Mengenal Tetralogy Of Fallot: Penyakit Jantung Bawaan Pada Bayi

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

223

Jantung memiliki fungsi vital sebagai pompa sehingga darah dapat beredar ke seluruh tubuh. Darah yang berasal dari jantung membawa oksigen dan berbagai molekul termasuk nutrisi yang diperlukan sel-sel tubuh untuk kelangsungan hidup. Jantung kita memiliki empat ruangan, yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri. Serambi kanan bertugas menerima darah dari seluruh tubuh melalui vena kava untuk diteruskan ke bilik kanan yang terhubung dengan paru-paru melalui arteri pulmonalis. Di paru-paru, darah akan ‘dibersihkan’ dari karbondioksida dan digantikan dengan oksigen kembali. Darah selanjutnya akan masuk kedalam serambi kiri melalui vena pulmonalis untuk diteruskan ke bilik kiri. Dari bilik kiri, darah akan diteruskan ke seluruh tubuh melalui aorta.

Kelainan struktur anatomi jantung, termasuk kelainan yang dimiliki sejak lahir atau kongenital, pada dasarnya dapat menyebabkan terganggunya kerja jantung. Tetralogy of Fallot (TOF) adalah salah satu kelainan jantung bawaan akibat kelainan struktur anatomi dari jantung sehingga menyebabkan terganggunya aliran darah yang normal. Jumlah penderita TOF mencapai 10% dari keseluruhan penderita penyakit jantung bawaan. Sekitar 3 hingga 6 bayi dari 10.000 bayi yang baru lahir menderita TOF. Ada empat kelainan yang menjadi tanda khas pada TOF, yaitu adanya lubang pada dinding yang memisahkan kedua serambi jantung (ventricular septal defect), penyempitan katup pulmonal dan arteri pulmonalis (pulmonary stenosis), melebarnya katup aorta dan terhubung dengan kedua serambi jantung (overriding aorta), dan menebalnya dinding pada serambi kanan jantung (right ventricular hypertrophy).

Darah yang berasal dari serambi kanan adalah darah yang miskin oksigen karena belum sempat dipompa ke paru-paru. Akibat penyempitan arteri pulmonalis dan pelebaran aorta, darah yang berasal dari serambi kanan ini akan terpompa sebagian atau seluruhnya ke seluruh tubuh melalui aorta. Akibatnya, penderita TOF akan menunjukkan gejala sianotik, yaitu kulit berwarna kebiru-biruan pada mulut dan jari-jari karena darah tidak mengandung cukup banyak oksigen. Masalah lain yang dapat terjadi pada penderita TOF adalah meningkatnya risiko infeksi pada lapisan penyusun jantung (endocarditis), meningkatnya risiko aritmia atau irama jantung yang tidak teratur, mudah lelah atau kejang akibat kekurangan oksigen dalam darah, serta terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan.

Pemeriksaan ekokardiogram dapat digunakan sebagai pemeriksaan awal untuk mengetahui kelainan struktur dan kerja jantung, baik sejak janin masih dalam kandungan maupun saat bayi sudah dilahirkan. Pada bayi yang baru lahir yang menunjukkan gejala sianosis saat menyusu atau saat menangis, dapat dianjurkan untuk dilakukan tes ini. Tanda dan gejala lain yang mungkin timbul adalah gagal tumbuh, kesulitan dalam menyusu, serta sesak napas, dan usaha yang lebih untuk bernapas. Pada pemeriksaan, mungkin akan didapatkan sebagian besar bayi lebih kecil dibandingkan bayi lain yang seusianya, sianosis pada bibir dan jari yang nampak jelas saat lahir, setelah usia 3 hingga 6 bulan jari-jari menjadi tabuh (clubbing finger).

Penyebab TOF pada sebagian besar anak belum diketahui penyebabnya. Namun, kelainan ini sering dijumpai pada anak dengan Down Syndrome atau DiGeorge syndrome. Pada beberapa bayi dengan kelainan jantung, ditemukan terdapat suatu mutasi pada gen atau kromosom. Faktor prenatal, seperti infeksi campak saat kehamilan, nutrisi yang kurang, konsumsi alkohol, usia ibu saat hamil lebih dari 40 tahun, dan ibu penderita kencing manis dapat menjadi suatu faktor risiko yang meningkatkan kejadian dari pernyakit jantung bawaan, termasuk TOF.

Penanganan yang baik dan tepat pada penderita TOF dapat meningkatkan kualitas hidup penderita. TOF dapat ditangani dengan operasi segera setelah bayi lahir. Sebagian besar bayi hidup sehat setelah operasi. Bagaimanapun, penderita tetap harus melakukan cek kesehatan secara rutin pada dokter spesialis jantung untuk memantau progres penyakit dan melakukan evaluasi terhdap kondisi kesehatan lain yang mungkin timbul seiring bertambahnya usia. (ROU/STE/CM)

Referensi

  1. https://cdc.gov/ncbddd/heartdefects/tetralogyoffallot.html
  2. https://heart.org/en/health-topics/congenital-heart-defects/about-congenital-heart-defects/tetralogy-of-fallot
  3. https://pearson.com/content/dam/one-dot-com/one-dot-com/us/en/higher-ed/en/products-services/course-products/marieb-10e-info/pdf/marieb-0321927028-chapter18.pdf
  4. https://emedicine.medscape.com/article/2035949-overview

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store