Mengenali Tanda Anak Disleksia

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

270

Melihat perkembangan anak, pastinya membuat orang tua bangga dan bahagia. Namun, tidak semua anak tumbuh dan berkembang dengan normal. Salah satu masalah yang dihadapi oleh anak adalah disleksia. Istilah ini tentu asing didengar. Disleksia adalah masalah belajar yang dimiliki beberapa anak. Disleksia membuatnya sulit membaca dan mengeja.

Nah, apakah anak anda mengalami hal ini? Perlu dan penting bagi anda untuk paham dan mengenal apa sih disleksia? Bagaimana tanda anak disleksia? dan tentunya apakah ada cara penanganan dan pengobatannya? Untuk itu simak penjelasan di bawah ini:

Definisi Disleksia

Disleksia adalah sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan dalam melakukan aktifitas membaca dan menulis. Ini membuat sulit untuk mengenali, mengeja, dan membaca.

Masalah disleksia ini dapat dialami seumur hidup dan masih belum ditemukan cara penyembuhannya. Namun, anda jangan kahawatir, gangguan ini dapat ditangani dan diringankan, jika telah terdiagnosis. Dan sebagian besar anak-anak dengan disleksia mampu belajar dan lulus dengan baik di sekolah dengan bantuan program belajar khusus.

Gejala Disleksia

Pada balita, disleksia dapat dikenali melalui sejumlah gejala yang berupa:

  1. Membutuhkan waktu lebih lama untuk belajar berbicara, sering salah mengucapkan kata-kata dan tampaknya tidak dapat membedakan bunyi kata yang berbeda
  2. Lebih lambat dalam belajar merangkak, berjalan, berbicara, dan mengendarai sepeda dibandingkan anak lainnya.
  3. Membutuhkan waktu lama untuk belajar kata baru, misalnya keliru menyebut kata “ibu” menjadi kata “ubi”.
  4. Kesulitan menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan diri.

Gejala disleksia biasanya lebih jelas ketika anak mulai belajar membaca dan menulis di sekolah. Beberapa gejala yang dialami anak disleksia yaitu:

  1. Anak sulit untuk memproses dan memahami apa yang didengarnya.
  2. Anak disleksia membutuhkan waktu lebih lama untuk mempelajari huruf alfabet dan mengucapkannya.
  3. Memiliki koordinasi yang lemah
  4. Bingung terhadap kiri dan kanan
  5. Anak disleksia biasanya membalikkan angka dan huruf tanpa disadari
  6. Memiliki masalah dalam ejaan dan ucapan
  7. Kesulitan mengingat urutan, menemukan persamaan atau perbedaan
  8. Cenderung menghindari kegiatan membaca dan menulis.
  9. Kesulitan berhitung.
  10. Anak-anak dengan disleksia biasanya sulit berkonsentrasi.
  11. Saat menyampaikan gagasan atau mengekspresikan serangkaian ide, mungkin tampak tidak logis atau tidak berhubungan.

Cara Penanganan Disleksia

Disleksia memang tidak bisa disembuhkan, namun dan penanganan dini terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan anak disleksia dalam membaca. Salah satu bentuk penanganan yang dapat membantu adalah pendekatan dan bantuan edukasi khusus.

Penderita disleksia akan diajari elemen-elemen dasar seperti belajar mengenali bunyi terkecil dalam kata-kata, memahami huruf dan susunan huruf yang membentuk bunyi tersebut, memahami apa yang dibaca, membaca bersuara, dan membangun kosa kata.

Selain melalui intervensi edukasi, orang tua juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan anak. Hal-hal yang dapat dilakukan orang tua yaitu:

  1. Orang tua benar-benar aktif untuk mendampingi anak dari waktu ke waktu.
  2. Memberikan dorongan untuk mengembalikan kepercayaan diri
  3. Saat mengajari anak membaca maka buatlah semenarik mungkin dan buatlah membaca menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan.
  4. Bacakan buku untuk anak-anak.
  5. Perbanyak melakukan pengulangan cerita. Hal ini akan meningkatkan kemampuan anak untuk memahami cerita sehingga mereka menjadi tidak begitu asing lagi dengan tulisan dan cerita. Selain itu, berikan waktu untuk anak membaca sendiri tanpa bantuan.
  6. Berikan motivasi dengan model peran yaitu orang-orang disleksia yang suskes.
  7. Bicarakan kondisi anak dengan guru atau kepala sekolah, dan diskusikan cara yang paling tepat untuk membantu anak, supaya berhasil dalam pelajaran.
  8. Hindarilah mencela saat anak melakukan kesalahan dalam membaca agar kepercayaan diri anak dapat dibangun.

Penanganan disleksia membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Karena itu, keluarga serta penderita dianjurkan untuk bersabar menjalaninya. Dukungan serta bantuan dari anggota keluarga serta teman dekat akan sangat membantu. (LM/CM)

Referensi

  1. (2018). Retrieved from https://kidshealth.org/en/kids/dyslexia.html
  2. Sara Minnis, C. (2018). Dyslexia: Symptoms, treatment, and types. Retrieved from https://www.medicalnewstoday.com/articles/186787.php/

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store