Mengenal Tipe Demam

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

99

Demam tingkat rendah berkisar dari sekitar 37,6°C-38,4°C. 38,5°C adalah demam kelas menengah untuk orang dewasa, namun untuk bayi 0-6 bulan, di suhu tersebut perlu mencari perawatan medis. Demam tingkat tinggi berkisar dari sekitar 39,4°C-40°C. Suhu berbahaya adalah demam tinggi yang berkisar dari 41oC atau lebih tinggi (demam tinggi juga disebut hiperpireksia). Nilai demam mungkin sedikit berbeda sesuai dengan kondisi dan usia pasien, namun istilah demam tingkat “rendah,” “tinggi,” dan “berbahaya” digunakan untuk merujuk pada demam secara medis.

 

Akibatnya, pertanyaan “kapan harus khawatir” atau “lebih baik, “kapan harus bertindak” tentang demam, biasanya dianggap seperti demam tingkat tinggi. Demam tingkat rendah yang berlangsung lebih dari 4-7 hari perlu diselidiki oleh dokter sementara demam terus-menerus (baik tingkat rendah, menengah, atau tinggi) harus ditelaah lebih lanjut.

 

Istilah lain digunakan untuk menggambarkan demam atau jenis demam:

  • Demam yang berkepanjangan adalah demam yang berlangsung lebih lama dari 10-14 hari. Demam berkepanjangan biasanya terjadi pada suhu yang tidak terlalu tinggi (sumer-sumer) sehingga seringkali luput dari perhatian.
  • Demam akutadalah demam dengan onset tiba-tiba dari penyakit yang menghasilkan gejala demam, peningkatan set point suhu tubuh.
  • Demam konstanjuga disebut demam kontinyu; biasanya demam tingkat rendah dan tidak banyak berubah (sekitar 1°C selama 24 jam).
  • Demam kronis: Demam berlangsung lebih dari 3 hari; beberapa dokter menganggap demam intermiten yang berulang beberapa bulan sampai bertahun-tahun sebagai demam “kronis”.
  • Demam intermiten: Suhu bervariasi dari tingkat normal sampai demam selama satu hari atau demam dapat terjadi satu hari dan kambuh dalam waktu sekitar satu sampai tiga hari.
  • Demam remiten: Demam datang dan pergi secara berkala.
  • Hiperpireksia: Demam yang sama dengan atau diatas 41°C; suhu ini terlalu tinggi – ini merupakan keadaan darurat medis bagi pasien.

 

Selain itu, ada lebih dari 40 penyakit yang memiliki “demam” sebagai bagian dari nama penyakit (misalnya demam rematik, demam berdarah, demam tifoid, dan masih banyak lagi). Setiap penyakit memiliki demam sebagai salah satu gejalanya. Kondisi lain yang tak terhitung jumlahnya mungkin memiliki demam sebagai gejala.

 

Sitokin adalah salah satu zat yang dihasilkan dalam tubuh. Zat tersebut dapat memicu terjadinya peradangan dan demam. Pelepasan sitokin dipicu oleh kuman (virus atau bakteri) dan kelainan sel yang digunakan sebagai sistem proteksi untuk mengaktifasi sistem kekebalan tubuh. Orang yang menderita flu menghasilkan sitokin akibat kuman penyebab flu pada hidung dan saluran pernapasan tempat terjadinya radang akibat kuman penyakit. Sitokin tersebut kemudian memberikan sinyal pada sistem kekebalan tubuh agar datang ke lokasi terjadinya radang. Dengan demikian, sistem kekebalan tubuh dapat melawan kuman dan seseorang menjadi kembali sehat. (EDA/STE)

 

Sumber:

Tipe Demam. Available at : https://doktersehat.com/tipe-demam/


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store