MITOS ATAU FAKTA: IBU HAMIL DENGAN MATA MINUS DILARANG MELAHIRKAN NORMAL?

42

Apakah anda pernah dengar bahwa ibu
dengan mata minus tidak boleh melahirkan dengan cara normal? Hal ini sering
kali dikaitkan dengan ablatio retina atau retinal detachment yaitu lepasnya
retina dari jaringan pelekatannya. Banyak di masyarakat meyakini dengan
persalinan normal, yang dalam prosesnya diharuskan mengejan, dapat meningkatkan
resiko terjadinya ablatio retina pada
ibu dengan mata minus, terutama dengan minus tinggi atau high myopia. Untuk mengetahui hal tersebut mitos atau fakta, yuk
simak tulisan berikut!

  • Ablatio Retina dan High Myopia

Ablation
retina dapat terjadi karena
penyusutan corpus
vitreous,
yaitu struktur seperti agar-agar bening yang mengisi bagian tengah bola mata. Corpus
v
itreous melekat pada
beberapa bagian, jika corpus vitreous
mengalami penyusutan maka dapat menarik retina dari tempat pelekatannya
sehingga retina semakin menipis dan dapat menimbulkan robekan atau lubang di
retina. Jika sudah ada robekan atau lubang pada retina, lama kelamaan vitreous akan mengisi lubang tersebut, sehingga lapisan retina di bawahnya terangkat dan
akhirnya mengakibatkan
retina terlepas.
Penyusutan korpus vitreum ini dapat terjadi pada orang yang mengalami
pembesaran struktur bola mata yaitu salah satunya pada orang dengan high myopia. Oleh sebab itu mengapa
orang dengan high myopia beresiko
besar mengalami ablation retina. Bila
ablation retina terjadi maka dapat
terjadi penuruan pengelihatan hingga kebutaan.

  • Ablatio Retina dan Mengejan

Selain
karena penyusutan corpus vitreous,
ablatio retina dapat terjadi karena
adanya jaringan parut dan adanya cairan eksudatif karena penyakit lain. Selain
itu ablation retina dapat terjadi
karena proses penuaan. Dari penjelasan diatas, maka darimana hubungan mengejan
dengan ablation retina? Ketika proses
melahirkan normal, terjadi proses mengejan, ketika mengejan banyak orang
meyakini terjadi peningkatan tekanan pada otot-otot, termasuk otot mata, hal
ini diyakini dapat memicu terjadinya ablatio retina.
Namun, beberapa penelitian yang membuktikan tidak ada hubungan antara proses
mengejan pada kelahiran normal spontan dengan terjadinya ablatio retina. Dilain sisi ada juga penelitian yang menyatakan
bahwa ibu dengan resiko ablatio retina
tidak mengalami progresifitas resiko setelah melahirkan secara normal. Hal ini
dapat mematahkan mitos yang diyakini oleh banyak masyarakat.

  • Tanda-tanda
    Ablatio retina

Untuk
anda yang memiliki high myopia, laki
– laki maupun perempuan, dalam kondisi hamil maupun tidak hamil, sebaiknya
segera periksakan mata anda ke dokter spesialis mata ketika anda mengalami
tanda-tanda ablatio retina, karena
hal ini termasuk kondisi kegawatdaruratan. Berikut tanda-tanda ablation retina yang sering dirasakan
penderita:

  1. Penurunan
    tajam pengelihatan
  2. Sering
    melihat kilatan cahaya seperti
    blitz kamera terutama pada keadaan gelap
  3. Melihat
    adanya benda atau bintik yang melayang seperti nyamuk beterbangan (floaters)

Jadi, bila Anda seorang ibu hamil
dengan mata minus apakah Anda
masih ragu untuk melahirkan secara normal? Bila Anda masih ragu maka
sebaiknya diskusikanlah dengan dokter kandungan dan dokter mata Anda! (LAM)

Refrensi

Mohammadi, S. F., Letafat-Nejad, M., Ashrafi, E., & Delshad-Aghdam,
H. (2017). A survey of ophthalmologists and gynecologists regarding termination
of pregnancy and choice of delivery mode in the presence of eye diseases. Journal
of current ophthalmology
29(2), 126-132. doi:10.1016/j.joco.2016.09.010

Papamichael, E., Aylward, G. W., & Regan, L. (2011). Obstetric
opinions regarding the method of delivery in women that have had surgery for
retinal detachment. JRSM short reports2(4), 24.
doi:10.1258/shorts.2011.010107

NERI, A., GRAUSBORD, R.,
KREMER, I., OVADIA, J. and TREISTER, G. (1984): The management of labor in high
myopic patients. Europ. J. Obstet. Gynec. reprod Biol., 19, 2717219.

Feltgen, N., & Walter, P. (2014). Rhegmatogenous retinal
detachment–an ophthalmologic emergency. Deutsches Arzteblatt
international
111(1-2), 12-21; quiz 22.

Jalali S. (2003). Retinal detachment. Community eye health16(46),
25-6.