Mengenal Penyakit TBC Pada Anak

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

125

TBC pada anak terjadi karena anak menghirup bakteri Mycobacterium tuberculosis yang terbang di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk/bersin. Bakteri tersebut kemudian berdiam di paru-paru dan berkembang. Sistem pertahanan tubuh anak yang lebih rentan dibanding dengan sistem pertahanan tubuh orang dewasa menyebabkan bakteri yang berkembang tidak terhentikan dan menjadi penyakit TBC pada anak.

Anak yang menderita penyakit TBC biasanya memilki gejala seperti batuk berdahak yang berlangsung lebih dari 21 hari, batuk bercampur darah, dada terasa sakit saat bernafas atau batuk, tidak nafsu makan, berat badan menurun, demam, dan berkeringat secara berlebihan pada malam hari. Orang tua seringkali menyepelekan gejala ini dan menganggap bahwa anaknya hanya terkena batuk biasa. Padahal infeksi TBC pada anak lebih mudah menyebar ke organ lain dan menyebabkan komplikasi yang berat.

Jika Anda masih ragu dengan gejala yang timbulkan Anda dapat berkonsultasi dengan dokter agar Anda dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan yang seirng dilakukan meliputi uji tuberkulin. Uji tuberkulin dilakukan dengan menyuntikan reagen tertentu pada kulit anak, kemudian didiamkan selama 2 hari, sebelum kemudian dilihat lokasi penyuntikan apakah menunjukkan hasil yang positif atau tidak. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan dahak, karena hingga kini pemeriksaan dahak merupakan pemeriksaan terbaik yang bisa dilakukan untuk menegakkan diagnosis TBC. Tidak jarang, anak Anda akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan foto rontgen dada sebagai pemeriksaan tambahan untuk mengonfirmasi atau melihat keparahan TBC.

Penyakit TBC pada anak harus segera ditangani dengan cepat dan tepat agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar lagi. Jika tidak terlalu lama, penyakit TBC ini bisa menimbulkan komplikasi yang jauh lebih berat. Karena pada saat anak menderita penyakit TBC, bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat menyebar melalui aliran darah keseluruh bagian tubuh, sehingga dapat menyebabkan penyakit TB hati, TB tulang, TB selaput otak atau meningitis pada anak. Hal ini berkaitan dengan sistem pertahanan tubuh anak yang belum berkembang sempurna.

Pada umumnya pengobatan TBC pada anak, dokter akan memberikan obat yang harus dikonsumsi selama 6 bulan, dan bisa ditambah lagi selama 3 bulan untuk mencegah kambuhnya penyakit. Pengobatan flek paru paru ini harus dilakukan secara rutin dan tidak boleh berhenti sebelum waktu yang sudah ditentukan jika pengobatan terhenti atau tidak terlewatkan hanya 1x maka otomatis pengobatan akan dimulai dari awal lagi selain itu bakteri dapat meyerang lagi dan menjadi lebih kebal terhadap obat.

Sebelum penyakit TBC ini menyerang anak Anda, sebaiknya Anda mencegahnya terlebih dahulu dengan cara melakukan Vaksin BCG, beri anak Anda makanan yang bergizi dan seimbang, selalu menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan jauhkan anak Anda dari orang yang menderita penyakit TBC atau orang yang sedang batuk/bersin. Semoga bermanfaat dan salam sehat! (RA/STE) 

Daftar Pustaka

  1. https://drparuparu.com/cara-mengobati-tbc-pada-anak
  2. https://penyakittbc.org/penyakit-tbc-pada-anak/

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store