MENGENALI TANDA KETUBAN PECAH PREMATUR

43

Ketuban merupakan pelindung bagi bayi. Ketuban adalah cairan yang mengelilingi bayi selama bayi berada dalam perut ibu. Cairan ketuban befrfungsi sebagai pertahanan bayi terhadap dunia luar, melindungi bayi dari getaran, gesekan, dan trauma lain. Pecahnya ketuban merupakan salah satu tanda normal bahwa bayi akan lahir. Ketuban akan pecah untuk mempermudah bayi keluar dari rahim ibu, Namun jika ketuban pecah sebelum kehamilan mencapai usia yang cukup, beberapa masalah dapat yang dapat timbul.

Ketuban yang pecah sebelum kehamilan mencapai usia 37 minggu dalam bahasa medis disebut Ketuban Pecah Prematur (KPP). Kelainan ini terjadi pada 3% dari seluruh kehamilan dan menyebabkan sepertiga dari kelahiran preterm (kelahiran sebelum 37 minggu). KPP terjadi sebelum adanya kontraksi yang menyebabkan kelahiran bayi. KPP dapat menyebabkan banyak kelainan yang berbahaya. Jika muncul lebih dini, bayi tidak cukup dewasa untuk dilahirkan, dan dapat menyebabkan gangguan-gangguan yang signifikan terhadap bayi.

KPP dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, di antaranya adalah:

  • Terpapar infeksi yang kemudian menyerang serviks, uterus, maupun vagina
  • Tekanan yang besar pada kantong amnion (dapat terjadi karena cairan yang terlalu banyak pada kantong amnion atau jika ada lebih dari satu bayi dalam kandungan yang menekan kantong amnion). Kantong amnion adalah kantong yang menyimpan air ketuban
  • Merokok
  • Memiliki riwayat KPP, kehamilan sebelumnya juga mengalami KPP
  • Pernah mennjalani operasi di area serviks

Secara umum ada tanda-tanda yang harus diwaspadai, diantaranya adalah:

  • Keluar cairan dari vagina, keluarnya cairan dapat cepat dan memancar atau perlahan-lahan
  • Kebanyakan wanita mengira bahwa cairan yang keluar adalah urin dan membiarkannya berlalu. Jika terdapat kebimbangan dalam menentukan cairan yang keluar, serap cairan dengan pembalut atau tisu kemudian hirup aromanya. Cairan amnion tidak berwarna dan tidak berbau seperti urin.

Ketuban yang pecah (sebelum dan sesudah 37 minggu) membutuhkan penanganan medis yang segera, jika mendapati tanda-tanda seperti di atas segera kunjungi unit gawat darurat atau puskesmas terdekat. Bidan atau dokter akan segera melakukan penanganan dan perujukan jika memang dibutuhkan. Dokter dan bidan akan melakukan tatalaksana berdasarkan usia kehamilan, gambaran tatalsakana yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Usia kehamilan di atas 37 minggu, dokter atau bidan akan melaksanakan tatalaksana persalinan normal jika memang tidak ada penyulit yang menyebabkan ibu harus dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut
  • Usia kehamilan di antara 34 dan 37 minggu, tenaga kesehatan akan menginduksi persalinan dengan obat karena lebih aman untuk melahirkan bayi daripada membiarkan ibu dan bayi terkena risiko infeksi
  • Usia kehamilan di bawah 34 minggu, jika tidak ada risiko infeksi, tenaga kesehatan akan merujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut. Selanjutnya ibu akan diberikan istirahat total dan diberikan steroid untuk mematangkan paru janin. Ibu akan dimonitor untuk tanda-tanda infeksi dan tenaga kesehatan akan memperpanjang kehamilan sampai bayi mungkin untuk dilahirkan. (RPG)

Sumber

Bibliography

JACOBSON, John. 2018. Medline. [online]. [Accessed 07 March 2019]. Available from World Wide Web: <https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000512.htm>

(JACOBSON, John, 2018)