Mengenali Gangguan Makan Yang Berbahaya: Pica

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

327

Pernah mendengar berita di televise tentang anak yang hobi makan batu/pasir, tanah, lem, rambut, bensin dan benda-benda lain yang selazimnya tidak boleh dimakan? Tentu kita yang melihat akan risih dan bertanya ada apa dengan anak tersebut? Apakah kelainan pola makan tersebut tergolong penyakit ataukah karena pola asuh orangtua yang salah? Dalam ilmu kejiwaan, kelainan anak tersebut termasuk Penyakit Kejiwaan Pika (Pica). Pica merupakan keinginan kuat terhadap barang-barang yang bukan makanan atau menelan benda-bedan bukan makanan. Keinginan kuat yang ditemukan pada pasien yang didiagnosa dengan pica bisa terkait dengan keadaan kekurangan gizi, seperti anemia defisiensi zat besi; juga bisa terkait dengan kehamilan; atau dengan keterbelakangan mental atau penyakit jiwa.

Penyebab pica belum diketahui. Banyak hipotesis yang telah dibuat untuk menjelaskan perilaku ini. Hipotesis mencakup berbagai faktor seperti pengaruh kultural, status sosial-ekonomi rendah, penyakit defisiensi, dan gangguan psikologis. Faktor risiko Pica adalah sebagai berikut:

  1. Kondisi psikologis abnormal orang tua/anak
  2. Ketidakteraturan rumah tangga
  3. Keterkucilan dari lingkungan
  4. Kehamilan
  5. Epilepsi
  6. Kerusakan otak
  7. Keterbelakangan mental
  8. Gangguan-gangguan pertumbuhan

Pica lebih umum dijumpai pada anak-anak dibanding dewasa. Populasi terbanyak dari penyakit ini adalah anak-anak yang berusia 2 sampai 6 tahun. Bayi dan anak-anak sampai usia 18 bulan tidak dimasukan dalam kategori Pica karena dalam usia ini anak memang sering memasukkan apa saja ke dalam mulutnya, dan kebiasaan ini adalah kebiasaan normal bagi bayi. Beberapa anak-anak yang mengalami Pica dikatakan karena meniru hewan piaraan keluarga (seperti anjing dan kucing) yang mereka lihat memakan benda tertentu. Anak-anak perlu diawasi dan setiap benda berbahaya harus dijauhkan dari jangkauan mereka.

Untuk didiagnosa mengalami Pica, seseorang harus memperlihatkan tanda-tanda selama sekurang-kurangnya satu bulan. Nah, untuk itu jika di lingkungan Anda menjumpai anak yang mengalami gangguan serupa maka sebaiknya segera meminta bantuan psikolog atau medis. (BR/CM)

DAFTAR PUSTAKA

Hassan, Rusepno., Alatas, husein. 1985. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : Bagian Ilmu Kesehatan Anak. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hope Interprises Inc. Pica. Available from URL : http://www.heionline.org/docs/training/pica.pdf/


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store