MERASA TERGANGGU DENGAN ALERGI ANDA? BERIKUT CARA MENCEGAHNYA!

2

Alergi adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang dianggap asing, baik berbahaya atau pun tidak. Ini bisa berupa substansi yang masuk atau bersentuhan dengan tubuh. Alergen atau substansi pemicu alergi hanya berdampak pada orang yang memiliki alergi tersebut. Pada orang lain, alergen tersebut tidak akan memicu reaksi kekebalan tubuh. Beberapa jenis substansi yang dapat menyebabkan reaksi alergi meliputi gigitan serangga, tungau debu, bulu hewan, obat-obatan, makanan tertentu, serta serbuk sari.

Saat tubuh pertama kali berpapasan dengan sebuah alergen, tubuh akan memproduksi antibodi karena menganggapnya sebagai sesuatu yang berbahaya. Jika tubuh kembali kontak dengan alergen yang sama, tubuh akan meningkatkan jumlah antibodi terhadap jenis alergen tersebut. Hal inilah yang memicu pelepasan senyawa kimia dalam tubuh (histamin) dan menyebabkan gejala-gejala alergi.

Tingkat keparahan alergi juga berbeda-beda pada tiap orang, ada yang mengalami reaksi alergi ringan dan ada yang parah sampai berakibat fatal yang disebut dengan anafilaksis. Jika mengalami anafilaksis, Anda membutuhkan penanganan medis darurat.

Cara paling ampuh dalam mencegah alergi adalah menghindari diri dari substansi pemicunya atau alergen. Tapi jika gejala-gejala alergi terlanjur muncul, ada beberapa obat anti-alergi yang bisa membantu.

Pencegahan alergi tergantung pada alergennya. Cara yang paling efektif untuk mencegah alergi adalah dengan menghindari pemicunya. Tetapi tidak semua sumber alergi dapat dihindari dengan mudah seperti tungau debu, hewan piaraan, atau makanan. Beberapa saran berikut ini dapat membantu mencegah alergi.

  • Mengenakan pakaian tertutup atau mengoleskan losion penolak serangga saat sedang bepergian.
  • Hindari memakai wewangian atau parfum yang bisa menarik perhatian serangga.
  • Gunakan masker saat keluar rumah.
  • Membersihkan rumah secara rutin, terutama ruangan yang sering digunakan, seperti kamar tidur serta ruang keluarga, agar terhindar dari tungau debu.
  • Menghindari penggunaan kemoceng karena dapat menyebarkan alergen.
  • Mengelap permukaan perabotan dengan kain bersih yang dibasahi air atau cairan pembersih  atau gunakan alat penyedot debu.
  • Membuka jendela atau pintu agar sirkulasi udara lebih lancar sehingga ruangan tidak terasa lembap.
  • Menempatkan hewan piaraan di luar rumah atau di satu ruangan tertentu saja.
  • Mandikan hewan piaraan seminggu sekali.
  • Membersihkan kandang hewan piaraan secara rutin.
  • Mencatat jenis makanan yang kemungkinan menjadi sumber alergi sehingga dapat dihindari.
  • Selalu membaca label kemasan untuk mengetahui bahan-bahan yang digunakan sebelum membeli makanan.
  • Menanyakan bahan makanan yang digunakan secara detail sebelum memesannya di restoran.
  • Membersihkan dapur agar terhindar dari lumut, terutama tempat cuci piring dan cuci pakaian.
  • Jangan menjemur pakaian di dalam rumah.
  • Gunakan gelang yang menginformasikan  Anda menderita alergi parah agar orang lain tahu, terutama saat Anda tidak bisa berkomunikasi ketika serangan reaksi alergi datang.

Pencegahan Anafilaksis

Waspadailah diri Anda jika mengidap anafilaksis karena jika alergi kambuh dan tidak diobati secepat mungkin, Anda berisiko kehilangan kesadaran atau bahkan kematian. Anda disarankan untuk selalu membawa dua dosis suntikan epinefrin agar bisa langsung digunakan jika serangan anafilaksis terjadi. Beri tahu juga cara penggunaan suntikan tersebut pada orang-orang terdekat agar suntikan adenalin bisa diberikan selagi menunggu pertolongan medis datang. (PK)

Sumber:

Patel, BY. Volcheck, GW. Food Allergy: Common Causes, Diagnosis, and Treatment. 2015

Asthma and Allergy Foundation of America. Allergy Facts and Figures. 2018