MITOS ATAU FAKTA: IBU HAMIL DENGAN MATA MINUS DILARANG MELAHIRKAN NORMAL?

59

Apakah anda pernah dengar bahwa ibu dengan mata minus tidak boleh melahirkan dengan cara normal? Hal ini sering kali dikaitkan dengan ablatio retina atau retinal detachment yaitu lepasnya retina dari jaringan pelekatannya. Banyak di masyarakat meyakini dengan persalinan normal, yang dalam prosesnya diharuskan mengejan, dapat meningkatkan resiko terjadinya ablatio retina pada ibu dengan mata minus, terutama dengan minus tinggi atau high myopia. Untuk mengetahui hal tersebut mitos atau fakta, yuk simak tulisan berikut!

  • Ablatio Retina dan High Myopia

Ablation retina dapat terjadi karena penyusutan corpus vitreous, yaitu struktur seperti agar-agar bening yang mengisi bagian tengah bola mata. Corpus vitreous melekat pada beberapa bagian, jika corpus vitreous mengalami penyusutan maka dapat menarik retina dari tempat pelekatannya sehingga retina semakin menipis dan dapat menimbulkan robekan atau lubang di retina. Jika sudah ada robekan atau lubang pada retina, lama kelamaan vitreous akan mengisi lubang tersebut, sehingga lapisan retina di bawahnya terangkat dan akhirnya mengakibatkan retina terlepas. Penyusutan korpus vitreum ini dapat terjadi pada orang yang mengalami pembesaran struktur bola mata yaitu salah satunya pada orang dengan high myopia. Oleh sebab itu mengapa orang dengan high myopia beresiko besar mengalami ablation retina. Bila ablation retina terjadi maka dapat terjadi penuruan pengelihatan hingga kebutaan.

  • Ablatio Retina dan Mengejan

Selain karena penyusutan corpus vitreous, ablatio retina dapat terjadi karena adanya jaringan parut dan adanya cairan eksudatif karena penyakit lain. Selain itu ablation retina dapat terjadi karena proses penuaan. Dari penjelasan diatas, maka darimana hubungan mengejan dengan ablation retina? Ketika proses melahirkan normal, terjadi proses mengejan, ketika mengejan banyak orang meyakini terjadi peningkatan tekanan pada otot-otot, termasuk otot mata, hal ini diyakini dapat memicu terjadinya ablatio retina. Namun, beberapa penelitian yang membuktikan tidak ada hubungan antara proses mengejan pada kelahiran normal spontan dengan terjadinya ablatio retina. Dilain sisi ada juga penelitian yang menyatakan bahwa ibu dengan resiko ablatio retina tidak mengalami progresifitas resiko setelah melahirkan secara normal. Hal ini dapat mematahkan mitos yang diyakini oleh banyak masyarakat.

  • Tanda-tanda Ablatio retina

Untuk anda yang memiliki high myopia, laki – laki maupun perempuan, dalam kondisi hamil maupun tidak hamil, sebaiknya segera periksakan mata anda ke dokter spesialis mata ketika anda mengalami tanda-tanda ablatio retina, karena hal ini termasuk kondisi kegawatdaruratan. Berikut tanda-tanda ablation retina yang sering dirasakan penderita:

  1. Penurunan tajam pengelihatan
  2. Sering melihat kilatan cahaya seperti blitz kamera terutama pada keadaan gelap
  3. Melihat adanya benda atau bintik yang melayang seperti nyamuk beterbangan (floaters)

Jadi, bila Anda seorang ibu hamil dengan mata minus apakah Anda masih ragu untuk melahirkan secara normal? Bila Anda masih ragu maka sebaiknya diskusikanlah dengan dokter kandungan dan dokter mata Anda! (LAM)

Refrensi

Mohammadi, S. F., Letafat-Nejad, M., Ashrafi, E., & Delshad-Aghdam, H. (2017). A survey of ophthalmologists and gynecologists regarding termination of pregnancy and choice of delivery mode in the presence of eye diseases. Journal of current ophthalmology29(2), 126-132. doi:10.1016/j.joco.2016.09.010

Papamichael, E., Aylward, G. W., & Regan, L. (2011). Obstetric opinions regarding the method of delivery in women that have had surgery for retinal detachment. JRSM short reports2(4), 24. doi:10.1258/shorts.2011.010107

NERI, A., GRAUSBORD, R., KREMER, I., OVADIA, J. and TREISTER, G. (1984): The management of labor in high myopic patients. Europ. J. Obstet. Gynec. reprod Biol., 19, 2717219.

Feltgen, N., & Walter, P. (2014). Rhegmatogenous retinal detachment–an ophthalmologic emergency. Deutsches Arzteblatt international111(1-2), 12-21; quiz 22.

Jalali S. (2003). Retinal detachment. Community eye health16(46), 25-6.