Mitos dan Fakta Seputar Operasi Caesar

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi, Tanpa Antri

401
69268848 - mother during caesarian sections

Angka jumlah prosedur Operasi Caesar (SC) di seluruh dunia semakin meningkat setiap tahunnya. Berbagai alasan diungkapkan sebagian wanita yang memilih untuk melakukan prosedur ini meskipun tidak diperlukan. Mulai dari alasan takut rasa sakit bila melahirkan secara normal (per vaginam), estetika pada kewanitaan, lebih minimnya resiko operasi Caesar dibandingkan prosedur normal, hingga alasan ingin menentukan tanggal cantik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa operasi caesar sebaiknya sesuai dengan “fitrahnya”, yakni menyelamatkan ibu dan bayi dalam proses kelahiran. WHO memperkirakan jumlah operasi Cesar jumlahnya 2x lipat dari jumlah yang dibutuhkan (sekitar 6,2 juta tindakan).

Ada berbagai mitos dan fakta yang perlu diluruskan tentang Operasi Caesar (SC) agar para calon ibu dapat lebih mempertimbangkan prosedur persalinan normal yang lebih banyak manfaatnya.

  1. Mitos : Anda dapat menjadwalkan kapan saja supaya mendapatkan jadwal yang tepat untuk anda dan dokter.

Fakta  : Dokter akan mengingatkan bahwa prosedur sebaiknya dilakukan 1 minggu sebelum tanggal taksiran. Menurut New England Journal of Medicine, bayi-bayi yang dilahirkan secara Caesar pada usia kehamilan 37 minggu beresiko 2 kali lipat mengalami komplikasi seperti masalah pernafasan, jantung, sepsis, dan kejang dibandingkan bayi yang lahir saat usia kehamilan 39 minggu.

  1. Mitos : Komplikasi dan resiko dari operasi Caesar tidak jauh beda dengan persalinan normal

Fakta  : Dibandingkan wanita yang melahirkan normal, seorang wanita sehat yang menjalani operasi Caesar beresiko 3 kali lebih besar mengalami komplikasi seperti perdarahan hebat, pembekuan darah, serangan jantung, gagal ginjal , dan infeksi berat.

  1. Mitos : Bayi yang lahir dengan operasi Caesar akan sulit mendapatkan ASI dari ibunya karena menyusui setelah melahirkan itu sulit.

     Fakta  : Berdasarkan penelitian Newton Medical Centre, kebanyakan ibu yang melahirkan normal akan mengalami penyempurnaan ASI dalam 3 hari sedangkan ibu yang menjalani operasi Caesar sekitar 4 hari atau lebih. Jadi, menyusui tetap memungkinan asal segera dilakukan kontak kulit – dengan – kulit setelah anak dilahirkan.

  1. Mitos : Waktu pemulihan setelah operasi Caesar sama saja dengan persalinan normal.

     Fakta  : Pemulihan setelah persalinan normal umumnya satu hingga dua minggu, sedangkan pada operasi Caesar dapat berlangsung hingga enam minggu. 

Nah, bagaimana bunda setelah membaca artikel ini? Sejatinya operasi Caesar hanya ditujukan bila ada resiko tinggi pada ibu seperti usia, riwayat bersalin yang buruk, penyakit kronis, dan sebagainya. Jika dalam kondisi sehat, sebaiknya memilih persalinan normal yang ternyata jauh lebih aman. Bukan begitu? (BR/CM)

Daftar Pustaka

  1. (2007). Operasi caesarpengantar dari a sampai z, jakarta Edsa Mahkota.
  2. Mochtar, R. (2005) Sinopsis obstetri jakarta : Buku kedokteran ECG. Wahyuni, A (2012).

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store