Mengenal TB Kelenjar

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

118

Tuberkulosis kelenjar (limfadenitis tuberkulosis) merupakan penyakit infeksi kelenjar getah bening oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Bakteri ini umumnya menyerang paru-paru, sehingga tuberkulosis kelenjar juga sering disebut tuberkulosis ekstraparu (TBC di luar paru). Seperti kita ketahui bahwa kelenjar getah bening tersebar banyak dalam tubuh kita, namun ada titik-titik tertentu yang lebih banyak sebut saja kelenjar getah bening di leher, ketiak, lipat paha, dan disekitar organ-organ dalam. Semua bisa terserang TBC, namun yang paling sering adalah kelenjar getah bening di leher.

TB kelenjar getah bening di bagian leher dalam medis disebut dengan limfadenitis TB. limfadenitis TB adalah infeksi TB pada kelenjar getah bening di leher yang umumnya ditularkan saat seseorang menghirup udara yang terkontaminasi. Sebanyak 95 persen limfadenitis TB yang terjadi pada dewasa disebabkan oleh kuman jenis Mycobacterium tuberculosis.

Adapun tanda-tanda penyakit TBC kelenjar yang harus Anda waspadai yaitu :

  • Benjolan di area kelenjar getah bening seperti di leher, ketiak atau lipat paha yang tidak menimbulkan nyeri, berlangsung lama, dan terus tumbuh membesar. Pada beberapa orang kadang benjolan akan terasa nyeri jika disentuh
  • Ada gejala umum TBC, seperti demam menggigil disertai batuk lebih dari 2 minggu, dan penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas
  • Pada kondisi lebih berat benjolan pada titik-titik kenjar getah bening dapat pecah, dan akan mengeluarkan cairan seperti nanah kotor.
  • Pada beberapa orang, TB kelenjar getah bening memang kadang tidak menimbulkan tanda-tanda yang berarti meskipun bakterinya sudah menyebar ke seluruh tubuh. Oleh sebab itu, jika Anda mengalami gejala TB kelenjar getah bening yang utama, yaitu muncul benjolan di daerah kelenjar getah bening, segera hubungi dokter.

Dokter akan menegakkan diagnosis tuberkulosis kelenjar berdasarkan wawancara, pemeriksaan fisik langsung terhadap benjolan, dan pemeriksaan tambahan seperti tes dahak, tes darah, rontgen dada, dan biopsi langsung benjolan. Apabila terbukti seseorang menderita tuberkulosis kelenjar, pengobatan dengan obat anti tuberkulosis (OAT) dapat dimulai.

Pengobatan dengan OAT dibutuhkan waktu yang lama dan berkelanjutan (minimal 6 bulan) dan perlu kontrol ulang kembali ke dokter (untuk kembali dilakukan tes dan mengetahui apakah bakteri sudah menghilang atau belum). Apabila pengobatan tidak adekuat atau berhenti di tengah jalan, kemungkinan bakteri tuberkulosis akan menjadi kebal (resisten) sehingga obat yang dipakai tidak mempan dan terpaksa menggunakan obat lain yang memerlukan jangka waktu pengobatan yang lebih lama dari sebelumnya.

Dengan pengobatan yang tepat, pengidap Limfadenitis TB dapat pulih sepenuhnya. Akan tetapi ada kalanya terjadi komplikasi, seperti jaringan parut dan luka yang mengering pada leher. Komplikasi ini dapat disebabkan oleh terbentuknya nanah, fistula, ataupun ulserasi. Selain itu, kondisi pembesaran benjolan, terutama pada anak-anak, dapat menyebabkan tertekannya saluran pernapasan bagian atas.

Perlu diketahui, kadang gejala TB kelenjar getah bening tidak terdeteksi meskipun bakterinya sudah menyebar ke seluruh tubuh. Penanganan yang terlambat dapat memperparah kondisi penderita, untuk itu segera hubungi dokter jika muncul gejala-gejala yang mengarah pada penyakit ini. (RH)

Daftar Pustaka

Lewis M.R, MD. 2017. Scrofula. Available at https://emedicine.medscape.com/article/858234-overview#showall

Mohapatra P.R, Janmeja A.K. Tuberculous Lymphadenitis. JAPI. 2009;57:585-90


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store