METFORMIN, OBAT ANTI DIABETES DARI TANAMAN

25

Metformin merupakan salah satu obat anti diabetes yang sering digunakan sebagai pilihan pertama dalam pengobatan diabetes melitus atau kencing manis. Metformin obat yang berasal dari golongan biguanide yang bekerja dengan cara meningkatkan kepekaan insulin terhadap sel tubuh. Obat ini sebenarnya berasal dari tanaman yang disebut Galega officinalis. Tanaman berbunga ini banyak ditemukan di Negara Eropa dengan nama popular French Lilac. Sejak lama, tanaman ini sudah digunakan untuk mengobati polyuria (banyak kencing) dan halitosis (bau mulut).

Bagaimanakah sejarah ditemukannya metformin?

Pada tahun 1772, John Hill merekomendasikan tanaman ini untuk mengobati konsidi haus dan sering buang air kecil. Di Eropa pada jaman itu, tanaman ini diakui sebagai galactagog atau stimulan susu pada hewan. Pada tahun 1918, analisis kimia menemukan tanaman ini kaya guinidin yang dilaporkan dapat mengurangi glukosa darah pada hewan. Dua orang ilmuwan yang menemukan kandungan metformin pada tanaman Galega officinalis  adalah Emil Warner dan James Bell pada tahun 1922 dengan nama kimia ‘N-dimethylguanide. Dari sejumlah senyawa metil biguanid yang diuji, metformin memiliki toksisitas yang paling rendah namun potensinya masih kurang dihargai karena dosis tinggi diperlukan untuk mencapai efek penurunan glukosa sederhana. Oleh karena itu biguanid tidak dikembangkan untuk terapi diabetes.

Pada tahun 1940-an, metformin kembali dilirik setelah adanya laporan bahwa penggunaan metformin hidroklorida yang disebut flumamine, pada pasien influenza cenderung mengalami penurunan glukosa darah. Seorang dokter di Laboratorium Aron Prancis, Jen Sterne melakukan penelitian mendetail terkait hal ini. Studi menunjukkan bahwa metformin dapat menggantikan kebutuhan insulin pada beberapa individu dengan diabetes dan mengurangi dosis insulin yang dibutuhkan pada orang lain teapi tidak menghilangkan kebutuhan insulin pada individu dengan diabetes onset muda. Mereka juga mencatat tidak ada kejadian hipoglikemia seperti pada penggunaan sulfonilurea. Pada akhirnya penggunaan ada manusia disetujui di Amerika Serikat pada tahun 1955 saat perusahaan garmasi Bristol-Myers Squibb memproduksi obat ini dengan nama Glucphage. Sejak saat itu metformin mulai diresepkan pada penderita diabetes.

Metformin merupakan salah satu obat yang berasal dari tanaman. Sebelum diklaim sebagai suatu obat, kandungan berkhasiat dari tumbuhan-tumbuhan tersebut terlebih dahulu melalui serangkaian uji. Mulai dari uji eksperimen di laporatorium, uji preklinis pada hewan coba, hingga uji kinis pada manusia. Yang dinilai bukan hanya kemanjurannya dalam mengobati suatu penyakit namun juga aspek lain seperti keamanannya, toleransi tubuh, hingga efek samping. Metformin bekerja tidak pada mekanisme tunggal namun dengan melawan resistensi insulin dan berdampak pada fungsi metabolisme, vascular, dan fisiologis lainya. Obat ini juga dikontraindikasikan pada pasien yang memiliki kelainan pada ginjal dan hipoksemia. Sehingga perlu eksplorasi lebih lanjut untuk pasien-pasien tersebut. (ITA)

Sumber:

Bailey, CJ. 2017. Metformin:historical overview. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28776081 1 Mei 2019

Moher, M. 2018. Learn more about Galega officinalis. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/galega-officinalis 1 Mei 2019