MEWASPADAI RHEUMATOID ARTHRTIS: RADANG SENDI AKIBAT AUTOIMUN

31

Autoimun
dikenal sebagai bentuk kelainan yang dicirikan dengan sistem imun tubuh yang
menyerang sel-sel tubuh itu sendiri. Jika bermanifestasi sebagai gejala pada
sendi, kelainan autoimun yang ini
dikenal sebagai rheumatoid arthritis.
Penyakit ini memiliki definisi sebagai penyakit inflamasi kronik yang
disebabkan oleh autuimun dan bermanifestasi di sendi. Walaupun banyak terjadi
pada sendi, penyakit ini juga dapat mengenai bagian-bagian tubuh lain seperti
kulit, mata, paru-paru, jantung, dan pembuluh darah.

Rheumatoid arthritis memiliki saudara dekat yang disebut osteoarthritis.
Perbedaannya, osteoarthritis secara
umum adalah penyakit sendi yang sudah tua dan aus. Terjadi pada orang-orang
tua, atau yang menggunakan sendi secara berlebihan. Juga dapat terjadi pada
kelompok usia yang lebih muda terutama jika sendi menahan beban yang terlalu
berat, contohnya seperti pada orang yang menderita obesitas. Berbeda dengan osteoarthritis, rheumatoid arthritis menimbulkan kerusakan di permukaan sendi
sehingga menyembabkan bengkak pada sendi yang kemudian menyebabkan deformitas terhadap sendi.

Pasien dengan rheumatoid arthritis biasanya mengalami
gejala sendi yang kaku, hangat, dan bengkak,muncul setelah inaktivitas atau
pada pagi hari. Gejala tersebut kadang juga disertai dengan kelelahan, demam,
dan penurunan nafsu makan. Biasanya penyakit ini mengenai sendi-sendi yang
kecil terlebih dahulu seperti jari kaki dan jari tangan. Semakin lama penyakit
ini kemudian dapat akan mengenai pergelangan kaki, siku, lutut, dan pundak. Jika
semakin parah, 40% dari pasien akan mengalami gejala lain tidak hanya di sendi,
gejala lain dapat muncul di kulit, mata, paru-paru, jantung dan pembuluh darah.
Gejala dari penyakit ini sebenarnya juga dapat ditemukan berbeda-beda di setiap
orang. Gejala juga dapat terjadi hilang timbul, dan dapat kambuh dengan
intensitas tinggi.

Faktor risiko dari
rheumatoid arthritis ada beberapa, di
antaranya adalah:

  • Jenis kelamin,
    wanita memiliki risiko lebih banyak terkena rheumatoid
    arthritis
  • Usia, rheumatoid arthritis dapat muncul di
    berbagai usia, namun paling sering muncul di usia pertengahan
  • Riwayat keluarga,
    pasien yang memiliki riwayat keluarga terkena rheumatoid arthritis akan lebih rentan terkena penyakit ini
  • Merokok, merokok
    membuat manusia rentan terkena rheumatoid
    arthritis
    , terutama jika memiliki faktor riwayat keluarga yang menderita
    kelainan ini. Para ilmuwan juga mengaitkan merokok dengan keparahan yang tinggi
    pada rheumatoid arthritis.
  • Walau belum
    diketahui secara jelas, paparan debu silika dapat meningkatkan risiko terkena
    penyakit rheumatoid arthritis. Hal
    ini diamati dari para pekerja yang bekerja di reruntuhan World Trade Center, para pekerja tersebut memliki risiko lebih
    tinggi terkena rheumatoid arthritis.
  • Obesitas, pasien
    dengan obesitas juga rentan terkena rheumatoid
    arthritis
    . Lebih lagi jika pasien dengan obesitas tersebut adalah wanita
    berusia 55 tahun ke bawah.

Jika Anda mengalami
gejala-gejala di atas, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan
terapi. Rheumatoid arthritis tidak
dapat disembuhkan, namun gejala-gejalanya dapat dikurangi dengan pemberian obat
dan kontrol yang rutin. (RPG)

Sumber

Bibliography

MAYO CLINIC. 2019. Mayo Clinic. [online].
[Accessed 20 March 2019]. Available from World Wide Web: <https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rheumatoid-arthritis/diagnosis-treatment/drc-20353653>

(MAYO CLINIC, 2019)