MIGRAIN DENGAN AURA, BENTUK KLASIK DARI MIGRAIN

36

Pernah mengalami nyeri kepala satu sisi? Nyeri kepala berdenyut dan berlangsung selama beberapa menit hingga jam? Apalagi nyeri kepala tersebut didahului oleh kilatan cahaya dan sensasi di tubuh? Anda perlu waspada, gejala tersebut dapat mengindikasikan anda terkena migraine dengan aura. Artikel ini selanjutnya akan membahas migrain dengan aura mengenai gejala dan tatalaksana yang munkin diberikan dokter.

Migrain adalah nyeri kepala yang dicirikan dengan nyeri berdenyut pada salah satu sisi kepala. Nyeri kepala ini awalnya dapat muncul satu sisi kemudian dapat berpindah ke seluruh bagian kepala. Migrain memiliki dua klasifikasi, migraine dengan aura dan migraine tanpa aura. Migrain dengan aura adalah migraine yang sebelumnya diikuti dengan aura. Aura adalah gangguan sensoris yang muncul sebelum adanya migraine. Gangguan sensoris yang dimaksud ada beberapa macam, diantaranya ada sensasi kesemutan di tubuh, seperti melihat pelangi, mual muntah, dan sensitivitas yang meningkat terhadap cahaya.

Penyebab migrain dengan aura belum diketahui secara jelas. Para dokter dan ilmuwan menduga penyebab migraine dengan aura adalah adanya gelombang elektrik dan kimia yang melewati bagian otak yang memproses visual, sehingga impuls-impuls sensoris ini muncul. Faktor yang dapat memicu migraine, dapat memicu migrain dengan aura. Faktor-faktor tersebut di antaranya: kurang tidur, stress, cokelat, dan lampu yang terlalu terang. Belum jelas kelompok yang memiliki risiko tinggi terkena migrain. Namun sejauh ini telah diketahui bahwa jika terdapat keluarga yang menderita migrain, migraine lebih sering muncul. Wanita juga memiliki risiko terkena migrain lebih besar dibandingkan pria.

Jika mendapati gejala ini, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Secara umum migrain tidak berbahaya dan gejalanya dapat dikontrol dengan obat-obatan yang dapat dijual bebas. Namun ada beberapa tanda bahaya yang perlu diperhatikan dan membutuhkan penanganan medis yang segera, tanda bahaya tersebut adalah:

  • Jika aura yang muncul seperti gangguan penglihatan dan sensai kesemutan di lengan dan kaki tidak diikuti oleh nyeri kepala
  • Jika aura terus menerus menetap setelah nyeri kepala berakhir
  • Migrain terjadi secara terus menerus dan nyerinya tidak berkurang ketika diberi obat

Jika ditemukan kelainan lain yang bukan migraine, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pencitraan untuk mencari penyakit neurologis lain. Jika tidak didapatkan tanda bahaya dan keluhan seperti disebutkan di atas, dokter akan memberikan obat-obatan untuk mengontrol migraine.

Terapi awal migraine adalah obat-obatan penghilang rasa sakit seperti ibuprofen. Jika tidak berkurang, sebaiknya segera kunjungi dokter, untuk mendapatkan obat lain yang lebih kuat. Dokter akan meresepkan obat lain seperti golongan triptan dan ergot. Dokter juga bisa memberikan obat anti mual jika didapatkan mual sebagai aura. Terakhir, pasien dapat menghindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan migraine untuk mengurangi frekuensi terjadinya migraine. (RPG)

MAYO CLINIC. 2016. Mayo Clinic. [online]. [Accessed 27 March 2019]. Available from World Wide Web: <https://mayoclinic.org/diseases-conditions/migraine-with-aura/symptoms-causes/syc-20352072>

(MAYO CLINIC, 2016)