Mengenal Stunting

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

162

Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan ia lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. Banyak yang tak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah pertumbuhan si kecil. Apalagi, jika stunting dialami oleh anak yang masih di bawah usia 2 tahun. Hal ini disebabkan karena asupan gizi pada anak tidak tercukupi. Entah itu tidak diberikan ASI eksklusif ataupun MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas. Banyak teori yang menyatakan bahwa kurangnya asupan makanan yang mengandung zink zat besi, serta protein ketika anak masih berusia balita, adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan kejadian ini.

Anak yang menderita stunting mengalami beberapa gejala dan tanda lain yang terjadi kalau anak mengalami gangguan pertumbuhan meliputi berat badan tidak naik, bahkan cenderung menurun. Anak stunting juga mengalami perkembangan tubuh terhambat, seperti telat menarche (menstruasi pertama anak perempuan). Terlebih, anak stunting juga lebih anak mudah terkena penyakit infeksi, sehingga dapat memperburuk kondisi gizinya.

Tidak hanya pada kondisi fisik, anak yang mengalami stunting memiliki risiko kesulitan untuk belajar, kemampuan kognitifnya lemah, mudah lelah, dan tak lincah dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya. Pada usia dewasa, anak dengan stunting memiliki risiko lebih besar mengalami berbagai penyakit kronis (diabetes, penyakit jantung, kanker, dan lain-lain).

Anak yang mengalami gangguan ini, pertumbuhannya tidak bisa dikembalikan seperti semula.  Ketika seorang anak sudah stunting atau pendek sejak ia masih balita, maka pertumbuhannya akan terus lambat hingga ia dewasa. Saat pubertas, ia tidak dapat mencapai pertumbuhan maksimal akibat sudah terkena stunting di waktu kecil. Bila terjadi pada perempuan, perempuan dengan riwayat stunting berisiko lebih besar menjadi wanita usia subur kurang energi kronis. Saat wanita usia subur kurang energi kronis hamil, mereka berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah, yang bila tidak ditangani dengan baik, akan menjadi anak dengan stunting.

Kondisi stunting dan kekurangan kronis tidak dapat diperbaiki bila anak sudah berusia 2 tahun ke atas. Meski Anda telah memberikannya makanan yang kaya akan gizi, namun tetap saja pertumbuhannya tidak dapat maksimal. Makanan yang bergizi tinggi tetap penting agar mencegah kondisi si kecil semakin buruk dan gangguan pertumbuhan yang ia alami semakin parah. Oleh karena itu, sebenarnya hal ini dapat dicegah dengan cara memberikan nutrisi yang maksimal saat awal-awal kehidupannya, yaitu 1.000 hari pertama kehidupan.

Stunting merupakan masalah kesehatan yang cukup fatal dan merugikan anak-anak. Tak hanya para orang tua yang wajib tahu tentang stunting, namun semua kalangan. Sebelum anak Anda mengalami stunting sebaiknya dilakukan pencegahan terlebih dahulu sejak dia di dalam kandungan. Semoga bermanfaat dan salam sehat. (RA/STE)

Daftar Pustaka

https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/stunting-adalah-anak-pendek/

https://idntimes.com/hype/fun-fact/nikmatus-solikha/tanda-anak-terkena-stunting-yang-sering-diabaikan-c1c2/full


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store