Mengenal Penyebab Sakit Punggung, Hernia Nukleus Pulposus

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

39

Hernia nukleus pulposus (HNP) adalah kondisi ketika bantalan atau cakram di antara tulang belakang keluar dari posisi semula dan menjepit saraf yang berada di belakangnya. Kondisi ini juga disebut dengan istilah “saraf terjepit”. HNP umumnya menyerang bagian keempat atau kelima dari tulang punggung bagian pinggang. HNP juga dapat menyerang bagian tulang belakang leher, khususnya pada penderita dewasa yang sudah memasuki umur senja.

 

Di antara ruas tulang belakang terdapat bantalan, dengan bagian tengah yang kenyal seperti jelly dan lapisan luar berupa selubung yang kuat. Seiring bertambahnya usia atau akibat cedera, dapat terjadi penurunan kekuatan dan elastisitas dari bantalan ini, sehingga bagian dalam dari bantalan dapat menonjol keluar dan menekan saraf. Kondisi tersebut mengakibatkan penderita mengalami rasa nyeri hingga penurunan kemampuan gerak fisik. Selain faktor umur dan cedera, adapun beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hernia nukleus pulposus, seperti:

  • Genetika. Kondisi yang diturunkan dari salah satu anggota keluarga yang memiliki riwayat HNP.
  • Obesitas. Penekanan pada tulang punggung dikarenakan berat tubuh berlebih.
  • Merokok. Asap rokok dapat menurunkan kadar oksigen pada cakram dan meningkatkan risiko pengikisan pada tulang punggung.
  • Mengangkat beban berat. Seseorang yang sering mengangkat atau mendorong beban berat secara berulang dengan postur tubuh yang salah, berpotensi mengalami HNP.

 

Tidak semua penderita HNP merasakan gejala tertentu dan hanya mengetahuinya saat melakukan tes pemindaian. Akan tetapi, sebagian besar penderita biasanya mengalami gejala, yang berupa:

  • Nyeri pada kaki atau bahu, dengan intensitas yang dapat meningkat saat batuk, bersin, atau bergerak dalam posisi tertentu.
  • Melemahnya fungsi otot sehingga menurunkan kemampuan penderita dalam bergerak, membungkuk, atau memindahkan barang.
  • Beberapa titik anggota tubuh mengalami sensasi kesemutan atau kaku. Biasanya di sekitar punggung, bahu, tangan, tungkai, dan kaki.

 

Gejala-gejala tersebut terkadang dirasakan juga oleh penderita nyeri punggung ringan akibat keseleo atau terpelintir. Dianjurkan untuk menemui dokter apabila seseorang merasakan gejala di atas agar bisa diketahui penyebabnya.

 

Secara umum, HNP dapat membaik dalam hitungan hari atau minggu. Namun, jika gejala yang dialami pasien tidak kunjung reda, saran untuk melakukan terapi fisik, seperti olahraga peregangan otot dan latihan posisi tubuh tertentu, akan diberikan. Terdapat juga beberapa jenis olahraga ringan yang dapat dilakukan di rumah, seperti jalan santai dan yoga. Atau terapi lainnya, seperti akupunktur, pijat, dan perawatan chiropratic.

 

Hanya sebagian kecil kasus hernia nukleus pulposus memerlukan tindakan operasi untuk pemulihan. Dokter biasanya akan menyarankan penderita melakukan tindakan operasi jika:

  • Gejala tidak mereda setelah 6 minggu pengobatan.
  • Otot melemah dan kaku.
  • Kesulitan berdiri atau berjalan.
  • Tidak dapat mengontrol kemih

 

Hernia nukleus pulposus (HNP) dapat dicegah melalui langkah-langkah berikut ini:

  • Berolahraga secara teratur.
  • Menjaga postur tubuh.
  • Hindari merokok.
  • Menjaga berat badan ideal. .
  • Hindari cedera.
  • Konsumsi cukup air putih. (EDA)

 

Sumber :


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store