MINUM ES BISA BIKIN RADANG TENGGOROKAN, MITOS ATAU FAKTA?

18

Radang tenggorokan merupakan keluhan yang sangat umum ditemukan terutama pada anak-anak. Penyakit ini mungkin tidak terlalu membahayakan, namun dapat membuat Anda menjadi tidak nyaman, terutama saat menelan dan berbicara. Lama gejala biasanya berlangsung selama 5-10 hari, dan biasanya dapat mengalami perbaikan sendiri dalam waktu seminggu.

Apakah minum es penyebab radang tenggorokan?

Perlu dipahami bahwa minum es bukanlah penyebab utama radang tenggorokan. Penyebab utama radang tenggorokan adalah infeksi virus atau bakteri. Penyebab paling umum sakit tenggorokan adalah virus. Sakit tenggorokan karena virus sering disertai dengan gejala pilek lainnya yang mungkin termasuk pilek, batuk, mata merah atau berair, dan bersin. Namun ada penyebab lain yang memicu sakit tenggorokan termasuk merokok, polusi atau iritasi di udara, alergi, dan udara kering. Dengan kata lain, minum es bisa meningkatkan risiko seorang anak untuk mengalami radang tenggorokan.

Bagaimana cara mengobati radang tenggorokan?

Radang tenggorokan tidak selalu membutuhkan antibiotik. Pemberian antibiotik hanya ditujukan untuk mengobati radang tenggorokan yang terjadi akibat adanya infeksi bakteri. Radang tenggorokan yang disebabkan oleh virus biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Sedangkan penyebab radang tenggorokan paling sering disebabkan oleh infeksi virus.

Untuk mengobati radang tenggorokan, hal-hal berikut disarankan:

  • Istirahat dan tidur yang cukup
  • Konsumsi air putih yang cukup
  • Berkumur dengan air hangat yang dicampur garam
  • Minum teh yang dicampur dengan madu
  • Konsumsi makanan yang lembut, hindari makanan yang berminyak
  • Gunakan masker agar terhindar dari paparan asap rokok maupun polusi

Kapan perlu menghubungi dokter?

  • Jika sakit tenggorokan Anda parah dan mengganggu aktivitas.
  • Jika sakit tenggorokan menetap lebih dari 3 hari
  • Jika Anda mengalami demam lebih tinggi dari 38oC selama lebih dari 2 hari.
  • Jika Anda memiliki masalah medis lain seperti asma, penyakit jantung, HIV, diabetes, atau sedang hamil. Anda mungkin berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat infeksi dari sakit tenggorokan.
  • Jikanda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya, memiliki riwayat sakit diabetes atau kemoterapi

Untuk sakit tenggorokan yang lebih parah, dokter mungkin melakukan kultur swab tenggorokan untuk melihat apakah ada infeksi bakteri. Jika negatif, dokter akan memberikan rekomendasi perawatan sesuai tingkat keparahan gejala. Radang tenggorokan yang parah atau memiliki periode yang lama dapat merupakan radang tenggorokan akibat infeksi bakteri. Jika hal ini terjadi, maka dokter biasanya akan memberikan obat antibiotik. (PP/PAY)

Referensi:

  • Mayo Clinic. 2019. Sore Throat.
  • Family doctor. 2019. Sore Throat.
  • WebMD. 2015. Getting to the Bottom of a Sore Throat.
  • NHS UK. Sore throat.
  • American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery Foundation. 2019. Sore Throat.