MEWASPADAI RHEUMATOID ARTHRTIS: RADANG SENDI AKIBAT AUTOIMUN

46

Autoimun dikenal sebagai bentuk kelainan yang dicirikan dengan sistem imun tubuh yang menyerang sel-sel tubuh itu sendiri. Jika bermanifestasi sebagai gejala pada sendi, kelainan autoimun yang ini dikenal sebagai rheumatoid arthritis. Penyakit ini memiliki definisi sebagai penyakit inflamasi kronik yang disebabkan oleh autuimun dan bermanifestasi di sendi. Walaupun banyak terjadi pada sendi, penyakit ini juga dapat mengenai bagian-bagian tubuh lain seperti kulit, mata, paru-paru, jantung, dan pembuluh darah.

Rheumatoid arthritis memiliki saudara dekat yang disebut osteoarthritis. Perbedaannya, osteoarthritis secara umum adalah penyakit sendi yang sudah tua dan aus. Terjadi pada orang-orang tua, atau yang menggunakan sendi secara berlebihan. Juga dapat terjadi pada kelompok usia yang lebih muda terutama jika sendi menahan beban yang terlalu berat, contohnya seperti pada orang yang menderita obesitas. Berbeda dengan osteoarthritis, rheumatoid arthritis menimbulkan kerusakan di permukaan sendi sehingga menyembabkan bengkak pada sendi yang kemudian menyebabkan deformitas terhadap sendi.

Pasien dengan rheumatoid arthritis biasanya mengalami gejala sendi yang kaku, hangat, dan bengkak,muncul setelah inaktivitas atau pada pagi hari. Gejala tersebut kadang juga disertai dengan kelelahan, demam, dan penurunan nafsu makan. Biasanya penyakit ini mengenai sendi-sendi yang kecil terlebih dahulu seperti jari kaki dan jari tangan. Semakin lama penyakit ini kemudian dapat akan mengenai pergelangan kaki, siku, lutut, dan pundak. Jika semakin parah, 40% dari pasien akan mengalami gejala lain tidak hanya di sendi, gejala lain dapat muncul di kulit, mata, paru-paru, jantung dan pembuluh darah. Gejala dari penyakit ini sebenarnya juga dapat ditemukan berbeda-beda di setiap orang. Gejala juga dapat terjadi hilang timbul, dan dapat kambuh dengan intensitas tinggi.

Faktor risiko dari rheumatoid arthritis ada beberapa, di antaranya adalah:

  • Jenis kelamin, wanita memiliki risiko lebih banyak terkena rheumatoid arthritis
  • Usia, rheumatoid arthritis dapat muncul di berbagai usia, namun paling sering muncul di usia pertengahan
  • Riwayat keluarga, pasien yang memiliki riwayat keluarga terkena rheumatoid arthritis akan lebih rentan terkena penyakit ini
  • Merokok, merokok membuat manusia rentan terkena rheumatoid arthritis, terutama jika memiliki faktor riwayat keluarga yang menderita kelainan ini. Para ilmuwan juga mengaitkan merokok dengan keparahan yang tinggi pada rheumatoid arthritis.
  • Walau belum diketahui secara jelas, paparan debu silika dapat meningkatkan risiko terkena penyakit rheumatoid arthritis. Hal ini diamati dari para pekerja yang bekerja di reruntuhan World Trade Center, para pekerja tersebut memliki risiko lebih tinggi terkena rheumatoid arthritis.
  • Obesitas, pasien dengan obesitas juga rentan terkena rheumatoid arthritis. Lebih lagi jika pasien dengan obesitas tersebut adalah wanita berusia 55 tahun ke bawah.

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan terapi. Rheumatoid arthritis tidak dapat disembuhkan, namun gejala-gejalanya dapat dikurangi dengan pemberian obat dan kontrol yang rutin. (RPG)

Sumber

Bibliography

MAYO CLINIC. 2019. Mayo Clinic. [online]. [Accessed 20 March 2019]. Available from World Wide Web: <https://mayoclinic.org/diseases-conditions/rheumatoid-arthritis/diagnosis-treatment/drc-20353653>

(MAYO CLINIC, 2019)