Mengenali Makanan Berpengawet Dan Pewarna Berbahaya

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

356

Sampai saat ini, masih marak ditemukan makanan dan minuman yang dijual mengandung bahan tambahan yang berbahaya bagi kesehatan, baik bahan pengawet, perasa, dan pewarna makanan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus berupaya meminimalisir hal ini dengan kerap melakukan pengecekan, namun sebagai konsumen kita juga harus cerdas saat memilih makanan atau minuman. Ada beberapa bahan berbahaya yang dapat disalahgunakan oleh produsen makanan dan minuman sebagai bahan pengawet atau pewarna, seperti:

  1. Rhodamin B

Rhodamin B sebenarnya diperuntukkan pewarna tekstil. Namun banyak pedagang yang menggunakannya untuk makanan seperti cendol dan es campur. Umumnya makanan yang mengandung rhodamin B akan memiliki warna lebih cerah dari warna aslinya.

  1. Boraks dan Formalin

Di Indonesia, penambahan boraks dan formalin untuk pengawet makanan sudah dilarang. Meski begitu, masih dapat dijumpai makanan yang mengandung boraks di pasaran. Mulai dari bakso, mie, kerupuk, dan beberapa jenis jajanan pasar. Ciri-ciri makanan mengandung boraks dan formalin:

  • Makanan berformalin sebenarnya bisa dilihat secara visual. Salah satunya adalah teksturnya. Apabila makanan basah seperti baso, mie basah, atau otak-otak ditekan, akan terasa sangat kenyal dan padat.
  • Memiliki bau menyengat atau mencurigakan.
  • Makanan tidak rusak sampai 2-5 hari, pada suhu kamar sekitar 25 derajat celcius.
  • Makanan dapat bertahan lebih dari 15 hari, pada suhu lemari es sekitar 10 derajat celcius.
  • Biasanya mie tidak lengket dan lebih mengilap dibandingkan mie alami.
  • Pada ikan warna insang cenderung merah tua, tidak cemerlang. Bukan merah segar dan warna daging pada ikam putih bersih. Pada ikan asin warnanya kan bersih cerah dan tidak berbau khas ikan asin
  • Keberadaan lalat juga dapat menjadi indikasi alami makanan tersebut mengandung bahan kimia atau tidak. Lalat tidak akan menghinggapi makanan basah yang mengandung boraks, formalin atau bahan pengawet lainnya
  • Makanan yang mengandung boraks, dapat dites menggunakan tusuk gigi yang terlebih dulu dilumuri kunyit, kemudian dijemur hingga kering. Makanan yang diduga mengandung boraks ditusuk dengan tusuk gigi. Lalu, perubahan warna setelah beberapa detik diamati.  Jika ada perubahan warna kuning kecoklatan maka bahan makanan tersebut mengandung boraks

Konsumsi zat berbahaya dalam jangka panjang akan menimbulkan masalah kesehatan serius, misalnya gangguan lambung, usus, hati, bahkan gagal ginjal akut yang dapat menyebabkan kematian. Selain itu, formalin dapat bersifat karsinogen, yaitu dapat menyebabkan kanker, terutama dalam jangka panjang.

Jadi, cerdaslah dalam memilih sumber nutrisi Anda, teliti sebelum membelinya. Jika kita menjumpai ciri-ciri di atas, sebaiknya tidak membeli atau memakannya. (SA/CM)

DAFTAR PUSTAKA

https://healthiskesehatan.blogspot.com/2011/03/bahaya-bahan-pengawet-makanan.html

https://kuliahonlinee.blogspot.com/2016/08/makalah-bahaya-bahan-pengawet-dalam.html


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store