MENGENAL TRAVELER’S DIARRHEA

12

Traveler’s diarrhea (TD) adalah diare yang dialami oleh wisatawan akibat terpapar patogen di daerah tujuannya. Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat), kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200 gram atau 200 ml/24 jam. Dari sudut pandang frekuensi, dikatgorikan diare jika sudah buang air besar encer lebih dari 3 kali per hari. Buang air besar tersebut dapat disertai lendir dan darah.

Penyebab

Penyebab TD yang paling sering antara lain:

  1. E.coli, terutama strain ETEC, EAEC, dan DAEC
  2. Vibrio cholera
  3. Aeromonas sp
  4. Shigella flexneri
  5. Salmonella sp
  6. Entamoeba histolytica
  7. Ascaris lumbricoides
  8. Rotavirus
  9. Candida sp
  10. Vibrio NAG
  11. Trichuris trichiura
  12. Plesiomonas shigelloides
  13. Ancylostoma duodenalis
  14. Blastocystis hominis

Tanda dan gejala

Diare traveler biasanya mulai tiba-tiba selama perjalanan Anda atau tidak lama setelah Anda kembali ke rumah. Sebagian besar kasus membaik dalam satu hingga dua hari tanpa pengobatan dan sembuh sepenuhnya dalam seminggu.

Tanda dan gejala diare yang paling sering ditemui adalah:

  • Kebutuhan mendesak untuk buang air besar
  • Kram perut
  • Mual
  • Muntah
  • Demam
  • Kadang-kadang, orang mengalami dehidrasi sedang hingga berat, muntah terus-menerus, demam tinggi, tinja berdarah, atau sakit parah di perut atau dubur.

Jika Anda atau anak Anda mengalami tanda-tanda atau gejala-gejala ini atau jika diare berlangsung lebih dari beberapa hari, sebaiknya segera untuk memeriksakan diri ke dokter.

Pencegahan

  • Mencuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah makan
  • Memilih makanan dan minuman yang tepat. Turis disarankan untuk mengonsumsi hanya minuman yang aman seperti: minuman yang telah direbus, minuman yang didalam botol, atau minuman berkarbonasi. Makanan seperti buah atau sayur harus dicuci bersih dan mengupas buah sendiri sebelum dikonsumsi. Untuk daging atau ikan sebaiknya hanya yang sudah dimasak.
  • Antibiotik Profilaksis. Beberapa antibiotik terbukti sangat efektif dalam pencegahan diare. Namun, profilaksis antibiotik boleh diberikan hanya dalam penggunaan singkat dan hanya saat keadaan khusus.
  • Pemilihan nonantibiotik yang dinilai paling efektif diantaranya adalah Bismuth subsalicylate (BSS; Pepto-Bismol) yang telah terbukti memiliki aktivitas antimikroba ringan serta antisekresi dan antiinflamasi. Namun, perlu ditinjau efek samping, kontraindikasi jika sedang menggunakan obat tertentu, dan syarat penggunaannya.
  • Vaksin oral dari strain ETEC yang dilemahkan sedang dalam pengembangan dan telah terbukti immunogenik. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan dalam pengembangan vaksin untuk menilai kemampuan vaksin ini dalam pencegahan penyakit. (PP/STE)

Referensi:

  1. NCBI. 2016. Traveller’s Diarrhea. Accesed on 10 June 2019. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4764790/
  2. Centers for Disease Control and Prevention. 2017. Traveler’s Diarrhea. Accesed on 10 June 2019. Available at: https://wwwnc.cdc.gov/travel/yellowbook/2018/the-pre-travel-consultation/travelers-diarrhea