Merawat Luka Episiotomy Pasca Melahirkan Pada Miss V

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

52
    1. Meskipun memasuki era modern dimana ilmu kedokteran telah berkembang pesat dan pertolongan persalinan sudah bisa dilakukan secara sectio secaria, namun hal tersebut tidak serta merta menghapuskan praktik pertolongan persalinan secara normal. Selain karena persalinan normal memang lebih fisiologis atau “lebih alami”, proses penyembuhan lukanya tidak selama hasil luka yang ditimbulkan oleh operasi section secaria.

       

      Namun meskipun demikian, proses persalinan secara normal juga tetap membutuhkan bantuan “pisau” dimana ketika kepala bayi akan lahir, ada bagian dari vagina ibu yang disebut perineum sengaja digunting agar sedikit lebih lebar sehingga kepala bayi bisa keluar lebih mudah. Tindakan ini disebut dengan episiotomy. Hal ini bertujuan agar kerusakan yang ditimbulkan tidak separah jika tidak dilakukan episiotomy.  Ibarat air bah yang datang dan akan menerjang pintu yang baru terbuka setengah, jika kita memperlebar pintu tersebut maka kerusakan tidak akan separah jika kita membiarkan air bah melewati tersebut tanpa kita lebarkan.

       

      Tindakan episiotomy sering dilakukan pada pasien yang akan melehairkan secara normal pertama kali sebab hasil studi menunjukkan bahwa pada kelahiran vagina pertama kali, lebih sering mengalami cedera parah yang melibatkan otot anus atau dubur jika episiotomy tidak dilakukan[1].

       

      Ilustrasi dari episiotomy

       

      Perbedaan bila dilakukan episiotomy dan tidak dilakukan episiotomy.

      Setelah bayi lahir, luka episiotomy ini akan dijakit lagi agar bentuk vagina kembali seperti sedia kala. Nah, karena prosedur ini hampir selalu dilakukan pada proses persalinan normal, dibawah ini ada beberapa tips untuk merawat luka dari episiotomy yang sudah di jahit secara mandiri dirumah yang dikutip dari berbagai sumber yang terpercaya.[1-3]

      1. Untuk menghilangkan rasa sakit, jika anda menyusui gunakan obat seperti parasetamol, dan di kombinasikan dengan menempatkan es batu yang dibungkus dengan handuk pada sayatan (hindari menempatkan es langsung ke kulit karena ini dapat menyebabkan kerusakan).
      2. Menggunakan bantal berbentuk donat atau saat sedang duduk untuk membantu meredakan tekanan dan rasa sakit di lokasi luka.
      3. Mengekspos luka dengan udara segar dengan cara melepas celana dalam dan berbaring di handuk di tempat tidur Anda selama sekitar 10 menit sekali atau dua kali sehari.
      4. Makan makanan yang beraneka ragam terutama protein untuk mempercepat proses penyembuhan luka.
      5. Membersihan daerah kemaluan dengan sabun dan air mengalir 3-4 kali per hari
      6. Ganti pembalut sesering mungkin.
      7. Hindari penggunaan obat-obatan tradisional pada luka episiotomy
      8. Saat membersihkan, pastikan menyeka dengan lembut dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri di anus terbawa ke ddepan dan menginfeksi luka epsiotomy dan jaringan di sekitarnya.
      9. Gunakan obat pencahar untuk melembekkan tinja sehingga lebih lembut dan lebih mudah melewati anus.
      10. Kontrol 1 minimal 1 minggu setelahnya atau lebih cepat jika ada demam, luka mengeluarkan cairan busuk, luka menjadi lebih merah atau terasa lebih nyeri. Tanda-tanda ini menunjukkan jika luka episiotomy mengalami infeksi.
      11. Segera temui dokter jika nyeri luka episiotomy bertahan lebih dari dua hingga tiga minggu.

       

      Sekian tips merawat luka episiotomy, Jika ada pertanyaan lebih lanjut silahkan hubungi kami. (MEG)

       

      1. ; Available from: https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/episiotomy/.
      2. IDI, Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer. 2017, Jakarta: IDI.
      3. BUKU KESEHATAN IBU DAN ANAK. 2016, Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store