Mengenal Penyebab Aritmia

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

154

Jantung merupakan salah satu organ penting dalam tubuh selain otak dan ginjal. Jantung berfungsi untuk memompa darah berisi energi dan oksigen keseluruh tubuh. Dalam proses memompa, jantung menggunakan aliran listrik yang terbentuk di dalam tubuh. Aliran listrik ini disalurkan sebagai detak jantung yang membuat jantung mengembang dan mengempis, sesuai dengan fungsinya untuk memompa.

 

Pada beberapa kasus, jantung dapat mengalami kelainan aliran listrik, sehingga detak jantung menjadi berubah. Kelainan ini dikenal dengan istilah aritmia. Aritmia adalah kelainan jantung yang ditandai dengan detak atau ritme yang tidak normal, di mana detak jantung menjadi terlalu cepat, terlalu pelan, terlalu awal, atau tidak teratur. Aritmia dapat terjadi pada semua usia tanpa terkecuali. Aritmia dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko diantaranya yaitu:

  1. Tekanan darah tinggi

Penyakit tekanan darah tinggi dapat menyebabkan dinding bilik jantung menebal dan menjadi kaku. Akibatnya, aliran listrik yang seharusnya lancar menjadi terhambat oleh sel – sel yang menebal secara berlebihan.

 

  1. Ketidakseimbangan elektrolit dalam darah

Kadar elektrolit seperti kalium, natrium, kalsium, dan magnesium merupakan komponen penting dalam terjadinya impuls listrik jantung. Apabila terdapat kekurangan ataupun kelebihan satu komponen saja, maka keseimbangan konduksi impuls listrik jantung dapat terganggu dan meningkatkan risiko terjadinya aritmia. Ketidakseimbangan elektrolit dalam darah dapat terjadi pada pasien yang mengalami diare, muntah, atau pasien yang tidak dapat kencing atau memiliki gangguan pada ginjalnya.

 

  1. Penggunaan obat-obatan dan efek sampingnya

Penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan aritmia, baik yang efeknya terjadi langsung pada ritme listrik jantung ataupun yang mengganggu jumlah elektrolit di dalam tubuh sehingga mengganggu impuls listrik jantung. Tidak mengonsumsi obat secara sembarangan dan bebas tanpa anjuran dokter merupakan salah satu cara untuk mencegah hal ini terjadi. Bila perlu selalu konsultasikan pada dokter bila setelah mengonsumsi suatu obat, terdapat gejala yang tidak biasa yang Anda alami.

 

  1. Mengonsumsi alkohol dan merokok

Konsumsi alkohol dalam jumlah yang berlebihan mampu memengaruhi impuls listrik jantung sehingga meningkatkan risiko terjadinya fibrilasi. Selain alkohol, penggunaan rokok juga dapat memyebabkan aritmia. Pasalnya, kandungan nikotin pada rokok dapat menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dari normal, dan dapat berkontribusi terhadap terjadinya aritmia.

 

  1. Penyakit jantung koroner, gangguan lain pada jantung, atau riwayat operasi jantung

Penyempitan pembuluh darah arteri jantung, serangan jantung, kelainan pada katup jantung, gagal jantung, dan kerusakan jantung lainnya merupakan faktor risiko dari hampir segala jenis aritmia.

 

Selain itu, gangguan pada kelenjar tiroid, mengonsumsi terlalu banyak kafein, dan juga penyakit diabetes juga dapat menyebabkan aritmia. Bila Anda merasa detak jantung Anda berubah secara mendadak tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya segera konsultasikan diri Anda pada dokter kepercayaan Anda. (RA/STE)

 

Daftar Pustaka

https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/penyebab-aritmia-jantung/

https://alodokter.com/aritmia.html


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store