan dan mengalami pembengkakan ringan meskipun tidak terasa menyakitkan

Benjolan pada moluskum kontagiosum dapat hilang dengan sendirinya, tetapi orang-orang sering melakukan pengobatan untuk menjaga agar virus tidak menginfeksi orang lain atau untuk menjaga bintil-bintil agar tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Pengobatan dapat dilakukan termasuk menghilangkan benjolan dengan menggunakan laser, bedah beku, atau penggoresan. Kadang metode pengobatan ini dapat meninggalkan bekas luka. Oleh karena itu, dokter dapat menggunakan obat alternatif berupa krim kulit khusus untuk menghilangkan benjolan.

Pengobatan mungkin harus diulangi jika benjolan baru muncul. Infeksi ini juga bisa terjadi lebih dari sekali. Hindarilah menggunakan handuk tangan yang terkontaminasi atau barang-barang pribadi lainnya dan memiliki kontak dekat dengan seseorang yang telah terinfeksi. (PK/STE)

Referensi:

NHS Choices UK. Health A-Z. Molluscum Contagiosum. 2017

American Academy of Dermatology. Molluscum Contagiosum.

NIH. US National Library of Medicine. MedlinePlus. Molluscum contagiosum. 2019