MITOS DAN FAKTA SEPUTAR VIRUS KORONA

(Penulis) dr. Pingkan Kaunang

35

Virus korona atau yang dikenal dengan sebutan COVID-19, saat ini makin meresahkan masyarakat diseluruh dunia. Virus ini diperkirakan berasal dari hewan, bisa menular dari hewan ke manusia, serta dari manusia ke manusia. Ketika terinfeksi virus korona, seseorang akan mengalami gejala mirip flu, seperti demam, batuk, dan bisa disertai juga sesak napas.  Sampai saat ini (Selasa, 25/2) sudah ada 80.148 kasus yang terkonfirmasi virus korona, dengan total kematian berjumlah 2.699 kasus, dan 27.683 kasus sudah dinyatakan sembuh.

Dalam perkembangannya, banyak informasi terkait masalah kesehatan ini yang masih diragukan kebenarannya. Berikut ini beberapa mitos serta pertanyaan yang beredar di masyarakat mengenai virus korona beserta fakta yang perlu diketahui:

  • Mitos: Virus korona bisa menyebar melalui surat dan paket kiriman dari Cina.

Fakta: Menerima surat dan paket kiriman dari Cina adalah aman dan tidak berisiko untuk terkena infeksi virus korona. Berdasarkan penelitian, virus korona tidak akan bertahan lama pada objek seperti surat atau paket kiriman.

  • Mitos: Pengering tangan efektif dalam membunuh virus korona.

Fakta: Pengering tangan tidak efektif untuk membunuh virus korona. Untuk melindungi diri dari virus korona, disarankan untuk rajin mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau menggunakan pembersih tangan yang berbasis alkohol.

  • Mitos: Penggunaan antibiotik dapat mencegah dan mengobati infeksi virus korona.

Fakta: Antibiotik bekerja melawan bakteri, bukan virus. Karena korona adalah jenis virus maka antibiotik tidak boleh digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan. Namun untuk perawatan di rumah sakit, penggunaan antibiotik mungkin diperlukan berkaitan dengan infeksi bakteri yang juga mungkin terjadi bersamaan dengan infeksi virus korona.

  • Mitos: Mengonsumsi bawang putih bisa mencegah penyebaran infeksi virus korona.

Fakta: Bawang putih adalah jenis makanan sehat yang mungkin memiliki beberapa sifat antimikroba. Namun, sampai saat ini belum ada bukti bahwa konsumsi bawang putih dapat melindungi seseorang dari infeksi virus korona.

  • Seberapa efektif thermal scanner mendeteksi orang yang terinfeksi virus korona? Thermal scanner efektif dalam mendeteksi orang yang telah menunjukan gejala berupa demam karena infeksi virus korona. Thermal scanner tidak bisa mendeteksi orang yang sudah terinfeksi namun belum menunjukan gejala berupa demam, berkaitan dengan masa inkubasi virus.
  • Dapatkah semprotan alkohol dan klorin di seluruh permukaan tubuh membunuh virus korona dalam tubuh seseorang? Tidak. Hal ini tidak bisa membunuh virus korona yang sudah masuk ke dalam tubuh dan justru bisa membahayakan jika terkena bagian tubuh seperti mata dan mulut. (PK/PP)