MINYAK KEMIRI: BAHAN LOKAL UNTUK PERAWATAN RAMBUT DAN KULIT

16

Minyak kemiri (candlenut oil/kukui nut oil) adalah minyak hasil dari pemrosesan biji pohon kemiri (Aleurites moluccanus). Pohon ini tersebar luas di Polinesia, dan juga ditemukan di Hawaii, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Sekitar setengah dari massa biji pohon kemiri adalah minyak. Ekstraksi minyak dari biji kemiri dengan cara dihancurkan menghasilkan minyak berwarna kuning muda; jika diperoleh dengan hasil penekanan, minyak akan berwarna gelap. Minyak kemiri mengandung 15% asam oleat, 40% asam linoleat, dan sekitar 30% asam linolenat.

Selama ribuan tahun, penduduk asli Hawaii telah menggunakan minyak kemiri dalam upacara keagamaan, juga sebagai bahan cat, pernis dan pembuatan lilin. Selain itu secara luas minyak kemiri juga digunakan dalam dunia kosmetik, yaitu sebagai pelembab dan bahan dalam berbagai produk perawatan tubuh.

Penggunaan minyak kemiri pada produk perawaran rambut juga cukup populer, biasanya dalam bentuk masker rambut, sebagai campuran dalam sampo dan kondisioner, atau hanya dengan memijatkannya ke kulit kepala dan ujung rambut. Asam lemak linoleat dan linolenat yang terkandung dalam minyak kemiri mampu melapisi rambut, menutrisi rambut, memberi kelembapan, dan mencegah kerusakan rambut. Selain itu sebagai zat pelembab, minyak kemiri mampu melapisi kulit kepala dan mengunci kelembapan, sehingga mencegah kulit kepala kering dan ketombe yang sering terjadi akibat kekeringan tersebut. Fungsi kelembapan ini juga membantu menjaga folikel rambut agar tetap sehat dan mencegah kerontokan rambut yang lebih dini.

Minyak kemiri juga memiliki beberapa fungsi jika diaplikasikan ke kulit tubuh. Minyak kemiri mungkin berguna dalam pengobatan kondisi kulit kronis, seperti psoriasis, eksim, dan jerawat. Fungsi ini berasal dari kandungan asam linoleat, asam linolenat, serta asam lemak omega-3 yang cukup tinggi pada minyak kemiri. Omega-3 dikenal untuk mengurangi peradangan kulit, sementara asam linoleat dan asam linolenat dapat membantu melembabkan kulit. Fungsi kelembapan ini yang menyebabkan jika minyak kemiri diaplikasikan ke kulit akan lebih terasa lembut daripada berminyak dan tidak nyaman. Tetapi, bukti ilmiah mengenai fungsi pengobatan penyakit kulit dari minyak kemiri masih sangat sedikit.

Minyak kemiri juga dapat digunakan untuk membantu menyembuhkan luka ringan, luka bakar, dan luka gigitan binatang. Sebuah penelitian menemukan bahwa kulit pohon kemiri membantu merangsang penyembuhan dari luka bakar pada hewan coba. Penelitian yang sama juga menunjukkan bahwa fungsi penyembuhan luka tersebut berlaku juga jika digunakan dalam bentuk minyak hasil pemrosesan, selain itu juga terjadi peningkatan produksi kolagen. Beberapa penelitian menemukan adanya efek antimikroba dari minyak kemiri terhadap berbagai bakteri dan jamur, termasuk Staphylococcus aureus. Ini juga menjelaskan mengapa minyak kemiri mungkin dapat berguna bagi penyembuhan luka. (BEL)

Sumber:

  1. Thompson, AR. 1913. Kukui (Candle-Nut Oil). Journal of Industrial & Engineering Chemistry, 5(8), 644-645. Available at: https://pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/ie50056a007
  2. Kibazohi, O & Sangwan, RS. 2011. Vegetable Oil Production Potential from Jatropha Curcas, Croton Megalocarpus, Aleurites Moluccana, Moringa Oleifera and Pachira Glabra: Assessment of Renewable Energy Resources for Bio-Energy Production in Africa. Biomass and Bioenergy, 35(3), 1352-1356. Available at: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0961953410005064
  3. Reuter, J, Merfort, I, W├Âlfle, U, Seelinger, G, Schempp, CM. 2009. Botanicals in Dermatology and Skin Health. Botanical Medicine: from Bench to Bedside. Available at: https://www.liebertpub.com/doi/abs/10.1089/9781934854051.33
  4. Brown, AC, Koett, J, Johnson, DW, Semaskvich, NM, Holck, P, Lally, D, Cruz, L, Young, R, Higa, B, Lo, S. 2005. Effectiveness of Kukui Nut Oil as A Topical Treatment for Psoriasis. International Journal of Dermatology, 44(8), 684-687. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16101874
  5. Prasad, BP, Kanth, BC, Babu, BR. Kumar, KP, Sastry, VG. 2011. Screening of Wound Healing Activity of Bark of Aleurites Moluccana L. International Journal of Pharmaceutical Research & Analysis, 1(1), 21-25. Available at: http://www.ijpra.com/File_Folder/21-25.pdf