MENGENAL VAKSIN MENINGITIS

33

Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan tulang belakang yang disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri. Untuk meminimalkan infeksi virus atau bakteri penyebab meningitis, pemberian vaksin meningitis perlu dilakukan. Vaksin meningitis mengandung antigen, yaitu zat yang merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi dan melawan bakteri penyebab meningitis.

Vaksin MCV4 (Meningococcal conjugate vaccine) diberikan pada anak usia 11-12 tahun, kemudian ditambahkan (booster) pada sekitar usia 16-18 tahun. Anak yang divaksin pertama kali pada usia 13-15 tahun, perlu mendapat booster vaksin saat memasuki usia 16-18 tahun. Jika, seseorang divaksin pertama kali pada usia 16 tahun ke atas maka tidak lagi memerlukan booster

Pemberian vaksin mampu menurunkan resiko terserang meningitis. Selain vaksin meningokokus, vaksin Hib juga efektif untuk mencegah penyebab lain dari meningitis. Walaupun demikian, bukan berarti orang yang sudah divaksin sama sekali tidak dapat terserang penyakit meningitis.

Sekitar 50% orang yang mendapat vaksin meningitis mengalami efek samping nyeri ringan atau kemerahan pada lokasi suntikan. Sementara yang lainnya mengalami demam. Kondisi ini umumnya akan hilang dalam 1-2 hari, sehingga tidak perlu penanganan lebih lanjut. Efek samping lainnya adalah pingsan. Duduk atau berbaring setidaknya 15 menit setelah suntikan meningitis dapat membantu mengurangi resiko efek samping. Vaksin meningitis juga bisa menimbulkan reaksi alergi setelah mendapat suntikan. Alergi dapat ditandai dengan gejala seperti sulit bernapas, pucat, lemas, gatal-gatal, pusing, dan detak jantung cepat. Jika hal ini terjadi, segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

Ada beberapa kelompok yang perlu menunggu atau bahkan menghindari vaksin meningitis karena dapat berdampak serius, diantaranya:

  • Orang yang pernah menderita alergi berat hingga mengancam nyawa setelah mendapat vaksin meningitis atau vaksin lain.
  • Orang yang sedang sakit sebaiknya menunda suntikan vaksin meningitis sampai kondisi benar-benar sehat.
  • Bagi yang sedang atau pernah mengalami sindrom Guillain-Barre, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum melakukan vaksinasi meningitis.

Pemberian vaksin meningitis pada ibu hamil bisa dilakukan jika memang diperlukan. Namun, perlu untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan untuk menghindari efek samping terhadap ibu ataupun janin.

Vaksin meningitis memang belum masuk dalam daftar vaksin wajib untuk anak di Indonesia. Namun, mengingat penting dan berbahayanya resiko penyakit yang mungkin dialami, sebaiknya pemberian vaksin meningitis pada anak diberikan tepat waktu. Silahkan berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai anjuran dan layanan vaksin bagi anak, maupun orang dewasa. (RD)

Sumber:

  1. Centers for Disease Control and Prevention. Meningococcal Vaccination: What Everyone Should Know. 2017
  2. Kids Health. Meningococcal Vaccines. 2018