MIGRAIN DENGAN AURA, BENTUK KLASIK DARI MIGRAIN

25

Pernah mengalami
nyeri kepala satu sisi? Nyeri kepala berdenyut dan berlangsung selama beberapa
menit hingga jam? Apalagi nyeri kepala tersebut didahului oleh kilatan cahaya
dan sensasi di tubuh? Anda perlu waspada, gejala tersebut dapat mengindikasikan
anda terkena migraine dengan aura. Artikel ini selanjutnya akan
membahas migrain dengan aura mengenai gejala dan tatalaksana
yang munkin diberikan dokter.

Migrain
adalah nyeri kepala yang dicirikan dengan nyeri berdenyut pada salah satu sisi
kepala. Nyeri kepala ini awalnya dapat muncul satu sisi kemudian dapat
berpindah ke seluruh bagian kepala. Migrain
memiliki dua klasifikasi, migraine
dengan aura dan migraine tanpa aura. Migrain dengan aura adalah migraine yang
sebelumnya diikuti dengan aura. Aura adalah gangguan sensoris yang
muncul sebelum adanya migraine.
Gangguan sensoris yang dimaksud ada beberapa macam, diantaranya ada sensasi
kesemutan di tubuh, seperti melihat pelangi, mual muntah, dan sensitivitas yang
meningkat terhadap cahaya.

Penyebab migrain dengan aura belum diketahui secara jelas. Para dokter dan ilmuwan menduga
penyebab migraine dengan aura adalah adanya gelombang elektrik
dan kimia yang melewati bagian otak yang memproses visual, sehingga
impuls-impuls sensoris ini muncul. Faktor yang dapat memicu migraine, dapat memicu migrain dengan aura. Faktor-faktor tersebut di antaranya: kurang tidur, stress,
cokelat, dan lampu yang terlalu terang. Belum jelas kelompok yang memiliki
risiko tinggi terkena migrain. Namun
sejauh ini telah diketahui bahwa jika terdapat keluarga yang menderita migrain, migraine lebih sering muncul. Wanita juga memiliki risiko terkena migrain lebih besar dibandingkan pria.

Jika mendapati
gejala ini, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Secara umum migrain tidak berbahaya dan gejalanya
dapat dikontrol dengan obat-obatan yang dapat dijual bebas. Namun ada beberapa
tanda bahaya yang perlu diperhatikan dan membutuhkan penanganan medis yang
segera, tanda bahaya tersebut adalah:

  • Jika aura yang muncul seperti gangguan
    penglihatan dan sensai kesemutan di lengan dan kaki tidak diikuti oleh nyeri
    kepala
  • Jika aura terus menerus menetap setelah nyeri
    kepala berakhir
  • Migrain
    terjadi secara terus menerus dan nyerinya tidak berkurang ketika diberi obat

Jika ditemukan
kelainan lain yang bukan migraine,
dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pencitraan untuk mencari penyakit
neurologis lain. Jika tidak didapatkan tanda bahaya dan keluhan seperti
disebutkan di atas, dokter akan memberikan obat-obatan untuk mengontrol migraine.

Terapi awal migraine adalah obat-obatan penghilang
rasa sakit seperti ibuprofen. Jika tidak berkurang, sebaiknya segera kunjungi
dokter, untuk mendapatkan obat lain yang lebih kuat. Dokter akan meresepkan
obat lain seperti golongan triptan dan ergot. Dokter juga bisa memberikan obat
anti mual jika didapatkan mual sebagai aura.
Terakhir, pasien dapat menghindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan migraine untuk mengurangi frekuensi
terjadinya migraine. (RPG)

MAYO CLINIC. 2016. Mayo Clinic. [online].
[Accessed 27 March 2019]. Available from World Wide Web: <https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/migraine-with-aura/symptoms-causes/syc-20352072>

(MAYO CLINIC, 2016)