Minuman Probiotik: Apa Benar-Benar Sehat?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

186

Iklan di berbagai media seringkali memasarkan minuman probiotik. Minuman tersebut diasosiasikan selalu dengan efeknya yang sehat bagi tubuh kita. Dengan penjabaran jenis-jenis bakteri yang ada dalam minuman tersebut, produsen menawarkan berbagai khasiat yang ada pada minuman tersebut; beserta cara minum yang berbeda-beda. Masyarakat harus lebih paham mengenai minuman probiotik ini. Pasalnya, belum tentu semua yang ada pada iklan jelas efeknya (seperti kasus obat untuk sariawan yang akhirnya ditarik dari peredaran.

Pengertian

Kita perlu melihat bagaimana tenaga kesehatan memandang minuman probiotik ini. Pengertian minuman probiotik belum berubah sejak tahun 2002. Menurut pengertian oleh WHO di tahun 2002, probiotik adalah mikroorganisme hidup, yang ketika dipaparkan dalam cakupan yang cukup, dapat memberikan keuntungan pada kesehatan inang. Harapannya dalam meminum minuman probiotik ini, kita dapat mendapat keuntungan pada kesehatan kita, namun kita harus paham keuntungan apa saja yang dapat kita dapatkan.

Keuntungan Pada Penderita Penyakit

Penelitian mengenai keuntungan probiotik sudah banyak dilakukan dengan berbagai bukti penelitian yang berbeda-beda pada setiap penyakit. Pakar kesehatan memberikan rekomendasi pada beberapa macam probiotik sesuai dengan penyakit yang diderita. Dalam arti, setiap bakteri punya keuntungan yang berbeda pada penyakit yang diderita. Pada penderita anak-anak dengan penyakit gangguan pencernaan diare, probiotik terbukti dapat mengurangi gejala pencernaan tersebut, sesuai dengan rekomendasi oleh Floch, M. H., et al (2015). Ia dapat juga sebagai pencegahan terhadap penyakit diare akibat penyalahgunaan antibiotik, namun rekomendasi tersebut masih mendapat nilai “B”, sehingga memerlukan penelitian lebih lanjut. Pada penderita kolitis ulceratif, probiotik dapat mempertahankan kondisi yang menguntungkan dengan pengobatan yang sesuai. Pada penderita alergi eksema yang berasosiasi dengan susu sapi, probiotik terbukti dapat meringankan gejala. Pada rekomendasi terbaru di tahun 2015, probiotik dapat pula memberikan keuntungan pada ensefalopati hepatik (penurunan kesadaran akibat gangguan pada hati.

Dalam pemilihan serta pemakaian minuman probiotik, perlu bagi penderita untuk berkonsultasi dengan dokter, agar pemakaian dapat memberikan keuntungan yang maksimal serta pemilihan minuman probiotik yang tepat.

Keuntungan Pada Orang Sehat

Ulasan oleh Khalesi, S. et al (2018) menjelaskan bahwa suplementasi minuman probiotik membantu menghidupkan bakteri-bakteri normal yang baik bagi pencernaan kita. Namun bakteri yang baik dalam tubuh kita sangat rentan mengalami perubahan, mulai dari diet, stres pikiran, hormonal, dan perubahan lainnya. Perlu penggunaan yang kontinyu pada probiotik serta perawatan pencernaan yang baik agar bakteri normal tersebut dapat berkembang dengan baik dalam tubuh. Efek bakteri baik tersebut yang telah dibuktikan oleh penelitian antara lain adalah mengurangi kejadian infeksi saluran pernapasan bagian atas serta mengurangi derajat keparahan; meningkatkan sistem kekebalan tubuh; meringankan gejala sakit perut (namun masih memerlukan penelitian lebih lanjut); meringankan gangguan psikologis umum seperti depresi atau kecemasan (namun masih memerlukan penelitian lebih lanjut).

Kesimpulan

Pada akhirnya, secara umum minuman probiotik mempunyai efek yang tidak jauh berbeda dengan suplemen multivitamin. Penggunaan yang baik, pada indikasi yang tepat, dapat memberikan efek yang baik bagi tubuh, meski tidak mutlak. Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut efek minuman probiotik lebih lanjut serta penggunaannya pada penyakit yang anda rasakan, sebaiknya anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter terdekat. (HIL)

Sumber:

Floch, M. H., Walker, W. A., Sanders, M. E., Nieuwdorp, M., Kim, A. S., Brenner, D. A., … & Dieleman, L. A. (2015). Recommendations for probiotic use—2015 update: proceedings and consensus opinion. Journal of clinical gastroenterology49, S69-S73.

Joint, F. A. O. (2002). WHO working group report on drafting guidelines for the evaluation of probiotics in food. London, Ontario, Canada30.

Khalesi, S., Bellissimo, N., Vandelanotte, C., Williams, S., Stanley, D., & Irwin, C. (2018). A review of probiotic supplementation in healthy adults: helpful or hype? European Journal of Clinical Nutrition. doi:10.1038/s41430-018-0135-9


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store