MENGENAL PENYAKIT RADANG USUS BUNTU

20

Radang usus buntu atau dalam bahasa medisnya disebut apendisitis adalah peradangan pada apendiks vermiformis (umbai cacing/usus buntu). Radang usus buntu terbagi menjadi dua tipe yaitu, radang usus buntu akut dan radang usus buntu kronis.

Penyakit radang usus buntu umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, namun faktor pencetusnya ada beberapa kemungkinan yang sampai sekarang belum dapat diketahui secara pasti, diantaranya yaitu: faktor penyumbatan (obstruksi) pada lapisan saluran (lumen) apendiks oleh timbunan tinja yang keras (fekalit), hyperplasia (pembesaran) jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda asing dalam tubuh, dsb.

Peradangan yang terjadi pada usus buntu akan menyebabkan aliran cairan limfe dan darah tidak sempurna pada usus buntu (apendiks) akibat adanya tekanan. Kondisi ini membuat usus buntu mengalami kerusakan dan kemudian akan terjadi pembusukan. Apabila tidak segera ditangani maka usus buntu dapat pecah (perforasi) dan bakteri dapat menyebar ke rongga perut. Dampaknya adalah infeksi yang semakin meluas dan berbahaya, yaitu infeksi dinding rongga perut (peritonitis).

Gejala penyakit radang usus buntu antara lain:

  • Nyeri, merupakan gejala yang pertama kali muncul. Seringkali dirasakan sebagai nyeri tumpul yang samar-samar dirasakan di sekitar pusar, kemudian akan berpindah dan menetap di perut kanan bawah. Terjadi peningkatan nyeri seiring dengan perkembangan penyakit.
  • Jika radang dari usus buntu terjadi di dekat saluran kencing, gejala dapat berupa nyeri saat kencing atau perasaan tidak nyaman pada saat menahan kencing.
  • Penurunan nafsu makan, mual, dan muntah biasanya terjadi dalam beberapa jam setelah terjadinya nyeri.
  • Diare ataupun sembelit dapat terjadi akibat infeksi sekunder dan iritasi pada usus.
  • Pada radang usus buntu tanpa komplikasi biasanya demam ringan. Demam tinggi bisa menandakan sudah terjadinya perforasi (usus buntu sudah pecah).

Pemeriksaan fisik diperlukan untuk mengeliminasi penyakit lain yang memiliki gejala yang menyerupai gejala radang usus buntu. Selain itu, pemeriksaan laboratorium dan juga pemeriksaan radiologi dapat dilakukan untuk membantu mendiagnosa penyakit radang usus buntu.

Perawatan untuk penyakit radang usus buntu bervariasi. Pada kasus yang langka, radang usus buntu dapat membaik tanpa operasi. Pada beberapa kasus, penanganan juga bisa hanya dengan menggunakan antibiotik dan diet cairan.

Meski demikian, radang usus buntu seringkali merupakan kasus kegawatdaruratan. Pada kebanyakan kasus, operasi untuk mengambil usus buntu yang sedang radang perlu dilakukan dengan segera untuk mencegah pecahnya radang usus buntu yang dapat menyebabkan meluasnya infeksi hingga kematian. Jenis dari operasi bergantung pada jenis kasusnya. Penyakit usus buntu yang tidak diobati dengan tepat dan segera berisiko menimbulkan komplikasi yang membahayakan. Oleh sebab itu, bila Anda atau orang terdekat Anda merasakan gejala seperti usus buntu, ada baiknya Anda segera memeriksakannya pada dokter kepercayaan Anda! (PK/STE)

Referensi:

NHS Choices UK. Health A–Z. Appendicitis. 2016

NIH. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Appendicitis. 2014