Menghindari Penyakit Jantung dan Stroke

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok lewat Aplikasi tanpa antri

323

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan problema kesehatan utama di negara maju. Di Indonesia telah terjadi pergeseran Penyakit jantung dan pembuluh darah dari urutan ke-10 tahun 1980 menjadi urutan ke-8 tahun 1986. Sedangkan penyebab kematian tetap menduduki peringkat ke-3. Banyak faKtor yang mempengaruhi terjadinya Penyakit Jantung Koroner sehingga usaha pencegahan harus bentuk multifaKtor juga. Pencegahan harus diusahakan sedapat mungkin dengan cara pengendalian fakor-faktor risiko PJK dan merupakan hal yang cukup penting dalam usaha pencegahan PJK, baik primer maupun sekunder. Pencegahan primer lebih ditujukan pada mereka yang sehat tetapi mempunyai risiko tinggi, sedangkan sekunder merupakan upaya memburuknya penyakit yang secara klinis telah diderita.

Faktor-Faktor Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Ada berbagai macam penyakit jatung, namun penyakit jantung yang umumnya ditakuti adalah jantung koroner karena menyerang pada usia produktif dan dapat menyebabkan serangan jantung hingga kematian mendadak. Penyebab penyakit jantung koroner adalah adanya penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri koroner disebabkan oleh penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol, trigliserida) yang makin lama makin banyak dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endothelium) dari dinding pembuluh nadi. Hal ini mengurangi atau menghentikan aliran darah ke otot jantung sehingga menganggu kerja jantung sebagai pemompa darah. Ada empat factor utama penyebab penyakit jantung, yaitu :

  • Merokok terlalu berlebihan selama bertahun-tahun
  • Kadar lemak darah (kolesterol) yang tinggi
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit kencing manis

Seperti halnya penyakit jantung, stroke juga erat kaitannya dengan gangguan pembuluh darah. Stroke terjadi karena ada gangguan aliran darah ke bagian otak. Bila ada daerah otak yang kekurangan suplai darah secara tiba-tiba dan penderitanya mengalami gangguan persyarafan sesuai daerah otak yang terkena. Bentuknya dapat berupa lumpuh sebelah (hemiplegia), berkurangnya kekuatan sebelah anggota tubuh (hemiparese), gangguan bicara, gangguan rasa (sensasi) di kulit sebelah wajah, lengan atau tungkai.

Faktor-faktor risiko untuk terjadinya stroke mempunyai kesamaan dengan faktor risiko penyakit jantung, yaitu :

  • Merokok
  • Hipertensi
  • Kadar lemak darah tinggi
  • Diabetes mellitus
  • Gangguan pembuluh darah/jantung
  • Kegemukan (obesitas)
  • Kurangnya aktifitas fisik/olahraga
  • Minumamn alkohol
  • Penyalahgunaan narkoba

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit jantung dan stroke, diantaranya adalah :

  1. Berolahraga

Olahraga dapat dilakukan tanpa harus bergabung dengan sasana kesehatan (gym) manapun. Berjalan cepat selama 30 menit setiap harinya juga memiliki manfaat yang sama dengan berbagai olahraga berat lainnya.

Berjalan dapat menurunkan tekanan darah, membantu memperbaiki kadar kolesterol dan tentunya membakar kalori. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwawanita yang berjalan kaki selama setidaknya 3-4 jam setiap minggunya memiliki risiko peyakit jantung dan stroke yang lebih rendah (turun hingga 35%)

  1. Konsumsi lemak sehat

Lemak jenuh yang terutama ditemukan pada daging dan produksi susu tinggi lemak seperti mentega dan keju dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah. Lemak tidak jenuh seperti pada minyak sayuran dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.

Kurangi konsumsi lemak daging dan gunakanlah minyak sayur sebagai penganti mentega saat memasak. Makanlah setidaknya 2 porsi ikan setiap minggunya. Asam lemak omega 3 yang terdapat di dalam ikan (salmon dan sardine) juga telah terbukti dapat mebantu mencegah terjadinya gangguan irama jantung yang dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung.

  1. Perbanyaklah makan gandum, sayuran dan buah-buahan

Gandum, buah dan sayuran merupakan makan tinggi serat dan rendah kalori sehingga merupakan makanan ideal untuk menjaga berat badan. Selain itu, ketiga makanan ini juga mengandung berbagai vitamin dan antioksidan yang dapat membantu mencegah penempelan kolesterol pada dinding pembuluh darah.

Sebuah penelitian menemukan bahwa anda dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 81% dan penyakit stroke hingga 50% bila anda menjaga berat badan (tidak berlebih), berolah raga 3,5 jam atau lebih setiap minggunya, tidak merokok, dan mengkonsumsi banyak gandum, buah dan sayuran.

  1. Jaga berat badan

Menurunkan berat badan dan menjaga berat badan tidak eningkat merupakan hal yang mudah. Akan tetapi, menjaga berat badan tetap ideal merupakan salah satu cara menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Salam satu cara mencegah peningkatan berat badan adalah membatasi jumlah kalori yang dikonsumsi dan membakar kalori lebih banyak melalui olahraga.

  1. Berhenti merokok

Selain paru-paru, rokok juga dapat menganggu kesehatan jatung. Rokok menagnggu fungsi jantung, merusak pembuluh darah, dan bahkan mempengaruhi sel-sel darah. Perokok memiliki risiko menderita penyakit jantung 2-4 lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok. Perokok juga memiliki risiko menderita stroke 2 kali lebih tinggi dari orang yang tidak merokok. Berhenti merokok bukanlah hal yang mudah akan tetapi bukan berarti tidak dapat dilakukan. Berkonsultasilah dengan dokter untuk memperoleh informasi mengenai hal-hal yang dapat membantu berhenti merokok.

  1. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur

Lakukanlah pemeriksaan kesehatan secara teratur setap tahunnya untuk mengetahui secara dini berbagai gangguan maupun factor risiko yang dimiliki, seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang tinggi dan resisten insulin (tanda awal diabetes). Dengan demikian dokter dapat memberikan berbagai hal yang dapat dilakukan untuk mencegah ketiga factor risiko diatas berkembang lebiih lanjut.

Yuk, terapkan pola hidup sehat mulai sekarang untuk menghindari penyakit jantung dan stroke.


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store