Mengenal Varicella

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

393

Varicella atau yang dikenal juga secara awam sebagai cacar air adalah penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster. Di Indonesia, penyakit ini disebut sebagai cacar air karena gelembung atau bisul yang terbentuk pada kulit apabila pecah mengeluarkan air. Penyakit ini sangat mudah untuk menyebar kepada orang lain, terutama anak-anak, yang belum pernah terkena varicella sebelumnya. Penyebaran dari virus Varicella Zoster terjadi melalui udara dan kontak langsung dengan penderita. Varicella paling sering ditemukan pada anak-anak berusia 1-9 tahun. Angka kejadian penyakit ini sudah banyak berkurang terutama di negara-negara maju karena ditemukannya vaksinasi terhadap virus Varicella Zoster.

Bagaimanakah ciri dari cacar air?

Ciri dan gejala cacar air biasanya muncul 7-21 hari setelah paparan. Gejala cacar air berupa demam ringan, pilek, batuk ringan, sakit kepala, lemas, dan tidak nafsu makan. Bentol-bentol muncul pada tubuh 2-3 hari setelahnya yang kemudian berkembang menjadi lenting gatal berisi cairan, dan kemudian mongering, dan berbentuk koreng dalam 4-5 hari. Lenting yang muncul dapat berjumlah sedikit, atau dapat pula lebih dari 500 lentingan.

Cacar air biasanya menular sejak 1-2 hari sebelum ruam muncul, hingga 6 hari setelah lenting mengering. Pada mulut, telinga, dan mata juga dapat berbentuk luka, tanpa lenting terlebih dahulu.

Penyebab cacar air adalah virus herpes varicellazoster. Orang dapat terkena cacar air jika ada orang di sekitarnya yang menderita cacar air dan menghirup droplet atau air liur yang berisi virus tersebut. Orang juga dapat terinfeksi cacar air melalui kontak langsung dengan lesi kulit penderita.

Cacar air adalah kondisi yang memiliki banyak faktor risiko, antara lain :

  • Anda belum pernah terkena cacar air
  • Jika Anda belum menerima vaksin cacar air
  • Bekerja dalam keperawatan atau sekolah dasar
  • Tinggal dengan anak-anak.

Sebenarnya penyakit cacar air dapat sembuh sendiri tanpa pemberian pengobatan apapun. Pemberian terapi bersifat supotif sesuai dengan gejala yang dialami oleh penderita. Contohnya apabila pasien demam diberikan obat penurun demam. Anti-virus juga diberikan. Menurut beberapa penelitian, pemberian anti-virus dapat mempercepat penyembuhan, mencegah perkembangbiakan dari virus, dan mengurangi gejala yang dialami penderita. Antibiotik juga diberikan untuk mencegah infeksi sekunder yang masuk melalui kulit yang sedang terluka. Penderita cacar air dapat mandi seperti biasa tetapi harus berhati-hati agar tidak memecahkan bisul karena dapat menjadi sumber infeksi sekunder.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda. (EDA)

Sumber :


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store