Mengenal Visum Et Repertum

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

115

Apa itu visum?

Visum et repertum adalah keterangan (laporan) tertulis yang dibuat oleh seorang dokter atas permintaan penyidik tentang apa yang dilihat dan ditemukan terhadap manusia, baik hidup atau mati, ataupun bagian atau diduga bagian dari tubuh manusia berdasarkan keilmuannya untuk kepentingan peradilan. Visum biasanya dimintakan oleh polisi atau penyidik kepada dokter apabila terdapat korban kejahatan, kekerasan, atau kecelakaan.

Untuk apa visum itu?

  • Untuk Penyidik (kepolisian): Mengungkapkan kasus pidana/ kejahatan
  • Untuk Penuntut Umum (kejaksaan): Menetapkan pelaku tindak pidana/kejahatan akan dihukum berdasarkan pasal berapa. Tujuannya adalah untuk menentukan hukuman yang sepadan.
  • Untuk Hakim: Sebagai barang bukti di pengadilan (pelaku tindak pidana akan dihukum atau dibebaskan)
  • Selain itu visum saat ini juga sering dibutuhkan oleh korban kecelakaan untuk bisa melakukan klaim atas asuransi yang digunakannya.

Bagaimana prosedur permintaan visum?

  • Korban mendatangi kantor polisi
  • Polisi membuat surat permintaan visum dengan lengkap
  • Korban diantar penyidik untuk melakukan visum di intansi kesehatan
  • Dokter menerima surat permintaan visum
  • Dokter akan melakukan pemeriksaan medis kepada korban
  • Pembuatan Visum et repertumoleh dokter sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan
  • Penandatangan Visum et repertumoleh Dokter pemeriksa
  • Penyerahan Visum et repertumke Penyidik
  • Korban dikembalikan ke Penyidik untuk penanganan lebih lanjut

Jadi, apabila saya mendapat kekerasan baiknya ke kantor polisi dulu atau langsung ke klinik & rumah sakit?

Bisa langsung ke klinik/rumah sakit bila mengalami luka sedang atau berat untuk mendapatkan perawatan karena menyelamatkan nyawa adalah yang utama. Biasanya dokter akan membuat catatan medis terkait hal tersebut. Setelah itu baru kamu bisa ke kantor polisi untuk mendapatkan surat permintaan visum. Ini juga dilakukan untuk menghindari luka/kelainan yang bisa hilang dalam waktu beberapa jam/hari sebelum dilakukan visum.

Apa saja yang diperiksa oleh dokter untuk pembuatan Visum et repertum?

  • Identitas korban (nama, umur, riwayat penyakit, dll)
  • Korban akan diminta keterangan bagaimana kejadian terjadinya kekerasan
  • Pemeriksaan: Jenis luka, ukuran, lokasi, bila perlu dilakukan pemeriksaan tambahan (pemeriksaan darah, urin dll)
  • Adakah gangguan psikis yang terjadi akibat kekerasan yang terjadi (misalnya depresi berat, dll)
  • Adakah akibat fisik lain yang terjadi akibat kekerasan yang terjadi (misalnya kehamilan, penyakit seksual, dll)

Bolehkan saya mendapatkan hasil visum saya?

Tidak boleh. Visum akan diberikan kepada penyidik untuk keperluan peradilan.

Bagaimana bila saya menolak melakukan visum?

Bila tidak dilakukan visum maka penyidik kepolisian, kejaksaan maupun hakim tidak memiliki salah satu dari alat bukti yang diperlukan untuk menjatuhkan hukuman pada pelaku kekerasan. (EM/STE)

Daftar Pustaka

Dedi Efendi, Visum et repertum Perlukaan: Aspek Medikolegal dan Penentuan Derajat Luka, Fakultas Kedokteran Universitas Riau, Majalah Kedokteran Indonesia, Volum: 60, Nomor: 4, April 2010.


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store