MENGENALI TANDA KETUBAN PECAH PREMATUR

29

Ketuban merupakan
pelindung bagi bayi. Ketuban adalah cairan yang mengelilingi bayi selama bayi berada
dalam perut ibu. Cairan ketuban befrfungsi sebagai pertahanan bayi terhadap
dunia luar, melindungi bayi dari getaran, gesekan, dan trauma lain. Pecahnya
ketuban merupakan salah satu tanda normal bahwa bayi akan lahir. Ketuban akan
pecah untuk mempermudah bayi keluar dari rahim ibu, Namun jika ketuban pecah
sebelum kehamilan mencapai usia yang cukup, beberapa masalah dapat yang dapat
timbul.

Ketuban yang pecah
sebelum kehamilan mencapai usia 37 minggu dalam bahasa medis disebut Ketuban
Pecah Prematur (KPP). Kelainan ini terjadi pada 3% dari seluruh kehamilan dan
menyebabkan sepertiga dari kelahiran preterm (kelahiran sebelum 37 minggu). KPP
terjadi sebelum adanya kontraksi yang menyebabkan kelahiran bayi. KPP dapat
menyebabkan banyak kelainan yang berbahaya. Jika muncul lebih dini, bayi tidak
cukup dewasa untuk dilahirkan, dan dapat menyebabkan gangguan-gangguan yang
signifikan terhadap bayi.

KPP dapat
disebabkan oleh berbagai macam hal, di antaranya adalah:

  • Terpapar infeksi
    yang kemudian menyerang serviks, uterus, maupun vagina
  • Tekanan yang besar
    pada kantong amnion (dapat terjadi karena cairan yang terlalu banyak pada
    kantong amnion atau jika ada lebih dari satu bayi dalam kandungan yang menekan
    kantong amnion). Kantong amnion adalah kantong yang menyimpan air ketuban
  • Merokok
  • Memiliki riwayat
    KPP, kehamilan sebelumnya juga mengalami KPP
  • Pernah mennjalani
    operasi di area serviks

Secara umum ada tanda-tanda
yang harus diwaspadai, diantaranya adalah:

  • Keluar cairan dari
    vagina, keluarnya cairan dapat cepat dan memancar atau perlahan-lahan
  • Kebanyakan wanita
    mengira bahwa cairan yang keluar adalah urin dan membiarkannya berlalu. Jika
    terdapat kebimbangan dalam menentukan cairan yang keluar, serap cairan dengan
    pembalut atau tisu kemudian hirup aromanya. Cairan amnion tidak berwarna dan
    tidak berbau seperti urin.

Ketuban yang pecah
(sebelum dan sesudah 37 minggu) membutuhkan penanganan medis yang segera, jika
mendapati tanda-tanda seperti di atas segera kunjungi unit gawat darurat atau
puskesmas terdekat. Bidan atau dokter akan segera melakukan penanganan dan perujukan
jika memang dibutuhkan. Dokter dan bidan akan melakukan tatalaksana berdasarkan
usia kehamilan, gambaran tatalsakana yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Usia kehamilan di atas
    37 minggu, dokter atau bidan akan melaksanakan tatalaksana persalinan normal
    jika memang tidak ada penyulit yang menyebabkan ibu harus dirujuk ke fasilitas
    kesehatan tingkat lanjut
  • Usia kehamilan di
    antara 34 dan 37 minggu, tenaga kesehatan akan menginduksi persalinan dengan
    obat karena lebih aman untuk melahirkan bayi daripada membiarkan ibu dan bayi
    terkena risiko infeksi
  • Usia kehamilan di
    bawah 34 minggu, jika tidak ada risiko infeksi, tenaga kesehatan akan merujuk
    ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut. Selanjutnya ibu akan diberikan istirahat
    total dan diberikan steroid untuk mematangkan paru janin. Ibu akan dimonitor
    untuk tanda-tanda infeksi dan tenaga kesehatan akan memperpanjang kehamilan
    sampai bayi mungkin untuk dilahirkan. (RPG)

Sumber

Bibliography

JACOBSON, John. 2018. Medline. [online].
[Accessed 07 March 2019]. Available from World Wide Web: <https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000512.htm>

(JACOBSON, John, 2018)