Minuman Teh ‘tidak baik’ bagi Kesehatan?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi, Tanpa Antri

392

GORONTALO – Siapa yang tidak tahu minuman teh? Salah satu minuman tertua di dunia yang ditemukan bahkan sebelum Masehi. Minuman ini menjadi favorit karena penyajiannya yang praktis dan tentu khasiatnya.

Rata-rata konsumsi teh di dunia adalah 2-3 cangkir per hari. Namun, anda mungkin belum tahu ada kasus seorang wanita berusia 47 tahun, menurut New England Journal of Medicine (NJEM), yang mengalami tulang keropos dan kehilangan semua giginya karena minum terlalu banyak teh (sekitar 12 cangkir setiap harinya). Satu liter teh mengandung 9 mg fluorida yan dapat menyebabkan fluorosis, menurunkan kepadatan tulang hingga menyebabkan nyeri dan kaku sendi.

Penelitian yang mengejutkan juga datang dari University of Glasgow yang mana pria dengan konsumsi teh lebih dari 7 cangkir sehari memiliki kemungkinan terkena kanker prostat hingga 50% lebih besar daripada orang yang minum teh 2-3 cangkir sehari.

Kandungan kafein, oksalat, dan tannin pada teh diketahui menghambat penyerapan zat besi yang berasal dari makanan. Zat besi sangat diperlukan dalam pembentukan sel darah merah. Jika teh dikonsumsi dalam jumlah besar terutama saat makan makan dalam jangka panjang maka secara tidak langsung dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi.

Teh juga memiliki kandungan zat oksalat yang merupakan penyebab utama pembentukan batu ginjal. Resiko batu ginjal kebanyakan diderita oleh usia di atas 40 tahun dan kalangan pria memiliki potensi menderita batu ginjal dibandingkan wanita.

Terlepas dari penelitian di atas tentunya manfaat dari antioksidan dalam teh tidak dapat disepelekan seperti polifenol yang memberikan manfaat untuk kesehatan jantung dan kulit serta segudang manfaat lainnya.

Kesimpulannya, mari kita nikmati teh secara bijak (cukup 2-3 cangkir per hari), karena selain manfaat kesehatannya, teh juga telah menjadi budaya dan lifestyle “nongkrong”serta dapat mengakrabkan suasana. (BR)


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store