Mengenal Penyebab Dan Pengobatan Hipopigmentasi

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

177

Hipopigmentasi adalah hilangnya warna kulit karena penyakit atau trauma seperti infeksi kulit, lecet, luka bakar pada kulit Anda dan sebagian hipopigmentasi lainnya disebabkan oleh kelainan genetik dalam tubuh. Hilangnya pigmen yang menyebabkan timbulnya bercak putih ini dapat bersifat permanen atau sementara, ada yang tidak bisa diobati secara utuh dan ada yang membutuhkan waktu lebih lama untuk proses pigmentasi ulang.

Hipopigmentasi dapat di sebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:

  1. Vitiligo

Vitiligo adalah suatu bercak halus berwarna putih pada kulit yang timbul akibat kekurangan melanin atau sel yang menghasilkan pigmen kulit seseorang. Pada beberapa orang, pola ini dapat muncul di seluruh tubuh. Ini adalah gangguan sistem pertahanan tubuh yang menyerang sel-sel penghasil pigmen hingga menjadi rusak. Tidak ada obat untuk vitiligo, tetapi ada beberapa perawatan, termasuk kosmetik untuk menutupi kondisi vitiligo, seperti krim kortikosteroid, atau perawatan sinar ultraviolet.

  1. Albinisme

Albinisme adalah penyakit keturunan yang jarang disebabkan oleh tidak adanya enzim yang memproduksi melanin. Hal ini menyebabkan pigmentasi di kulit, rambut, dan mata yang tidak lengkap. Albino memiliki gen tidak normal yang membatasi tubuh memproduksi melanin. Tidak ada obat untuk albinisme. Orang dengan albinisme harus menggunakan tabir surya setiap saat karena mereka jauh lebih mungkin untuk mendapatkan kerusakan kulit akibat sinar matahari dan kanker kulit. Gangguan ini dapat terjadi dalam ras apapun, tetapi yang paling umum terjadi pada ras kulit putih.

  1. Pytiriasis Alba

Kondisi ini dapat berkaitan dengan riwayat eksim, peradangan kulit, dan alergi. Salah satu gejala khas yang dimilikinya adalah bercak berwarna pucat pada permukaan kulit di bagian tubuh tertentu, seperti wajah, leher, dada, punggung dan lengan atas.

  1. Infeksi

Keluhan hipopigmentasi dapat pula diakibatkan oleh proses infeksi. Diantaranya adalah pytiriasis versicolor atau sering dikenal dengan panu, dan lepra yang juga diketahui sebagai kusta. Panu disebabkan oleh infeksi jamur yang tumbuh pada permukaan kulit dan menimbulkan bercak hipopigmentasi. Sedangkan kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae, yang pada fase awal menimbulkan keluhan hipopigmentasi pada sebagian permukaan kulit.

  1. Hipopigmentasi pascainflamasi

Jika Anda sudah memiliki infeksi kulit, lecet, luka bakar, atau trauma lain untuk kulit Anda, Anda mungkin memiliki kondisi hilangnya pigmentasi di daerah yang terkena. Seringkali kondisi ini tidak permanen (dapat pulih), tapi mungkin diperlukan waktu lama untuk mengembalikan pigmen. Kosmetik dapat digunakan untuk menutupi daerah yang terkena sementara tubuh meregenerasi pigmen.

Pengobatan untuk pengidap hipopigmentasi tergantung penyebabnya. Dokter dapat memberi rekomendasi penanganan berupa penggunaan obat oles, chemical peeling, atau terapi laser. Selain itu, dengan bantuan paparan sinar matahari, kemungkinan area yang minim pigmen akan kembali ke warna kulit yang normal.

Jika Anda mengalami hal seperti yang sudah dijelaskan, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan kedokter kulit, karena pemeriksaan oleh dokter kulit akan sangat membantu upaya penanganan perubahan warna kulit hipopigmentasi, sesuai dengan penyebab serta kondisi yang dialami saat ini. Disarankan agar tidak melakukan penanganan hipopigmentasi tanpa anjuran atau pengawasan dokter, untuk menghindari kondisi tidak semakin membusuk karena penanganan yang tidak sesuai. Semoga bermanfaat dan salam sehat. (RA)

Daftar Pustaka

https://perdoski.org/news/803-hipopigmentasi-atau-hilangnya-pigmentasi-kulit-berbahayakah

https://doktersehat.com/hiperpigmentasi-dan-hipopigmentasi-pada-kulit-penyebab-gejala-dan-penanganan-melasma-vitiligo-albino-dan-lainnya/


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store